Skip to content
Yellow Desk
Agustus 29, 2026
Kumparanbisnis

Harga Komoditas Mayoritas Turun, CPO Anjlok 1,43%

Mary Davis - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Pada penutupan perdagangan Senin, 24 Agustus, pasar komoditas global mencatatkan dominasi sentimen negatif. Fenomena harga komoditas mayoritas turun CPO

Harga Komoditas Mayoritas Turun, CPO Anjlok 1,43%

Pergerakan Harga Komoditas 24 Agustus: Mayoritas Turun, CPO Anjlok Tajam

Kabarnusantaraku.com – Pada penutupan perdagangan Senin, 24 Agustus, pasar komoditas global mencatatkan dominasi sentimen negatif. Fenomena harga komoditas mayoritas turun CPO anjlok menjadi sorotan utama pelaku pasar, karena dari empat komoditas yang dipantau, tiga di antaranya — minyak kelapa sawit, nikel, dan timah — berakhir di zona merah. Hanya batu bara yang mampu membukukan penguatan di tengah tekanan jual yang meluas pada sesi tersebut.

CPO Merosot 1,43 Persen ke MYR 4.946

Penurunan paling dalam tercatat pada kontrak minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO). Berdasarkan data Trading Economics, harga CPO anjlok 1,43 persen dan menutup sesi di level MYR 4.946 per ton. Koreksi ini menjadikan CPO komoditas dengan performa terburuk dalam daftar pemantauan harian dan memperkuat narasi pelemahan yang melanda sektor bahan baku pertanian.

Pelemahan CPO kerap dipengaruhi oleh kombinasi faktor pasokan dan permintaan. Ketika produksi di negara-negara penghasil utama meningkat sementara daya serap pasar ekspor melambat, tekanan jual pada harga acuan menjadi sulit dihindari. Investor dan pedagang yang terpapar pada instrumen derivatif CPO perlu mencermati dinamika pasokan musiman serta pergerakan nilai tukar ringgit Malaysia secara berkala.

Nikel dan Timah Ikut Tertekan di LME

Dua logam industri yang diperdagangkan di London Metal Exchange (LME) juga tidak luput dari gelombang koreksi. Harga nikel terkoreksi 0,19 persen dan berakhir di USD 17.026 per ton, sementara timah turun 0,26 persen menjadi USD 55.748 per ton pada penutupan yang sama. Meski magnitudo koreksi relatif terbatas, arah pergerakan keduanya konsisten dengan pola harga komoditas mayoritas turun yang mendominasi sesi Senin.

Batu Bara Jadi Satu-Satunya Pengecualian

Di tengah pelemahan luas, kontrak batu bara justru menunjukkan ketahanan. Kontrak pengiriman Desember 2026 yang tercatat di bursa ICE Newcastle menguat 0,90 persen dan menyentuh USD 142,95 per ton pada akhir perdagangan Senin. Penguatan ini kemungkinan didorong oleh faktor musiman permintaan energi di belahan utara yang mulai memasuki musim pemanas, sehingga menciptakan permintaan spot yang lebih kuat dibandingkan komoditas lain.

Secara agregat, pola pergerakan hari Senin mengonfirmasi bahwa tekanan jual masih mendominasi sebagian besar sektor komoditas. Pelaku pasar yang memantau indikator makro seperti nilai tukar dolar, ekspektasi suku bunga, dan data aktivitas manufaktur perlu mewaspadai potensi lanjutan koreksi pada sesi-sesi perdagangan berikutnya.

FAQ — Pertanyaan Umum tentang Pergerakan Harga Komoditas

Apa yang menyebabkan harga CPO anjlok dalam satu sesi perdagangan? Koreksi tajam pada CPO umumnya dipicu oleh lonjakan pasokan dari negara produsen, pelemahan permintaan ekspor, atau pergerakan nilai tukar ringgit Malaysia yang memperkuat daya beli domestik. Kombinasi faktor-faktor tersebut dapat menekan harga acuan secara signifikan dalam waktu singkat.

Bagaimana pelaku usaha dapat merespons situasi harga komoditas mayoritas turun? Perusahaan yang terpapar pada fluktuasi harga komoditas disarankan menggunakan instrumen lindung nilai (hedging) seperti kontrak berjangka atau opsi. Selain itu, diversifikasi sumber pasokan serta negosiasi ulang klausul harga dalam kontrak jangka panjang dapat membantu meredam dampak koreksi mendadak.

Di mana dapat memantau pergerakan harga komoditas secara berkala? Platform seperti Trading Economics, London Metal Exchange, dan ICE menyediakan data harga acuan yang diperbarui secara rutin. Pelaku pasar institusional biasanya mengakses feed langsung melalui terminal Bloomberg atau Refinitiv, sementara pengguna ritel dapat mengandalkan sumber publik yang disebutkan untuk pemantauan harian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *