Warga Australia di Bali Hadapi Proses Deportasi Setelah Insiden di Pekarangan Warga Badung
Penyerahan ke Imigrasi Ngurah Rai
Kabarnusantaraku.com – Seorang pria asal Australia berinisial BA, berusia 27 tahun, kini berada di bawah penanganan Kantor Imigrasi Ngurah Rai. Pria tersebut sebelumnya diamankan aparat kepolisian setelah diduga melakukan perbuatan asusila—berhubungan intim—di halaman rumah seorang warga di kawasan Badung, Bali. Meski sempat ditangani polisi, BA tidak menjalani penahanan. Ia langsung dialihkan ke pihak imigrasi untuk diproses deportasinya.
“Kami upayakan deportasi sesegera mungkin karena berita ini sudah cukup viral. Kami segera tindak lanjuti untuk pendeportasiannya,” ujar Muhammad Teguh Santoso, Kasi Pemeriksaan III Imigrasi Ngurah Rai.
Latar Belakang Kehadiran BA di Bali
Berdasarkan hasil pemeriksaan, BA masuk ke Indonesia menggunakan Visa on Arrival (VoA) yang masih dalam masa berlaku. Rencana awalnya tinggal selama empat hari di Bali, yakni untuk menemani seorang rekannya yang hendak menjalani kegiatan pranikah. Namun, rencana singkat itu berubah setelah insiden di pekarangan warga terjadi.
Momen Penangkapan di Bandara
BA akhirnya ditangkap di Bandara Ngurah Rai pada Selasa, 25 Agustus, bertepatan dengan jadwal kepulangannya. Teguh mengungkapkan bahwa sebelum penangkapan dilakukan, nama BA sudah lebih dulu dicatat dalam daftar subject of interest oleh pihak imigrasi. Setelah diamankan, Bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) Ngurah Rai menyerahkan BA kepada Polres Badung guna pemeriksaan lanjutan.
“Saat diamankan tidak ada perlawanan. Jadi, bisa dikatakan hanya mengikuti saja apa prosedur yang ada,” jelas Teguh.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is WN Australia Berhubungan Intim di Pekarangan?
WN Australia Berhubungan Intim di Pekarangan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does WN Australia Berhubungan Intim di Pekarangan matter?
WN Australia Berhubungan Intim di Pekarangan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
