Skip to content
Yellow Desk
Agustus 29, 2026
Kumparannews

Pos Lantas di Surabaya Diduga Dilempar Molotov oleh OTK, Pintu Pos Menghitam

Lisa Johnson - kabarnusantaraku.com 4 mins read

Pos Lantas di Surabaya Diduga menjadi sorotan publik setelah sebuah pos polisi lalu lintas di pertigaan perlintasan kereta api Jalan Ahmad Yani dan Jalan

Pos Lantas di Surabaya Diduga Dilempar Molotov oleh OTK, Pintu Pos Menghitam

Pos Lantas di Surabaya Diduga Dilempar Molotov, Pintu Pos Menghitam

Kabarnusantaraku.com – Pos Lantas di Surabaya Diduga menjadi sorotan publik setelah sebuah pos polisi lalu lintas di pertigaan perlintasan kereta api Jalan Ahmad Yani dan Jalan Margorejo, Kelurahan Ketintang, Kecamatan Gayungan, Surabaya dilaporkan mengalami insiden pelemparan benda terbakar pada Sabtu malam, 15 Agustus. Pos tersebut yang dikenal dengan nama Pos Polisi Lalu Lintas A. Yani Margorejo ini menjadi pusat perhatian setelah pintunya tampak menghitam akibat lemparan yang diduga merupakan bom molotov.

Berdasarkan pengamatan langsung di lokasi kejadian, permukaan pintu pos menunjukkan bercak-bercak berwarna gelap yang cukup signifikan. Bercak serupa juga teramati pada lantai ubin yang berada persis di bawah pintu pos. Saat ini, puluhan anggota Brimob dengan seragam hitam serta sejumlah petugas kepolisian dalam pakaian sipil telah tiba di tempat kejadian untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Saksi Mata Mengungkap Kronologi Kejadian

Yudi, seorang petugas palang pintu milik Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya, menjelaskan bahwa insiden ini diperkirakan terjadi sekitar pukul 19.30 WIB. Menurut keterangan Yudi, pelaku diduga merupakan satu orang yang mengendarai sepeda motor dan melakukan aksinya dengan cepat sebelum meninggalkan lokasi.

“Satu, satu orang (yang melakukan pelemparan),” ujar Yudi saat ditemui di lokasi kejadian pada Sabtu (15/8).

Yudi menambahkan bahwa pelaku sempat menghentikan kendaraannya di bawah tenda pos tanpa turun dari sepeda motor. Setelah itu, pelaku menyalakan api dari posisi duduk di atas motornya sebelum melemparkan material yang diduga merupakan bom molotov ke arah pos.

“Enggak turun dari motor. Berhenti, jadi nyalain apinya posisi di atasnya motor,” jelasnya.

Ciri-Ciri Pelaku dan Kendaraan yang Teridentifikasi

Mengenai penampilan pelaku, Yudi mengaku tidak dapat melihat wajah pelaku secara jelas karena posisi pelaku menghadap ke arah barat. Namun, ia sempat mencatat beberapa ciri fisik pelaku yang bisa menjadi petunjuk penting dalam proses identifikasi.

“Kalau dari sini kelihatannya (baju) gelap, enggak berwarna. Helm tadi kalau saya lihat sepintas biru muda polos, enggak tahu mereknya,” kata Yudi.

Untuk jenis kendaraan, Yudi menduga pelaku mengendarai sepeda motor tipe bebek. Ia juga memperkirakan seluruh proses pelemparan berlangsung dalam waktu dua hingga tiga menit, menunjukkan bahwa pelaku memiliki persiapan yang matang sebelum melakukan aksinya.

Tidak Ada Ledakan, Hanya Pecahan Kaca

Yudi menyebutkan bahwa tidak terdengar suara ledakan yang keras selama insiden berlangsung. Yang terdengar hanyalah bunyi benturan material kaca yang pecah, mengindikasikan bahwa bom molotov tersebut tidak meledak sepenuhnya.

“Nggak ada suara ledakan, cuma suara kayak kaca pecah gitu aja. Kalau dari lihatnya sih botol, soalnya kan kelihatan kaca pecah tadi. Jelas-jelas dia nyalain api terus melempar,” ungkapnya.

Api yang muncul akibat lemparan botol tersebut diperkirakan mencapai ketinggian sekitar satu meter dan tidak sempat membesar. Seorang ibu pengendara lain yang berada di dekat lokasi langsung memadamkan api tersebut dengan cepat.

“Apinya enggak gede, enggak sampai tinggi, cuma satu meteran. Terus ada pengendara lain, ibu-ibu, langsung memadamkan api. Jadi enggak sampai satu dua menit apinya sudah padam,” katanya.

Pos Kosong Saat Insiden Terjadi

Yudi menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini. Pos lalu lintas tersebut sedang dalam kondisi kosong saat peristiwa pelemparan terjadi, sehingga tidak ada petugas yang terluka.

“Nggak ada korban, kosong. Posisi pos lagi kosong,” kata Yudi.

Setelah melancarkan aksinya, pelaku langsung meninggalkan tempat kejadian perkara (TKP). Hingga saat ini, belum ada garis polisi yang terpasang di sekitar area pos, namun penyelidikan masih terus dilakukan.

Konfirmasi dari Polda Jatim

Kombes Pol Jules Abraham Abast, Kabid Humas Polda Jatim, menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan pengecekan dan konfirmasi terkait dugaan pelemparan bom molotov tersebut. Proses verifikasi informasi masih berlangsung untuk memastikan keakuratan laporan.

“Terkait informasi tersebut, saya juga masih melakukan pengecekan dan konfirmasi kepada jajaran untuk memastikan kebenarannya. Untuk informasi awal terkait kejadian di wilayah Surabaya, rekan-rekan juga dapat mengonfirmasi langsung ke Humas Polrestabes Surabaya. Apabila nanti sudah ada informasi yang terverifikasi, tentu akan saya sampaikan lebih lanjut,” kata Jules.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Insiden Pos Lantas

Apakah ada korban dalam insiden pelemparan bom molotov di Pos Lantas Surabaya? Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka karena pos sedang kosong saat insiden terjadi pada Sabtu malam, 15 Agustus.

Kapan dan di mana tepatnya insiden ini terjadi? Insiden terjadi sekitar pukul 19.30 WIB di pertigaan perlintasan kereta api Jalan Ahmad Yani dan Jalan Margorejo, Kelurahan Ketintang, Kecamatan Gayungan, Surabaya.

Siapa yang melakukan pelemparan bom molotov? Pelaku diduga merupakan satu orang yang mengendarai sepeda motor tipe bebek dengan helm biru muda polos dan baju gelap.

Bagaimana kondisi pos setelah insiden? Pintu pos menunjukkan bercak-bercak berwarna gelap dan menghitam akibat lemparan bom molotov, namun tidak ada ledakan yang terjadi.

Apakah penyelidikan masih berlangsung? Ya, Polda Jatim melalui Kabid Humas Kombes Pol Jules Abraham Abast masih melakukan pengecekan dan konfirmasi terkait insiden ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *