Api di Way Kambas Melahap 673 Hektare, Militer Lampung Turun Tangan
Kabarnusantaraku.com – Kebakaran hutan dan lahan yang membakar kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) di Lampung kini telah menghanguskan area seluas 673,4 hektare. Menyikapi skala kerusakan tersebut, Kodam XXI/Radin Inten memutuskan untuk mengerahkan personel beserta berbagai peralatan guna mempercepat upaya pemadaman.
Pengerahan Pasukan dan Peralatan Darat
Mayjen TNI Kristomei Sianturi, Pangdam XXI/Radin Inten, menjelaskan bahwa prajurit dari Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 943/Darah Putih Cakti telah dikirim ke titik-titik kebakaran. Mereka beroperasi di bawah kendali Dandim 0429/LT.
“Personel Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 943/Darah Putih Cakti dengan dilengkapi 2 mobil pemadam kebakaran, 1 mobil tangki Air, Truk NPS, Drone, dikerahkan untuk membantu pemadaman di bawah kendali operasi Dandim 0429/LT,” ujar Kristomei, Sabtu (22/8).
Dukungan dari Udara dan Rekayasa Cuaca
Upaya pemadaman tidak hanya mengandalkan kekuatan darat. Kristomei mengungkapkan bahwa operasi hujan buatan tengah dikoordinasikan bersama BPBD Provinsi dan dijadwalkan berlangsung pada Senin, 24 Agustus 2026. Selain itu, helikopter Water Bombing yang berbasis di Palembang juga sedang disiapkan untuk menjangkau area yang sulit dijangkau oleh kendaraan darat.
“Sedang dikoordinasikan dengan BPBD Provinsi hujan buatan yang akan dilaksanakan hari Senin, 24 Agustus 2026,” terangnya.
“Helly Water Bombing dari Palembang sedang dikoordinasikan segera mungkin,” tambahnya.
Koordinasi Lintas Lembaga di Lapangan
Kristomei menegaskan bahwa penanganan kebakaran berskala besar menuntut sinergi seluruh pemangku kepentingan di daerah. Kodam XXI/Radin Inten bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) telah turun langsung ke lokasi kejadian untuk mendukung pemadaman sekaligus mencegah api menjalar lebih jauh.
“Terus berkoordinasi dengan pihak terkait, dan jajaran forkopimda untuk mendukung upaya pemadaman dan mencegah api meluas. Dan saat ini sudah turun ke TKP bersama-sama,” ungkapnya.
Imbauan kepada Masyarakat
Pangdam juga menyerukan agar warga tidak melakukan aktivitas apa pun yang berpotensi memicu percikan api di dalam kawasan konservasi. Ia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga kelestarian Way Kambas.
“Mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran dan bersama-sama menjaga Way Kambas,” pungkasnya.
Status Satwa dan Operasi Pemadaman Berkelanjutan
Brigjen TNI Sriyanto, M.I.R., M.A., Kapoksahli Pangdam XXI sekaligus Ketua Komite Gabungan Mitigasi dan Penanganan Interaksi Negatif Gajah Sumatra di TN Way Kambas, turut hadir di lapangan. Ia memimpin langsung proses pemadaman bersama para prajurit di titik-titik krusial.
“Saya bersama tim turun langsung ke lapangan untuk mendatangi titik-titik krusial serta memimpin langsung proses pemadaman bersama para prajurit,” ujar Sriyanto.
Menurut Sriyanto, meskipun area yang terbakar cukup luas, hingga saat ini belum ada laporan mengenai gajah maupun satwa lain yang menjadi korban kebakaran. Tim gabungan terus bekerja di berbagai titik untuk mengendalikan dan memadamkan sisa-sisa api.
“Meskipun area yang terdampak cukup luas, bersyukur sementara ini belum ada laporan gajah maupun satwa lain yang terdampak kebakaran,” lanjutnya.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Karhutla Way Kambas Capai 673 Hektare?
Karhutla Way Kambas Capai 673 Hektare is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Karhutla Way Kambas Capai 673 Hektare matter?
Karhutla Way Kambas Capai 673 Hektare matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
