Habitat Harimau Sumatera di Riau Terancam Api Gambut di SM Kerumutan
Kabarnusantaraku.com – Habitat Harimau Sumatera di Riau kini berada di bawah bayang-bayang kebakaran hutan dan lahan yang telah berlangsung lebih dari tujuh hari di kawasan Suaka Margasatwa Kerumutan. Kobaran api yang menyelimuti lahan gambut bukan sekadar merusak pepohonan; ia menggerus ruang hidup salah satu karnivora paling ikonik di Nusantara. Bagi otoritas konservasi, setiap jam api bertahan berarti habitat satwa liar menyempit satu langkah lagi.
Kondisi Medan dan Tantangan Pemadaman
Menjangkau titik kebakaran di dalam SM Kerumutan bukan perkara sederhana. Vegetasi hutan yang sangat rapat di atas lahan gambut menyamarkan posisi kobaran, sehingga tim harus membuka jalur sambil mencari sumber api. Dari batas luar suaka margasatwa, jarak tempuh menuju titik api diperkirakan sekitar 32 kilometer melalui jalur darat yang jauh dari kata mulus.
“Jarak tempuh tim darat itu lebih kurang 32 kilometer dan itu jalur yang tidak seperti yang kita bayangkan,” ungkap petugas di lapangan.
Pada Jumat dan Sabtu pekan sebelumnya, Satgas Udara telah menjalankan operasi water bombing dan sempat berhasil memadamkan kobaran. Namun bara yang tertinggal di dalam lapisan gambut, ditambah cuaca kering serta angin kencang, membuat asap kembali mengepul tak lama kemudian.
“Karhutla yang terjadi di SM Kerumutan sudah satu minggu lebih. Sudah dilakukan water bombing oleh Satgas Udara, di hari Jumat dan Sabtu sempat padam, tapi karena cuaca dan angin yang kencang kini asapnya muncul kembali,” jelasnya.
Dampak terhadap Habitat dan Status Satwa
BBKSDA Riau sementara memperkirakan area yang terbakar mencakup sekitar lima hektare lahan gambut. Angka tersebut masih bersifat perkiraan karena tim verifikasi lapangan belum tiba di lokasi untuk pengukuran langsung.
“Sekitar 5 hektare, itu lahan gambut,” ujarnya.
Kabar baik datang dari sisi satwa. Supartono, Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau, menegaskan bahwa hingga Selasa (25/8) belum ada laporan satwa yang menjadi korban langsung kebakaran. Meski demikian, penyempitan habitat harimau Sumatera di Riau akibat kebakaran berulang tetap menjadi kekhawatiran utama, mengingat populasi spesies ini di provinsi tersebut sudah berada pada angka yang sangat terbatas.
“Sampai saat ini belum menemukan satwa yang terdampak akibat kebakaran,” kata Supartono di kantor BBKSDA Riau.
Tim udara kini difokuskan untuk memetakan ulang posisi api, sementara personel darat diterjunkan guna menilai apakah pemadaman langsung dari darat masih memungkinkan. Selain titik api di dalam SM Kerumutan, terdapat pula kebakaran di luar kawasan yang diperkirakan berada sekitar 12 kilometer dari batas suaka margasatwa.
“Kami BBKSDA Riau terus memantau perkembangan karhutla tersebut untuk memastikan api tidak semakin meluas dan mengancam habitat harimau Sumatera serta satwa liar lainnya yang berada di kawasan konservasi,” pungkasnya.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Karhutla dan Habitat Harimau Sumatera di Riau
Apakah kebakaran di SM Kerumutan sudah padam sepenuhnya? Belum. Meskipun water bombing sempat berhasil pada Jumat dan Sabtu, bara di lapisan gambut membuat api berkobar ulang akibat cuaca kering dan angin kencang. Tim udara dan darat masih bekerja untuk memadamkan sisa kobaran.
Berapa luas lahan yang terbakar? Estimasi sementara BBKSDA Riau menyebut sekitar lima hektare lahan gambut. Angka final menunggu verifikasi langsung di lapangan oleh tim pengukuran.
Apakah ada satwa yang menjadi korban? Hingga Selasa (25/8), belum ada laporan satwa yang terdampak langsung. Pemantauan intensif tetap dilakukan untuk memastikan tidak ada korban lanjutan di area sekitar titik api.
Kenapa kebakaran gambut sulit dipadamkan sekali jadi? Lapisan gambut menyimpan bara di kedalaman yang tidak terjangkau air permukaan. Ketika cuaca kering dan angin kencang bertemu, bara tersebut mudah menyala kembali, sehingga pemadaman menjadi proses berulang yang memerlukan pendekatan udara dan darat secara simultan.
