Skip to content
Yellow Desk
Agustus 28, 2026
Kumparanbisnis

Jalani Uji Kelayakan Calon Deputi Gubernur BI, Anwar Bashori Tawarkan Konsep 5M

Daniel Lopez - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Di hadapan Komisi XI DPR RI pada Kamis (27/8), Anwar Bashori—petahana Kepala Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia—menjalani uji kelayakan dan kepatutan

Jalani Uji Kelayakan Calon Deputi Gubernur BI, Anwar Bashori Tawarkan Konsep 5M

Uji Kelayakan Anwar Bashori: Lima Pilar Visi 5M untuk Deputi Gubernur BI

Kabarnusantaraku.com – Di hadapan Komisi XI DPR RI pada Kamis (27/8), Anwar Bashori—petahana Kepala Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia—menjalani uji kelayakan dan kepatutan sebagai calon Deputi Gubernur BI. Ia menjadi salah satu dari dua nama yang direkomendasikan Presiden Prabowo Subianto untuk mengisi jabatan strategis tersebut. Dalam paparannya yang berjudul “Dedikasi untuk Negeri: Integritas Tanpa Batas”, Anwar memaparkan kerangka kerja lima agenda yang ia beri nama 5M.

Kepercayaan sebagai Fondasi Arus Modal

Agenda pertama yang diangkat Anwar adalah menjaga kepercayaan publik dan investor. Ia menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia masih bergantung pada pembiayaan eksternal sebab tabungan dalam negeri belum mampu menutupi kebutuhan investasi—baik dari foreign direct investment (FDI), investasi portofolio, maupun kanal lain. Tanpa kepercayaan yang kokoh, modal asing cenderung hanya memanfaatkan peluang jangka pendek lalu pergi.

“Modal dapat mencari peluang, tetapi hanya yang akan menetap ketika kepercayaan terjaga,” kata Anwar.

Ia menambahkan bahwa mandat BI bukan sekadar menjaga stabilitas, melainkan turut mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan lewat sinergi kebijakan moneter dengan fiskal serta kebijakan pemerintah lainnya, demi menciptakan iklim ekonomi yang kondusif bagi ekspansi sektoral dan penyerapan tenaga kerja. Visi jangka panjangnya merujuk pada pencapaian Indonesia Emas 2045.

Daerah dan UMKM sebagai Mesin Pertumbuhan Baru

Untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi, Anwar mendorong peran daerah melalui kolaborasi pemerintah lokal dengan 46 Kantor Perwakilan Dalam Negeri BI. Ia juga menyoroti bahwa kontribusi UMKM terhadap ekspor masih berkisar 15 persen, sehingga daya saing dan keterhubungan sektor ini dengan rantai nilai global harus ditingkatkan agar dampaknya terhadap perekonomian nasional lebih signifikan.

Ekonomi syariah turut diposisikan sebagai sumber pertumbuhan alternatif. Anwar mencatat bahwa posisi Indonesia dalam peta ekonomi syariah global meloncat dari peringkat 10 menjadi peringkat empat sepanjang satu dekade terakhir. Ia memandang capaian tersebut sebagai modal penting agar Indonesia tidak lagi sekadar menjadi konsumen produk halal, melainkan produsen yang mampu menembus pasar internasional.

Kedaulatan Rupiah: Dari Bahan Baku hingga Distribusi

Dalam ranah sistem pembayaran, Anwar menilai transaksi tunai dan nontunai harus berjalan secara komplementer. Meskipun BI-FAST dan QRIS terus didorong adopsinya, survei BI menunjukkan bahwa 77 persen masyarakat Indonesia masih memilih menggunakan uang tunai. Oleh karena itu, penyediaan dan distribusi rupiah tetap menjadi komponen krusial kebijakan sistem pembayaran nasional.

Ia menyoroti ketergantungan Indonesia pada impor kertas uang, mengingat kebutuhan tahunan mencapai sekitar 6,5 miliar bilyet.

“Urgensi kemandirian pasokan kertas uang itu layak dilakukan, dan kami menginisiasi bersama lembaga terkait agar kemandirian pasokan kertas uang bangsa dapat kita wujudkan,” ungkapnya.

Dari sisi distribusi, tantangan memastikan ketersediaan rupiah di seluruh wilayah kepulauan tetap besar. Setiap tahun, sekitar 90 pulau terkecil dijangkau melalui program Ekspedisi Rupiah Berdaulat yang bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut dan PELNI, mengingat BI tidak mungkin menjalankan distribusi ke seluruh kepulauan secara mandiri.

Modernisasi pengolahan uang juga tengah disiapkan melalui Sistem Pengolahan Peningkatan Uang (SPPU) berbasis teknologi digital dan robotik yang direncanakan berlokasi di Karawang. Selain itu, Anwar menyoroti aspek lingkungan pengelolaan uang tidak layak edar. Dari sekitar 5.700 ton racik uang kertas yang ditangani BI setiap tahun, limbah tersebut kini diarahkan ke pendekatan waste-to-energy melalui kerja sama dengan PLTU, industri semen, dan UMKM agar tidak berakhir sebagai sampah.

Penguatan SDM: Integritas di Atas Segalanya

Agenda kelima dan terakhir yang dipaparkan Anwar adalah peningkatan sumber daya manusia unggul melalui empat tahap: perencanaan, pemenuhan, pengembangan, dan pemeliharaan.

“Karena manusia di Bank Indonesia, integritas di atas segalanya. Filosofinya adalah memanusiakan manusia,” kata dia.

Ia menilai bahwa mempertahankan talenta terbaik kini tidak cukup hanya melalui remunerasi, melainkan juga memerlukan perhatian pada Employee Value Proposition yang mencakup manfaat pascakerja, kesehatan, keterlibatan pegawai, serta fleksibilitas pola kerja.

Frequently Asked Questions

What is Jalani Uji Kelayakan Calon Deputi Gubernur?

Jalani Uji Kelayakan Calon Deputi Gubernur is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Jalani Uji Kelayakan Calon Deputi Gubernur matter?

Jalani Uji Kelayakan Calon Deputi Gubernur matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *