Skip to content
Yellow Desk
Agustus 29, 2026
Kumparanbisnis

BNPB dan PNM Bangkitkan Ekonomi Warga Agam Lewat Olahan Ikan dari Danau Maninjau

Susan Davis - kabarnusantaraku.com 4 mins read

Kabupaten Agam kini mengalami transformasi ekonomi yang signifikan berkat kolaborasi strategis antara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan PT

BNPB dan PNM Bangkitkan Ekonomi Warga Agam Lewat Olahan Ikan dari Danau Maninjau

BNPB dan PNM Bangkitkan Ekonomi Agam Lewat Olahan Ikan

Kabarnusantaraku.com – Kabupaten Agam kini mengalami transformasi ekonomi yang signifikan berkat kolaborasi strategis antara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Program ini dirancang khusus untuk memberdayakan masyarakat terdampak bencana melalui pengembangan produk lokal unggulan. Salah satu fokus utama adalah pemanfaatan potensi Danau Maninjau sebagai sumber ekonomi berkelanjutan bagi warga setempat.

Program Klasterisasi 2026 menjadi kerangka kerja yang mengintegrasikan berbagai elemen pemulihan. Melalui pendekatan holistik, kedua lembaga ini tidak hanya membantu rehabilitasi fisik, tetapi juga membangun fondasi ekonomi yang tangguh. Masyarakat di Huntara Linggai, Nagari Duo Koto, Kecamatan Tanjung Raya, menjadi salah satu penerima manfaat utama dari program ini.

Strategi Pengembangan Klaster Olahan Ikan

Pengembangan klaster ikan asap di Danau Maninjau melibatkan proses yang terstruktur dan komprehensif. PNM bersama Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Agam telah menyelenggarakan tiga sesi pelatihan intensif bagi kelompok masyarakat lokal. Pelatihan ini mencakup teknik pengasapan modern, standar mutu produk, hingga strategi pemasaran digital untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Selain pelatihan, penyediaan infrastruktur menjadi kunci keberhasilan program. PNM menyumbang oven pengasapan berteknologi tinggi yang meningkatkan efisiensi produksi. Jalur pembiayaan tanpa agunan juga dibuka khusus untuk memenuhi kebutuhan modal kerja kelompok. Hal ini memungkinkan nelayan dan pengolah ikan untuk mengembangkan usaha tanpa beban utang yang memberatkan.

Integrasi Klaster Pinang Salareh Aia

Di sisi lain, klaster olahan pinang Salareh Aia di Kecamatan Palembayan menunjukkan sinergi yang kuat antara sektor formal dan tradisional. Kehadiran akademisi dari Fakultas Pertanian Universitas Andalas membawa perspektif ilmiah dalam pengolahan pinang. Mereka membantu masyarakat menerapkan metode pengolahan yang lebih higienis dan meningkatkan daya simpan produk.

Bantuan berupa oven, pisau pemotong pinang, dan genset memberikan dukungan operasional yang signifikan. PNM juga meninjau langsung usaha pengolahan pinang milik pelaku usaha lokal yang sudah memiliki jaringan pemasok bahan baku. Hal ini membuktikan bahwa program tidak hanya bersifat one-time assistance, tetapi membangun ekosistem ekonomi yang berkelanjutan.

Pemulihan ekonomi tidak berhenti ketika bantuan diberikan. Yang ingin didorong PNM adalah bagaimana masyarakat kembali memiliki kemampuan untuk menghasilkan, mengembangkan potensi yang ada di lingkungannya, dan perlahan membangun kemandirian ekonomi setelah bencana.

Brigjen Pol (Purn) Ary Laksmana Widjaja, Ketua Harian Unsur Pengarah BNPB, menekankan bahwa pemberdayaan ekonomi merupakan komponen krusial dalam proses pemulihan pascabencana. Menurutnya, masyarakat harus mampu beralih dari ketergantungan pada bantuan menuju kemandirian sumber penghidupan. Pendekatan ini memastikan bahwa bantuan tidak hanya bersifat sementara, tetapi menciptakan dampak jangka panjang.

Hendra Jalius, Pemimpin Cabang PNM Padang, menambahkan bahwa dukungan yang diberikan PNM diarahkan agar potensi lokal yang sudah dimiliki masyarakat dapat berkembang menjadi usaha yang berkelanjutan. Dengan fokus pada pengembangan kapasitas dan akses pasar, program ini diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru bagi generasi muda di Agam.

Apresiasi juga datang dari Pemerintah Kabupaten Agam. Asisten II, Adrinaldi, menyampaikan bahwa pemerintah daerah senantiasa mendukung upaya masyarakat untuk bangkit kembali. Menurutnya, kolaborasi dengan BNPB, PNM, dan mitra lainnya sangat membantu dalam memberikan berbagai program dukungan kepada warga.

Pemda Agam selalu mendukung masyarakat agar bisa bangkit dari bencana yang telah berdampak kepada kehidupan mereka. Kami berterima kasih kepada BNPB, PNM, dan seluruh mitra yang telah membantu serta memberikan dukungan kepada masyarakat melalui berbagai program.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Program

Apa saja produk unggulan yang dikembangkan dalam program ini? Program ini fokus pada dua produk utama, yaitu ikan asap dari Danau Maninjau dan pinang Salareh Aia. Kedua produk ini dipilih karena memiliki nilai ekonomi tinggi dan potensi pasar yang luas.

Bagaimana cara masyarakat mengakses pembiayaan dari PNM? PNM menyediakan jalur pembiayaan tanpa agunan khusus untuk kelompok masyarakat terdampak. Masyarakat dapat mengajukan permohonan melalui kantor cabang PNM Padang dengan persyaratan dokumen sederhana.

Berapa lama program klasterisasi ini berlangsung? Program Klasterisasi 2026 dirancang untuk berlangsung selama dua tahun dengan fase pendampingan intensif pada tahun pertama dan evaluasi berkala setiap enam bulan.

Apakah ada pelatihan untuk pemasaran digital? Ya, selain pelatihan pengolahan, program ini juga mencakup modul pemasaran digital untuk membantu pelaku usaha menjangkau konsumen di luar wilayah Agam melalui platform e-commerce.

Melalui pengembangan ikan Danau Maninjau dan pinang Salareh Aia, PNM berharap potensi lokal tidak hanya menjadi sumber pemulihan ekonomi sesaat. Diharapkan hal ini akan tumbuh menjadi usaha produktif yang membuka pasar, memperkuat pendapatan keluarga, dan mengembalikan harapan masyarakat Agam untuk membangun masa depan yang lebih mandiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *