Industri Keuangan Syariah Indonesia Capai Rp 3.250,22 Triliun, Namun Inklusi Masih Rendah
Kabarnusantaraku.com – Per Juni 2026, total aset yang dikelola sektor keuangan syariah di Tanah Air telah menyentuh angka Rp 3.250,22 triliun. Skala tersebut, menurut pejabat OJK, kini setara dengan besaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.
“per Juni 2026, berapa sih sebenarnya angkanya? Rp 3.250,22 triliun Juni. Tentu angka ini angka yang cukup besar, oh ini sudah sama besarnya dengan APBN kita.”
Pernyataan itu disampaikan oleh Dicky Kartikoyono, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen (PEPK) OJK, dalam gelaran Expo Keuangan dan Seminar Syariah (EKSiS) 2026 yang berlangsung di Jakarta pada Kamis (20/8).
Gap Literasi dan Inklusi yang Masih Lebar
Di balik capaian nominal tersebut, Dicky menyoroti ketimpangan antara pemahaman dan partisipasi masyarakat. Tingkat literasi keuangan syariah telah berada di kisaran 43 persen, sementara angka inklusinya baru menyentuh 13 persen. Selisih dua digit itu, menurutnya, menunjukkan bahwa pertumbuhan aset belum sepenuhnya diterjemahkan menjadi akses nyata bagi masyarakat luas.
“Hemat kami sebenarnya pertumbuhan ini baru satu indikator. Karena keberadaan dari keuangan syariah kita, sekarang ini maaf-maaf, inklusinya masih terbatas. Baru 43 persen (literasinya) kemudian inklusinya 13 persen.”
Peluang Perkuat Pendanaan dari Dalam dan Luar Negeri
Untuk memperluas basis pendanaan, Dicky menggarisbawahi dua jalur strategis. Pertama, menaikkan porsi penyaluran anggaran negara melalui perbankan syariah agar likuiditas APBN lebih banyak mengalir ke ekosistem syariah domestik. Kedua, menggarap potensi dana dari kawasan Timur Tengah yang dinilai belum dimanfaatkan secara optimal.
“Seandainya kita bisa tap sumber dana dari Middle East. Why kok negara-negara di Arab senengnya invest malah ke London? Nah ini tentu pertanyaan-pertanyaan yang fundamental.”
Dicky menegaskan bahwa posisi Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia membuka ruang yang sangat luas, baik untuk memperdalam pasar domestik maupun untuk menarik minat investor global ke dalam industri keuangan syariah nasional.
“Kita sebagai orang muslim, kemudian kita sebagai pegiat keuangan syariah, dan bagaimana kita melihat bahwa potensi yang ada ini bisa kita manfaatkan untuk kepentingan bersama.”
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Aset Keuangan Syariah Tembus Rp 3 250?
Aset Keuangan Syariah Tembus Rp 3 250 is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Aset Keuangan Syariah Tembus Rp 3 250 matter?
Aset Keuangan Syariah Tembus Rp 3 250 matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
