Skip to content
Yellow Desk
September 1, 2026
Kumparanbisnis

Kementan Usul Tambahan Anggaran Rp 5 T untuk Kembangkan Komoditas Kelapa-Kakao

Susan Davis - kabarnusantaraku.com 4 mins read

Pemerintah pusat tengah menyiapkan lonjakan belanja sektor pertanian yang belum pernah terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Melalui Kementan usul tambahan

Kementan Usul Tambahan Anggaran Rp 5 T untuk Kembangkan Komoditas Kelapa-Kakao

Kementan Usul Tambahan Anggaran Rp 5 T

Kabarnusantaraku.com – Pemerintah pusat tengah menyiapkan lonjakan belanja sektor pertanian yang belum pernah terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Melalui Kementan usul tambahan anggaran Rp 5 triliun, pagu belanja kementerian tersebut untuk tahun 2027 melonjak dari Rp 23,23 triliun menjadi Rp 28,02 triliun. Di balik angka itu tersimpan ambisi besar: mengubah posisi Indonesia dalam rantai pasok komoditas perkebunan bernilai tinggi, khususnya kelapa dan kakao, agar hilirisasi terjadi di dalam negeri dan devisa tidak lagi bocor ke luar.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan langsung permohonan tersebut dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI pada Selasa (1/9). Ia menegaskan bahwa dana tambahan dimaksudkan untuk menjamin kepastian pasokan bahan baku industri pengolahan, menyerap tenaga kerja pedesaan, menaikkan pendapatan petani, serta memperkuat substitusi impor dan daya saing ekspor nasional. Surat resmi ke Menteri Keuangan telah dikirim pada 18 Agustus 2026.

“Dalam rangka menjamin kepastian pasokan bahan baku industri pengolahan, peningkatan penyerapan tenaga kerja, meningkatkan pendapatan petani, serta memperkuat substitusi impor dan daya saing ekspor nasional sesuai arahan Bapak Presiden, Kementerian Pertanian tanggal 18 Agustus 2026 telah bersurat ke Menteri Keuangan terkait usulan anggaran belanja tambahan Rp 5 triliun.”

Tujuh Komoditas Strategis dan Mekanisasi Tebu

Porsi terbesar dari tambahan anggaran Rp 5 triliun dialokasikan untuk pengembangan tujuh komoditas perkebunan yang dinilai strategis: kelapa, lada, pala, tebu, kopi, kakao, dan jambu mete. Kelapa dan kakao selama ini tertekan oleh impor mentah yang memindahkan nilai tambah pengolahan ke negara lain. Dengan memperkuat produksi domestik, pemerintah berharap hilirisasi dapat dilakukan di dalam negeri sehingga devisa tidak lagi bocor melalui pembelian bahan baku asing.

Di luar pengembangan komoditas, anggaran juga mencakup pengadaan 1.250 unit traktor khusus untuk sektor tebu. Mekanisasi lahan tebu selama ini menjadi titik lemah produktivitas; ketergantungan pada tenaga kerja manual membuat biaya produksi tinggi dan kualitas panen tidak konsisten. Kehadiran ribuan traktor baru diharapkan memangkas biaya operasional sekaligus mempercepat siklus tanam-panen.

DAK Fisik 2027 dan Keselarasan dengan RKP

Di luar usulan tambahan anggaran kementerian, Amran juga memaparkan gambaran Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik tahun 2027. Total pagu DAK fisik lintas seluruh bidang mencapai Rp 5 triliun, namun porsi yang jatuh ke subbidang pertanian hanya Rp 111 miliar. Daerah prioritas penerima DAK fisik 2027 telah ditetapkan sebanyak 20 kabupaten yang tersebar di 10 provinsi. Untuk alokasi DAK non-fisik 2027, Amran mengakui bahwa angka pastinya belum ditetapkan oleh Kementerian PPN/Bappenas dan Kementerian Keuangan.

“Daerah prioritas penerima DAK fisik tahun anggaran 2027 diketuk 20 kabupaten di 10 provinsi sedangkan untuk alokasi DAK non-fisik 2027 belum ditetapkan oleh Kementerian PPN/Bappenas dan Kementerian Keuangan.”

Kebijakan anggaran ini merupakan turunan langsung dari tema Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027, yakni akselerasi pertumbuhan berkualitas melalui produktivitas, investasi, dan industri. Kementan menerjemahkan tema tersebut ke dalam sejumlah program prioritas: penyediaan infrastruktur lahan dan air, distribusi benih dan bibit berkualitas, penguatan sarana produksi pertanian, hilirisasi, modernisasi, hingga penguatan penyuluhan dan regenerasi petani muda.

Regenerasi petani menjadi poin yang kerap luput dari perhatian publik. Data demografis menunjukkan rata-rata usia petani Indonesia terus merangkak naik, sementara generasi muda enggan meneruskan aktivitas pertanian karena persepsi rendahnya pendapatan dan tingginya risiko. Program regenerasi yang dicanangkan berupaya membalik narasi itu dengan menawarkan akses teknologi, pembiayaan, dan pasar yang lebih terstruktur.

Target Produksi 2027

Sebagai konsekuensi logis dari seluruh program di atas, pemerintah menetapkan target produksi sejumlah komoditas prioritas untuk tahun 2027. Di sektor pangan, targetnya meliputi beras 34,83 juta ton, jagung 18,23 juta ton, kedelai 392 ribu ton, ubi kayu 17,79 juta ton, dan tebu 42 juta ton. Di sektor perkebunan, angka yang dipatok jauh lebih besar: kelapa sawit 245,4 juta ton, kopi 791 ribu ton, kelapa 2,9 juta ton, kakao 633 ribu ton, pala 41 ribu ton, dan lada 64 ribu ton. Sementara di sektor peternakan dan hortikultura, target mencakup susu 922 ribu ton, telur 8,08 juta ton, daging 5,28 juta ton, bawang merah 2,14 juta ton, dan bawang putih 40,63 ribu ton.

FAQ

Berapa total anggaran Kementan setelah tambahan disetujui? Apabila usulan tambahan anggaran Rp 5 triliun disetujui, pagu belanja Kementerian Pertanian untuk tahun 2027 akan mencapai Rp 28,02 triliun, naik dari Rp 23,23 triliun.

Komoditas apa saja yang menjadi sasaran utama tambahan anggaran? Tujuh komoditas perkebunan strategis: kelapa, lada, pala, tebu, kopi, kakao, dan jambu mete. Selain itu, 1.250 unit traktor khusus dialokasikan untuk sektor tebu.

Kapan dan bagaimana usulan ini disampaikan? Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan permohonan tersebut dalam rapat kerja Komisi IV DPR RI pada Selasa (1/9). Surat resmi ke Menteri Keuangan telah dikirim pada 18 Agustus 2026.

Apakah DAK non-fisik pertanian 2027 sudah ditetapkan? Belum. Amran menegaskan bahwa alokasi DAK non-fisik 2027 masih menunggu penetapan oleh Kementerian PPN/Bappenas dan Kementerian Keuangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *