Skip to content
Yellow Desk
Agustus 30, 2026
Kumparanbisnis

BPDP Sebut Realisasi Dana Peremajaan Sawit Rakyat Capai Rp 606 Miliar

Lisa Johnson - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Sejak pertama kali dijalankan pada 2017, program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) telah mencatatkan hasil yang signifikan. Menteri Koordinator Bidang

BPDP Sebut Realisasi Dana Peremajaan Sawit Rakyat Capai Rp 606 Miliar

Realisasi Peremajaan Sawit Rakyat Tembus Rp 606 Miliar di 2026

Pencapaian Kumulatif Sejak Peluncuran Program

Kabarnusantaraku.com – Sejak pertama kali dijalankan pada 2017, program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) telah mencatatkan hasil yang signifikan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa hingga Juli 2026, total lahan yang sudah diperbarui mencapai 427.441 hektare dengan nilai pendanaan keseluruhan Rp 12,14 triliun. Program ini juga diperkirakan mampu menyerap hingga satu juta tenaga kerja.

“Program PSR ini dalam beberapa waktu sejak 2017 hingga Juli [2026] sudah terealisasi 427.441 ha dengan total dana Rp 12,14 triliun dan diperkirakan dapat menyerap tenaga kerja sampai dengan 1 juta orang.”

Pernyataan tersebut disampaikan Airlangga pada acara Penandatanganan Pendanaan Program Sawit Rakyat serta Program Beasiswa Kelapa Sawit bersama sembilan perguruan tinggi, yang berlangsung di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (20/8).

Realisasi Khusus Tahun 2026

Untuk periode Januari 2026 hingga saat pelaporan, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) mencatat realisasi sebesar Rp 606 miliar. Angka itu mencakup 133 proposal yang tersebar di atas 20.229 hektare lahan dan melibatkan 10.403 petani kelapa sawit.

“Pada tahun 2026 realisasi PSR ini ada 133 proposal dengan luasan 20.229 ha. Kemudian mencakup 10.403 pekebun, nilainya sebesar Rp 606 miliar.”

Ketua Dewan Pengawas BPDP, Dida Gardera, menyampaikan data tersebut di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, pada Kamis (20/8). Sementara itu, Direktur Utama BPDP Eddy Abdurrachman turut mengonfirmasi angka realisasi tersebut.

Kaitan dengan Kebijakan Biodiesel B50

Airlangga menegaskan bahwa PSR selaras dengan kebijakan biodiesel nasional yang kini telah memasuki tahap B50. Kebijakan itu diluncurkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada 9 Juli lalu. Penerapan campuran B50 menaikkan kebutuhan crude palm oil (CPO) untuk bahan bakar nabati dari 15,6 juta ton menjadi 18 juta ton per tahun.

Dengan lonjakan permintaan tersebut, peningkatan produktivitas perkebunan rakyat menjadi faktor krusial. Airlangga juga menyoroti pergeseran struktur pendapatan BPDP: pada tahun berjalan, kontribusi dari penggunaan ekspor tercatat 27,8 persen, naik dibandingkan 73,2 persen pada tahun sebelumnya. Adapun porsi transfer ke daerah juga mengalami kenaikan dari 22,3 persen tahun lalu.

“Untuk tahun ini pendapatannya sebesar 27,8 persen dari penggunaan ekspor atau meningkat dibandingkan tahun lalu 73,2 persen. Kemudian dana hasil ini menyesuaikan kepada transfer daerah dan transfer daerah juga naik dibandingkan tahun lalu sebesar 22,3 persen.”

Program Beasiswa dan Kemitraan Perguruan Tinggi

Di samping pendanaan peremajaan, BPDP juga menjalankan program beasiswa yang bekerja sama dengan 42 perguruan tinggi dari Aceh hingga Papua. Jumlah penerima manfaat saat ini mencapai 5.000 mahasiswa. Airlangga menantang agar angka tersebut dapat digandakan empat kali lipat menjadi 20 ribu penerima.

“Kami memberikan tantangan di mana dari beasiswa 5 ribu ini harus bisa ditingkatkan 4 kali menjadi 20 ribu. Sehingga tentu ini menjadi penting terutama untuk meningkatkan produktivitas di sawit.”

Alokasi Pendanaan Agustus 2026

Untuk bulan Agustus 2026, BPDP mengalokasikan Rp 590 miliar bagi 69 kelembagaan yang menaungi 4.765 petani di 11 provinsi dengan total luas lahan 9.842 hektare. Dalam rincian tersebut, terdapat pula komponen PKS PSR yang melibatkan 394 petani di atas 940 hektare senilai Rp 56 miliar.

“PKS PSR ini mencakup 394 pekebun dengan luasan 940 ha, dengan nilai Rp 56 miliar. Ini merupakan bagian dari PKS PSR di bulan Agustus 2026 yang berjumlah 69 kelembagaan, yang terdiri dari 4.765 pekebun tersebar di 11 provinsi, dengan luas lahan total 9.842 ha, dengan total dana PSR yang akan tersalurkan Rp 590 miliar.”

Beberapa entitas yang menerima pendanaan pada periode tersebut antara lain KUD Makmur Jaya di Kabupaten Labuan Batu Selatan, Sumatra Utara (33,369 ha); Koperasi Pemasaran Tani Rukun di Kabupaten Siak, Riau (277,268 ha); serta Koperasi Desa Merah Putih Tambang Emas di Kabupaten Merangin, Jambi (98,3 ha).

Frequently Asked Questions

What is BPDP Sebut Realisasi Dana Peremajaan Sawit?

BPDP Sebut Realisasi Dana Peremajaan Sawit is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does BPDP Sebut Realisasi Dana Peremajaan Sawit matter?

BPDP Sebut Realisasi Dana Peremajaan Sawit matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *