Skip to content
Yellow Desk
Agustus 28, 2026
Kumparantech

Norwegia Siap Batasi Kacamata Pintar, Dilarang Pakai Fitur Face Recognition

Mary Davis - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Temuan investigasi yang dipublikasikan WIRED pada 4 Juni 2026 memicu gelombang kekhawatiran baru di Eropa. Laporan tersebut mengungkap bahwa Meta telah

Norwegia Siap Batasi Kacamata Pintar, Dilarang Pakai Fitur Face Recognition

Norwegia Akan Larang Fitur Pengenalan Wajah pada Kacamata Pintar di Ruang Publik

Kabarnusantaraku.com – Temuan investigasi yang dipublikasikan WIRED pada 4 Juni 2026 memicu gelombang kekhawatiran baru di Eropa. Laporan tersebut mengungkap bahwa Meta telah menyisipkan sistem pengenalan wajah — yang secara internal diberi nama “NameTag” dan kemudian diubah menjadi “Connections” — ke dalam aplikasi pendamping Meta AI. Aplikasi ini menjadi prasyarat utama untuk menjalankan kacamata pintar Ray-Ban Meta maupun Oakley, dan tercatat telah diunduh lebih dari 50 juta kali.

Analisis kode yang dilakukan oleh pihak independen menunjukkan bahwa Meta menanamkan tiga model AI langsung ke perangkat ponsel pengguna: satu untuk mendeteksi wajah, satu untuk memotong (crop) gambar, dan satu lagi untuk mengubahnya menjadi sidik biometrik wajah atau faceprints. Ketika fitur tersebut diaktifkan, kacamata pintar secara otomatis mengidentifikasi orang yang tertangkap lensa dan mengirim notifikasi berisi identitasnya kepada pemakainya.

Respons Norwegia: Regulasi Ketat Menanti

Merespons temuan itu, pemerintah Norwegia mempercepat langkah untuk memperketat aturan terhadap kacamata pintar dan perangkat sejenis. Salah satu kebijakan yang tengah dipertimbangkan adalah pelarangan penggunaan fitur pengenalan wajah terhadap orang lain di ruang publik. Menteri Digitalisasi Norwegia, Karianne Tung, menegaskan bahwa pembatasan tersebut secara spesifik menyasar teknologi biometrik.

“Langkah ini, misalnya, dapat berupa pelarangan fitur seperti pengenalan wajah terhadap orang lain di tempat umum,” tegas Tung.

Tung menjelaskan bahwa kombinasi kamera, mikrofon, dan kecerdasan buatan kini semakin merajam pada perangkat sehari-hari — tidak hanya kacamata pintar, tetapi juga earbud, topi, dan berbagai aksesori lain. Ia menilai perkembangan teknologi semacam itu telah menekan ruang privasi individu secara signifikan.

“Kita dapat melihat bahwa kehidupan pribadi dan privasi masyarakat berada di bawah tekanan teknologi baru, sehingga saya ingin meregulasi kacamata pintar dan perangkat serupa secara lebih ketat daripada saat ini.”

“Kita harus mencegah perangkat ini digunakan untuk memantau orang lain di ruang publik,”

Sebagai tindak lanjut, pemerintah Norwegia segera menunjuk kelompok ahli untuk merumuskan pedoman perlindungan konsumen. Sektor publik dan swasta juga diminta menyusun panduan penggunaan mandiri.

Peringatan dari Dunia Keamanan Digital

Cooper Quintin, peneliti keamanan dari Electronic Frontier Foundation (EFF) yang turut memverifikasi temuan WIRED, menyampaikan peringatan keras mengenai implikasi temuan tersebut.

“Fitur ini belum dibuka untuk konsumen, tetapi tampaknya sudah hampir siap. Meta tampak telah membangun kapasitas untuk mengubah para pelanggan mereka menjadi mesin pengawas massal yang terdistribusi,” ujar Quintin kepada WIRED.

Meta Membantah, Namun Jejak Masa Lalu Tetap Membayangi

Juru bicara Meta, Ryan Daniels, menanggapi laporan tersebut dengan menyatakan bahwa kode yang ditemukan hanyalah bagian dari eksplorasi teknologi internal perusahaan.

“Belum ada fitur yang kami rilis ke konsumen dan belum ada keputusan akhir mengenai hal ini. Jika kami memutuskan untuk merilisnya, kami akan mengambil pendekatan yang matang dengan transparansi penuh. Kami juga tidak sedang membangun basis data wajah terpusat,” kata Daniels kepada WIRED.

Namun, janji kehati-hatian itu tidak sepenuhnya meredakan alarm di Eropa. Jejak masa lalu Meta yang pernah terkena denda biometrik bernilai miliaran dolar di Amerika Serikat tetap menjadi bayang-bayang yang memperkuat kekhawatiran regulator.

Desak Penghentian Sementara Penjualan

Finn Lützow-Holm Myrstad, Kepala Kebijakan Digital Dewan Konsumen Norwegia, mendorong para peritel untuk menghentikan sementara penjualan kacamata pintar hingga kepastian hukum tercapai.

“Meta sudah menyiapkan teknologi ini, dan tinggal menunggu waktu sebelum meluncur ke kacamata pintar,” Myrstad kepada AFP.

Ia juga mengingatkan bahwa larangan terhadap fitur pengenalan wajah tidak serta-merta akan menghentikan praktik merekam orang lain secara diam-diam menggunakan kacamata pintar.

“Potensi penyalahgunaannya sangat besar,” tegasnya.

Frequently Asked Questions

What is Norwegia Siap Batasi Kacamata Pintar Dilarang?

Norwegia Siap Batasi Kacamata Pintar Dilarang is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Norwegia Siap Batasi Kacamata Pintar Dilarang matter?

Norwegia Siap Batasi Kacamata Pintar Dilarang matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *