Ekspansi Kredit EV Melaju, BCA Finance Tunda Respons atas Program Molinas
Kabarnusantaraku.com – Presiden Prabowo Subianto telah mengumumkan rencana pengurangan subsidi bahan bakar minyak secara drastis melalui peluncuran ekosistem motor listrik nasional. Dalam kebijakan tersebut, pemerintah menyiapkan insentif bagi satu juta unit motor listrik yang dirakit oleh pelaku usaha dalam negeri. Langkah ini menyasar tiga sasaran sekaligus: menekan biaya kepemilikan kendaraan bagi masyarakat, memangkas ketergantungan pada bahan bakar impor, serta memperluas industri motor listrik nasional beserta rantai pasok baterai, komponen, perangkat lunak, dan layanan purnajalnya.
“Insentif ini adalah investasi untuk menjadikan rakyat Indonesia pasar pertama bagi karya anak Indonesia. Setiap motor listrik buatan Indonesia yang melaju di jalan raya adalah tiga kemenangan sekaligus: penghematan bagi keluarga, pengurangan impor energi, dan pekerjaan bagi anak bangsa,” ucap Prabowo.
Sikap BCA Finance: Masih dalam Tahap Analisis
Menanggapi peluncuran program Motor Listrik Nasional (Molinas) pada awal Agustus 2026, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melalui anak perusahaannya, PT BCA Finance, menyatakan belum mengambil langkah konkret. Presiden Direktur BCA Finance, Petrus Karim, menjelaskan bahwa perusahaan masih melakukan kajian mendalam sebelum menyesuaikan skema pembiayaan dan menetapkan target dari program tersebut.
“Mengenai Molinas, kami belum bisa berkomentar apa-apa karena ini juga baru ya, jadi kita masih mempelajari. BCA sebagai bank yang besar kita pasti akan mendukung program-program pemerintah,” ujar Petrus saat konferensi pers BCA Expo 2026, Rabu (19/8).
Data Pasar: Kredit EV Tumbuh Jauh Lebih Cepat dari ICE
Angka dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperlihatkan disparitas pertumbuhan yang mencolok. Pada Juni 2026, penyaluran pembiayaan kendaraan listrik berbasis baterai oleh lembaga multifinance melonjak 34,7 persen secara tahunan hingga mencapai Rp 24,6 triliun. Sebaliknya, pembiayaan kredit mobil baru maupun bekas pada periode yang sama justru menyusut 3,25 persen.
Petrus menegaskan bahwa portofolio kredit kendaraan listrik BCA Finance telah melonjak dari 7 persen pada tahun sebelumnya menjadi sekitar 15 persen saat ini. Ia menilai percepatan tersebut tidak terhindarkan mengingat jumlah pemain dan merek EV yang terus bertambah.
“Betul yang disampaikan OJK pertumbuhan EV lebih besar daripada pertumbuhan ICE karena EV pemainnya banyak sekali, mereknya banyak sekali, jadi pertumbuhannya automatically lebih besar. Kita pun di BCA dulunya tahun lalu [portofolio] 7 persen, tahun ini sudah 15 persen-an,” jelasnya.
Dari sisi permintaan, BCA Finance mengamati pergeseran preferensi konsumen. Dengan semakin beragamnya pilihan yang ditawarkan pabrikan, pembeli kini cenderung memilih kendaraan listrik murni maupun Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV).
Koordinasi Multi-Pihak Masih Berlangsung
EVP Corporate Communication BCA, Hera F. Haryn, menambahkan bahwa perusahaan tidak hanya melakukan kajian internal, tetapi juga berkoordinasi dengan sejumlah pemangku kepentingan terkait Molinas. Menurutnya, keberhasilan program ini tidak bergantung pada satu pihak saja, melainkan melibatkan produsen kendaraan dan berbagai entitas lain dalam rantai ekosistem.
“BCA bisa melihat program itu program yang sesuai dengan kebutuhan nasabah dan seperti apa ya, karena ini kan juga tidak hanya tergantung kita, tapi tergantung produsen kendaraannya, jadi stakeholders-nya itu ada beberapa pihak,” tuturnya.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Kredit Kendaraan Listrik Tumbuh BCA Finance?
Kredit Kendaraan Listrik Tumbuh BCA Finance is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Kredit Kendaraan Listrik Tumbuh BCA Finance matter?
Kredit Kendaraan Listrik Tumbuh BCA Finance matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
