Skip to content
Yellow Desk
Agustus 29, 2026
Kumparantech

YouTube Naikkan Syarat Monetisasi, Kreator Shorts Harus Raih 20 Juta Views

Daniel Lopez - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Platform video terbesar di dunia, YouTube, resmi mengumumkan kebijakan baru yang akan mengubah lanskap monetisasi bagi para kreator konten. Mulai 1 Februari

YouTube Naikkan Syarat Monetisasi, Kreator Shorts Harus Raih 20 Juta Views

YouTube Naikkan Syarat Monetisasi Kreator: Apa yang Perlu Diketahui?

Kabarnusantaraku.com – Platform video terbesar di dunia, YouTube, resmi mengumumkan kebijakan baru yang akan mengubah lanskap monetisasi bagi para kreator konten. Mulai 1 Februari 2027, YouTube Naikkan Syarat Monetisasi Kreator dengan menetapkan target penayangan yang lebih tinggi. Perubahan ini khususnya berdampak signifikan bagi pembuat konten Shorts yang selama ini mengandalkan format video pendek untuk membangun audiens dan penghasilan.

Kebijakan terbaru ini menetapkan dua jalur utama untuk memenuhi syarat monetisasi. Pertama, kreator harus mengumpulkan minimal 8.000 jam tayang dalam periode 12 bulan terakhir. Kedua, alternatifnya adalah meraih 20 juta penayangan Shorts yang memenuhi syarat dalam 90 hari terakhir. Angka-angka ini mencerminkan lonjakan yang cukup signifikan dibandingkan standar sebelumnya yang hanya memerlukan 1.000 subscriber ditambah 4.000 jam tayang dalam setahun.

Bagaimana Dampaknya Bagi Shorts Creators Pool?

Salah satu aspek penting dari perubahan ini adalah penyesuaian pada program Shorts Creators Pool. Kreator yang mendapatkan pendapatan melalui pool ini kini harus mempertahankan jumlah penayangan Shorts minimal 10 juta dalam periode 90 hari. Namun, penting untuk dicatat bahwa penurunan di bawah ambang batas ini tidak serta-merta mengeluarkan kreator dari YouTube Partner Program (YPP).

“Kreator masih bisa memperoleh pendapatan dari konten video berdurasi panjang. Pendapatan khusus dari Shorts akan kembali aktif setelah kanal berhasil mencapai kembali target 10 juta penayangan dalam jangka waktu 90 hari,” jelas perwakilan YouTube dalam pengumuman resminya.

YouTube menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk menyesuaikan kebijakan monetisasi dengan pertumbuhan platform yang semakin masif. Saat ini, platform mencatat lebih dari 200 miliar penayangan Shorts setiap harinya. Selain itu, pengguna juga menonton lebih dari 1 miliar jam video YouTube melalui perangkat televisi setiap hari. Kondisi ini menunjukkan bahwa platform terus berkembang, namun juga membutuhkan standar yang lebih tinggi bagi kreator.

Ekspansi Premium Lite dan Model Pembagian Pendapatan

Dalam pengumuman yang sama, YouTube juga menyampaikan rencana strategis untuk memperluas layanan berlangganan Premium Lite. Layanan ini akan tersedia di seluruh negara yang sudah menyediakan YouTube Premium. Premium Lite merupakan paket berlangganan yang lebih terjangkau dibandingkan versi premiumnya, namun tetap menawarkan pengalaman menonton tanpa iklan pada sebagian besar video.

Layanan ini juga memungkinkan pengguna untuk mengunduh video dan menontonnya secara offline, serta memutar video di latar belakang. Yang menarik, kreator akan mendapatkan bagian dari pendapatan langganan berdasarkan waktu menonton dan jumlah penayangan yang dihasilkan oleh anggota. YouTube menetapkan pembagian pendapatan sebesar 55 persen untuk kreator video berdurasi panjang dan 45 persen untuk kreator Shorts.

“Seiring bertambahnya jumlah pelanggan, kreator dapat mengharapkan pendapatan yang lebih tinggi. Ketika seorang pengguna berlangganan Premium, mitra rata-rata mendapatkan lebih banyak penghasilan dibandingkan ketika pengguna tersebut menonton iklan,” tulis YouTube dalam blog resminya. Pernyataan ini memberikan gambaran positif tentang potensi pendapatan jangka panjang bagi kreator.

Konteks Persaingan Platform Media Sosial

Perubahan yang dilakukan YouTube tidak terjadi dalam ruang hampa. Platform media sosial lain juga mulai memperketat program monetisasi mereka. X, platform milik Elon Musk, baru-baru ini mengubah sistem pembayaran kreatornya dengan hanya memberikan penghargaan untuk konten yang dianggap orisinal. Sementara itu, Facebook pada awal tahun ini meluncurkan program monetisasi baru yang bertujuan menarik kreator populer dari platform pesaing seperti TikTok dan YouTube.

Persaingan ini menunjukkan bahwa platform-platform besar sedang berusaha mempertahankan dan menarik kreator berkualitas. Di sisi lain, kebijakan yang lebih ketat juga bertujuan untuk memastikan bahwa program monetisasi berfokus pada kreator yang mampu menghasilkan konten orisinal dan menarik audiens dalam jumlah besar.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kebijakan Baru YouTube

Apakah kreator yang sudah terdaftar dalam YPP akan terdampak? Tidak, YouTube menegaskan bahwa kebijakan baru tidak akan memengaruhi kreator yang sudah terdaftar dalam YouTube Partner Program (YPP) sebelum tanggal implementasi.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai target baru? Untuk jalur Shorts, kreator memiliki 90 hari untuk mencapai 20 juta penayangan. Untuk jalur jam tayang, periode yang digunakan adalah 12 bulan terakhir.

Bagaimana jika saya tidak mencapai target 10 juta penayangan Shorts? Anda tidak akan langsung dikeluarkan dari YPP. Pendapatan dari video berdurasi panjang tetap berjalan, dan pendapatan Shorts akan kembali aktif setelah mencapai target 10 juta penayangan dalam 90 hari.

Apakah Premium Lite akan tersedia di Indonesia? YouTube berencana memperluas Premium Lite ke seluruh negara yang sudah menyediakan YouTube Premium, termasuk Indonesia. Informasi lebih lanjut dapat dilihat melalui halaman resmi YouTube Premium.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *