Skip to content
Yellow Desk
Agustus 30, 2026
Kumparanbisnis

Ini Modus WN China Selundupkan 22 Kg Emas Buat Dibawa ke Hong Kong

Emily Davis - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) membongkar upaya penyelundupan emas batangan seberat 22,317 kilogram bernilai sekitar Rp

Ini Modus WN China Selundupkan 22 Kg Emas Buat Dibawa ke Hong Kong

Dua WN China Ditangkap Bawa 22 Kg Emas Tanpa Dokumen Menuju Hong Kong

Kabarnusantaraku.com – Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) membongkar upaya penyelundupan emas batangan seberat 22,317 kilogram bernilai sekitar Rp 60 miliar. Dua warga negara China berinisial ZL dan ZC diduga hendak membawa logam mulia tersebut ke Hong Kong tanpa dilengkapi dokumen kepabeanan maupun izin yang sah.

Modus Operandi: Body Strapping dan Koper Kabin

Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang, Kepala Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Soekarno-Hatta, menjelaskan bahwa emas tersebut dibawa dengan dua cara berbeda. Sebagian ditempel langsung pada tubuh penumpang, sementara sisinya disembunyikan di dalam koper kabin.

“Modusnya ditempelkan pada tubuh penumpang atau disebut dengan body strapping. Jadi setelah itu kemudian dia pakai baju, dia pakai celana sehingga tidak terlihat dari luar, di lingkar perut dan di celana, dimodifikasi.”

Penjelasan itu disampaikan Hengky dalam konferensi pers di Kantor Pusat DJBC, Jakarta Timur, pada Selasa (18/8).

Detail Penangkapan di Terminal 3 Soekarno-Hatta

Kedua pelaku ditindak petugas Bea Cukai di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) pada 13 Agustus 2026. Total 30 keping emas batangan berhasil disita dari keduanya.

ZL membawa 23 keping emas dengan berat gabungan 14,08 kilogram, setara nilai pasar sekitar Rp 38 miliar. Emas itu ditempelkan pada area lingkar perut dan celana, lalu ditutupi pakaian agar tidak tampak dari luar.

ZC membawa tujuh keping emas batangan seberat 8,237 kilogram dengan perkiraan nilai sekitar Rp 22,2 miliar. Barang tersebut disimpan dalam sebuah pouch yang kemudian dimasukkan ke koper kabin.

Dugaan Keterlibatan Oknum Petugas Bandara

Dalam pendalaman kasus ZC, Bea Cukai menduga ada oknum petugas bandara yang turut terlibat. Oknum tersebut diduga memanfaatkan akses jalur operasional bandara untuk mengangkut emas menggunakan kursi roda dari terminal domestik menuju terminal internasional. Serah terima emas antara ZC dan oknum petugas itu diduga terjadi di area toilet sebelum barang tersebut dipindahkan ke koper kabin.

Status Kasus Naik ke Tahap Penyidikan

“Untuk tindak lanjut, terhadap kedua kasus ini, telah dilakukan gelar perkara, and statusnya telah dinaikkan ke tahap penyidikan. Jadi, statusnya sudah dinaikkan ke tahap penyidikan karena sudah memenuhi unsur tindak pidana penyelundupan, tindak pidana di bidang kepabeanan.”

Peringatan: Emas Bubuk Mulai Muncul di Pakaian Dalam

Brigjen Pol. Moh. Irhamni, Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri, mengingatkan bahwa modus penyelundupan emas terus berkembang. Kini emas tidak hanya ditemukan dalam bentuk batangan, tetapi juga mulai beredar dalam wujud bubuk yang disembunyikan di pakaian dalam.

“Sekarang telah berkembang berupa bubuk yang ditempatkan di pakaian dalam, baik BH wanita ataupun celana dalam pria. Ini perlu kita antisipasi bersama tentunya.”

Irhamni menegaskan bahwa aparat harus meningkatkan kapasitas dan berbagi informasi secara bersama. Kepolisian yang menjalankan penyelidikan di lapangan wajib berkoordinasi dengan jajaran Bea Cukai yang menjaga pintu akhir wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, mengingat tidak semua pelaku menggunakan cara yang sama dan modus baru berpotensi membuat barang ilegal lolos dari pengawasan.

Frequently Asked Questions

What is Ini Modus WN China Selundupkan 22 Kg?

Ini Modus WN China Selundupkan 22 Kg is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Ini Modus WN China Selundupkan 22 Kg matter?

Ini Modus WN China Selundupkan 22 Kg matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *