Skip to content
Yellow Desk
Agustus 29, 2026
Kumparannews

Wamenlu Arrmanatha Nasir Kecam Kekerasan Israel di Yerusalem Timur dan Al-Aqsa

Mary Davis - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Wamenlu Arrmanatha Nasir Kecam Kekerasan Israel yang terjadi di Yerusalem Timur dan kompleks Masjid Al-Aqsa. Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir secara

Wamenlu Arrmanatha Nasir Kecam Kekerasan Israel di Yerusalem Timur dan Al-Aqsa

Wamenlu Arrmanatha Nasir Kecam Kekerasan Israel di Yerusalem Timur dan Al-Aqsa

Kabarnusantaraku.com – Wamenlu Arrmanatha Nasir Kecam Kekerasan Israel yang terjadi di Yerusalem Timur dan kompleks Masjid Al-Aqsa. Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir secara tegas mengecam aksi kekerasan warga Israel serta berbagai pelanggaran hukum internasional yang terjadi di wilayah Palestina. Sikap keras ini disampaikan langsung oleh Nasir dalam pertemuan tingkat menteri mengenai Yerusalem yang digelar di Amman, Yordania, pada Rabu (5/8). Pertemuan diplomatik ini menjadi momen penting bagi Indonesia untuk menyuarakan keberatannya terhadap situasi yang semakin memanas di kawasan Timur Tengah.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Vahd Nabyl Achmad Mulachela menjelaskan bahwa pertemuan tersebut membahas respons komprehensif terhadap berbagai pelanggaran yang dilakukan Israel. Pelanggaran-pelanggaran ini mencakup status quo Yerusalem dan kompleks Masjid Al-Aqsa yang selama ini menjadi pusat perhatian dunia. Dalam kesempatan tersebut, Indonesia menunjukkan posisi kuatnya sebagai negara yang konsisten mendukung hak-hak rakyat Palestina.

Pernyataan Resmi dan Dukungan Internasional

"Pada pertemuan tersebut, Bapak Wakil Menteri Luar Negeri menyampaikan kecaman keras atas kekerasan warga Israel dan pelanggaran hukum internasional oleh Israel di wilayah Palestina, termasuk di wilayah Yerusalem Timur, di Masjid Al-Aqsa, dan juga di Tepi Barat yang tidak boleh dibiarkan dan dinormalisasi," kata Nabyl dalam Press Briefing Mengenai Isu Terkini Polugri di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis (13/8). Pernyataan ini menegaskan bahwa Indonesia tidak akan diam terhadap setiap tindakan yang melanggar hak-hak dasar rakyat Palestina.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh sejumlah negara penting di kawasan, di antaranya Arab Saudi, Irak, Mesir, Turki, Tunisia, dan Aljazair. Kehadiran Sekretaris Jenderal Liga Arab juga menunjukkan pentingnya forum ini dalam membahas isu Palestina. Dalam forum itu, Nasir juga menyampaikan dukungan Indonesia terhadap Hashemite Custodianship atas tempat-tempat suci di Yerusalem serta kemerdekaan Palestina berdasarkan hukum internasional. Dukungan ini menjadi bukti nyata komitmen Indonesia dalam menjaga stabilitas kawasan.

Komitmen Indonesia untuk Palestina

Indonesia menilai perjuangan kemerdekaan Palestina tidak boleh dipandang sebagai persoalan satu agama saja. Karena itu, Nasir mengajak negara-negara yang hadir membangun koalisi yang lebih luas untuk mendukung Palestina. "Dan mengajak seluruh negara yang hadir untuk membangun suatu koalisi yang besar untuk mendukung Palestina," ujar Nabyl. Ajakan ini bertujuan untuk menciptakan solidaritas global yang lebih kuat dalam menghadapi tantangan yang dihadapi rakyat Palestina.

Nabyl mengatakan sikap tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah Indonesia dalam menempatkan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina sebagai salah satu prioritas politik luar negeri. Dalam pertemuan itu, Indonesia juga menegaskan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya. Pertemuan tersebut menghasilkan joint statement yang antara lain menegaskan penguatan institusi Palestina di Yerusalem dan menolak tindakan unilateral berupa pemindahan misi diplomatik ke Yerusalem.

Indonesia menilai pemindahan misi diplomatik tersebut bertentangan dengan hukum internasional. "Partisipasi Indonesia dalam pertemuan ini kita artikan sebagai ketegasan komitmen nasional kita untuk terus memperjuangkan kemerdekaan Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya dan menegakkan hukum internasional dan mendorong terwujudnya perdamaian yang adil dan berkelanjutan di Timur Tengah," jelas Nabyl. Komitmen ini akan terus diperkuat melalui berbagai forum internasional.

Frequently Asked Questions

Q: Kapan pertemuan tingkat menteri mengenai Yerusalem digelar? A: Pertemuan tersebut digelar pada Rabu (5/8) di Amman, Yordania.

Q: Negara-negara apa saja yang hadir dalam pertemuan tersebut? A: Negara-negara yang hadir antara lain Arab Saudi, Irak, Mesir, Turki, Tunisia, Aljazair, serta Sekretaris Jenderal Liga Arab.

Q: Apa yang menjadi prioritas politik luar negeri Indonesia terkait Palestina? A: Dukungan terhadap kemerdekaan Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya menjadi salah satu prioritas politik luar negeri Indonesia.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai perkembangan terbaru, Anda dapat mengunjungi halaman berita Kumparan lainnya di kumparan.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *