Skip to content
Yellow Desk
Agustus 29, 2026
Kumparannews

Ruang Pos Lantas Bundaran Waru Surabaya Dipasang Garis Polisi, Brimob Berjaga

Joseph Garcia - kabarnusantaraku.com 4 mins read

Ruang Pos Lantas Bundaran Waru menjadi sorotan publik setelah pemasangan garis polisi di dalam ruangan tersebut pada Minggu pagi, 16 Agustus 2020. Berdasarkan

Ruang Pos Lantas Bundaran Waru Surabaya Dipasang Garis Polisi, Brimob Berjaga

Ruang Pos Lantas Bundaran Waru Dipasang Garis Polisi, Brimob Berjaga Penuh

Kabarnusantaraku.com – Ruang Pos Lantas Bundaran Waru menjadi sorotan publik setelah pemasangan garis polisi di dalam ruangan tersebut pada Minggu pagi, 16 Agustus 2020. Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, tali pengaman berwarna kuning telah terpasang sejak dini hari di area Ruang Pos Lantas Bundaran Waru yang berlokasi strategis di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Gayungan, Kota Surabaya. Pemasangan garis polisi ini dilakukan sebagai langkah pengamanan tambahan untuk menjaga keamanan fasilitas lalu lintas tersebut.

Letak garis polisi terlihat sangat strategis, berada tepat di sisi layar pemantau kamera CCTV yang masih menyala dan berfungsi normal. Tali pengaman ini terpasang dengan cara diikat menghubungkan dinding dengan sebuah kursi sofa berwarna coklat yang berada di dalam ruangan. Di sekitar lokasi, terlihat belasan personel Brimob yang mengenakan seragam lengkap serta petugas kepolisian berpakaian sipil yang sedang berjaga dengan penuh kewaspadaan. Kehadiran personel keamanan ini menunjukkan tingkat kesiapsiagaan yang tinggi di area tersebut.

Hubungan dengan Serangan Bom Molotov Sebelumnya

Hingga saat ini, penyebab spesifik mengapa Ruang Pos Lantas Bundaran Waru digaris polisi belum dapat dipastikan secara resmi oleh pihak berwenang. Sebelumnya, pada Sabtu (15/8/2020), terjadi dugaan serangan menggunakan bom molotov di Pos Lantas A. Yani Margorejo yang berada di lokasi tidak terlalu jauh. Kedua pos lalu lintas ini berada di jalan yang sama dan hanya berjarak sekitar 3,4 kilometer satu sama lain, sehingga menimbulkan dugaan adanya hubungan antara kedua kejadian tersebut.

Pos Lantas Margorejo terletak di pertigaan pintu palang kereta api yang merupakan persimpangan penting antara Jalan Ahmad Yani dan Jalan Margorejo. Pada lokasi tersebut, terlihat bercak berwarna hitam menempel di bagian pintu pos. Selain itu, bercak serupa juga tampak pada lantai ubin yang berada tepat di bawah pintu pos polisi, mengindikasikan adanya ledakan atau percikan api dari bom molotov yang dilemparkan.

Kombes Pol Jules Abraham Abast, yang menjabat sebagai Kabid Humas Polda Jatim, menjelaskan bahwa pihaknya masih melakukan pengecekan menyeluruh terkait dugaan aksi pelemparan bom molotov tersebut. Ia menyampaikan pernyataan resmi kepada media:

Terkait informasi tersebut, saya juga masih melakukan pengecekan dan konfirmasi kepada jajaran untuk memastikan kebenarannya. Untuk informasi awal terkait kejadian di wilayah Surabaya, rekan-rekan juga dapat mengonfirmasi langsung ke Humas Polrestabes Surabaya. Apabila nanti sudah ada informasi yang terverifikasi, tentu akan saya sampaikan lebih lanjut.

Dampak Terhadap Lalu Lintas dan Keamanan Warga

Pemasangan garis polisi di Ruang Pos Lantas Bundaran Waru tentu memberikan dampak tersendiri terhadap operasional lalu lintas di kawasan tersebut. Para petugas yang bertugas di dalam ruangan pos harus bekerja dengan lebih hati-hati dan tetap menjaga keamanan diri mereka sendiri. Sistem pemantauan CCTV yang terpasang di ruangan tersebut tetap berfungsi optimal untuk merekam setiap aktivitas di sekitar pos lalu lintas.

Kehadiran Brimob yang berjaga di sekitar lokasi juga memberikan rasa aman bagi warga yang tinggal di sekitar Bundaran Waru. Para personel keamanan terlihat melakukan patroli rutin dan menjaga akses masuk keluar dari area pos lalu lintas. Hal ini menunjukkan bahwa pihak kepolisian mengambil langkah preventif untuk mencegah kemungkinan terjadinya insiden serupa di masa mendatang.

Warga sekitar juga menyatakan apresiasi mereka terhadap kehadiran petugas keamanan yang berjaga di lokasi. Mereka berharap bahwa langkah pengamanan ini akan memberikan perlindungan maksimal bagi fasilitas publik dan para petugas yang bertugas di Ruang Pos Lantas Bundaran Waru. Selain itu, pemasangan garis polisi ini juga menjadi tanda bahwa pihak berwenang serius dalam menangani setiap potensi ancaman keamanan di wilayah Surabaya.

Frequently Asked Questions (FAQ)

Apa yang menyebabkan pemasangan garis polisi di Ruang Pos Lantas Bundaran Waru? Pemasangan garis polisi dilakukan sebagai langkah pengamanan tambahan setelah adanya dugaan serangan bom molotov di Pos Lantas Margorejo yang berdekatan. Meskipun penyebab pastinya masih dalam penyelidikan, langkah ini diambil untuk memastikan keamanan para petugas dan fasilitas pos lalu lintas.

Seberapa jauh jarak antara Ruang Pos Lantas Bundaran Waru dengan Pos Lantas Margorejo? Kedua pos lalu lintas ini berada di jalan yang sama dan hanya berjarak sekitar 3,4 kilometer satu sama lain, sehingga menimbulkan dugaan adanya hubungan antara kedua kejadian tersebut.

Siapa yang bertanggung jawab memberikan informasi resmi terkait kejadian ini? Kombes Pol Jules Abraham Abast sebagai Kabid Humas Polda Jatim adalah pihak yang bertanggung jawab memberikan informasi resmi. Untuk informasi awal, masyarakat juga dapat mengonfirmasi langsung ke Humas Polrestabes Surabaya.

Apakah lalu lintas di sekitar Bundaran Waru terganggu akibat pemasangan garis polisi? Operasional lalu lintas di sekitar Bundaran Waru tetap berjalan normal. Pemasangan garis polisi hanya dilakukan di dalam ruangan pos lalu lintas dan tidak mengganggu arus kendaraan di jalan raya. Para petugas tetap bertugas dengan penuh kewaspadaan.

Berapa lama Brimob akan berjaga di lokasi Ruang Pos Lantas Bundaran Waru? Hingga saat ini, pihak kepolisian belum mengumumkan durasi pasti penjagaan Brimob. Penjagaan akan terus dilakukan hingga penyelidikan selesai dan tingkat keamanan di lokasi dinilai sudah stabil dan aman untuk para petugas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *