Skip to content
Yellow Desk
Agustus 29, 2026
Kumparannews

Komisi III: Era Prabowo, Pemberantasan Korupsi-Tambang Ilegal Banyak Kemajuan

Lisa Johnson - kabarnusantaraku.com 4 mins read

Komisi III DPR RI mencatatkan perkembangan positif dalam upaya pemberantasan korupsi dan penertiban tambang ilegal selama masa pemerintahan Presiden Prabowo

Komisi III: Era Prabowo, Pemberantasan Korupsi-Tambang Ilegal Banyak Kemajuan

Komisi III: Era Prabowo, Pemberantasan Korupsi dan Tambang Ilegal Maju Pesat

Kabarnusantaraku.com – Komisi III DPR RI mencatatkan perkembangan positif dalam upaya pemberantasan korupsi dan penertiban tambang ilegal selama masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ketua Komisi III, Habiburokhman, secara terbuka mengapresiasi langkah-langkah strategis yang telah diambil oleh pemerintah pusat bersama aparat penegak hukum. Penilaian optimis ini semakin menguat setelah Presiden Prabowo menyampaikan pidato dalam Sidang Tahunan MPR yang menyoroti berbagai kemajuan signifikan.

Menurut Habiburokhman, salah satu indikator kemajuan yang paling nyata adalah permintaan Presiden Prabowo kepada Panglima TNI dan Kapolri untuk melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap oknum-oknum dari kedua institusi tersebut. Langkah ini menjadi sangat relevan mengingat adanya keterlibatan oknum aparat dalam kasus tambang ilegal yang terjadi di Bangka Belitung. Komisi III menilai bahwa inisiatif ini menunjukkan kemauan politik yang kuat dari tingkat tertinggi untuk membersihkan aparatur negara.

“Iya tadi Panglima TNI dan Pak Kapolri ya, dua institusi tersebut diminta untuk mengusut tuntas, termasuk terhadap oknum-oknum dari dua institusi tersebut yang mungkin saja ada dalam masalah-masalah tambang ilegal di timah, di apa namanya, Babel tersebut,” kata Habiburokhman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8).

Prabowo Menyoroti Tambang Ilegal yang Masih Berjalan

Ketika Presiden Prabowo kembali mengangkat isu tambang ilegal dalam pidatonya, Habiburokhman dari Komisi III menilai hal ini justru menunjukkan bahwa proses pemberantasan belum sepenuhnya tuntas namun telah banyak kemajuan yang dicapai. Ia menegaskan bahwa kemajuan tersebut telah disampaikan secara eksplisit dalam pidato Prabowo, khususnya terkait program-program strategis dan upaya pemberantasan korupsi yang lebih komprehensif.

Menurut Habiburokhman, pernyataan Prabowo dalam pidato tersebut berfungsi sebagai pembaruan informasi mengenai perkembangan yang telah dilakukan oleh pemerintah bersama aparat penegak hukum. Ia juga menyoroti banyaknya asset recovery yang telah dilaksanakan oleh para penegak hukum sebagai bukti kemajuan nyata. Komisi III mencatat bahwa mekanisme pemulihan aset negara semakin efektif dalam mengembalikan kerugian finansial akibat praktik korupsi.

“Oh enggak, sudah banyak sekali kemajuan. Sudah banyak sekali kemajuan, justru tadi disampaikan kemajuan-kemajuan tersebut ya, soal konteks program-program strategis, pemberantasan korupsi, semua sudah disampaikan,” ujar Habiburokhman.

Perintah Usut 1.000 Tambang Timah Ilegal

Dalam pidatonya yang bersejarah, Prabowo meminta Panglima TNI dan Kapolri untuk mengusut sekitar 1.000 tambang timah ilegal yang tersebar di Bangka Belitung. Prabowo berargumen bahwa aktivitas tambang ilegal dalam jumlah besar tidak mungkin berlangsung tanpa diketahui oleh aparat maupun pejabat terkait. Jumlah yang sangat besar ini menjadi bukti adanya masalah sistemik yang perlu diatasi secara tuntas.

Prabowo juga menyebutkan bahwa pemerintah telah menutup 1.000 tambang timah ilegal di Bangka Belitung pada akhir tahun lalu. Ia kemudian meminta Panglima TNI dan Kapolri untuk mengusut bagaimana aktivitas tersebut dapat berlangsung meskipun sudah ditutup. Pertanyaan kritis ini menunjukkan bahwa penutupan fisik tambang saja tidak cukup tanpa investigasi mendalam terhadap pelaku dan pihak yang terlibat.

“Saudara-Saudara, akhir tahun lalu kita telah tutup 1.000 tambang timah ilegal di Bangka Belitung. 1.000 tambang ilegal. Saya telah minta Panglima TNI dan Kapolri untuk usut. Masa 1.000 tambang, pejabat TNI dan pejabat Polri enggak tahu?” ucapnya.

Prabowo menegaskan bahwa aparat yang diberi kewenangan dan jabatan harus mampu menertibkan aktivitas ilegal yang merugikan negara. Ia menekankan pentingnya pertanggungjawaban aparat terhadap tugas yang diberikan oleh negara atas nama rakyat Indonesia. Pernyataan ini menjadi penguat bagi Komisi III dalam menilai efektivitas kerja aparat penegak hukum di era Prabowo.

“Kapolri dan Panglima TNI ya, usut. Untuk apa negara kasih pangkat, kasih jabatan mereka-mereka kalau enggak bisa tertibkan ini? Saya bicara atas nama rakyat Indonesia. Ini wakil-wakil rakyat semua di sini,” kata dia.

Peran Komisi III dalam Pengawasan Eksekutif

Komisi III DPR RI terus memainkan peran vital dalam mengawasi kinerja eksekutif terkait pemberantasan korupsi dan pengelolaan sumber daya alam. Melalui mekanisme pengawasan yang intensif, Komisi III memastikan bahwa setiap kebijakan pemerintah berjalan sesuai dengan tujuan awal. Habiburokhman menyatakan bahwa Komisi III akan terus memantau perkembangan kasus tambang ilegal dan memastikan bahwa hasil investigasi ditindaklanjuti dengan tegas.

Sebagai lembaga legislatif yang memiliki kewenangan pengawasan, Komisi III juga berperan dalam memberikan masukan konstruktif kepada pemerintah. Harmonisasi antara legislatif dan eksekutif menjadi kunci keberhasilan dalam memberantas korupsi dan menertibkan tambang ilegal. Dengan dukungan penuh dari masyarakat dan media, proses ini diharapkan dapat berjalan lebih transparan dan akuntabel.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Komisi III dan Tambang Ilegal

Apa tugas utama Komisi III DPR RI? Komisi III memiliki kewenangan untuk mengawasi Kementerian Pertahanan, Kementerian Hukum dan HAM, serta lembaga negara terkait penegakan hukum dan pertahanan keamanan.

Berapa jumlah tambang ilegal yang ditutup pemerintah? Pemerintah telah menutup 1.000 tambang timah ilegal di Bangka Belitung pada akhir tahun lalu sebagai bagian dari upaya penertiban sektor pertambangan.

Siapa yang diminta Prabowo untuk mengusut tambang ilegal? Presiden Prabowo meminta Panglima TNI dan Kapolri untuk melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap oknum-oknum yang terlibat dalam kasus tambang ilegal.

Apakah Komisi III puas dengan kemajuan yang dicapai? Ya, Ketua Komisi III Habiburokhman menyatakan bahwa sudah banyak sekali kemajuan dalam pemberantasan korupsi dan penertiban tambang ilegal selama era Prabowo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *