Menperin Agus Gumiwang: Klaim Deindustrialisasi Indonesia Terlalu Mudah Dipatahkan
Kabarnusantaraku.com – Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian, secara tegas menolak narasi bahwa Indonesia sedang atau telah memasuki fase deindustrialisasi maupun deindustrialisasi dini. Dalam keterangannya pada Senin (17/8), ia menegaskan bahwa berbagai metrik ekonomi justru mengarah pada kesimpulan sebaliknya.
“Ada pandangan bahwa kita masuk ke dalam atau sudah masuk ke dalam fase deindustrialisasi, itu terlalu mudah untuk kita patahkan.”
Narasi yang Diklaim Hanya Berasal dari Segelintir Pihak
Menperin menyebut bahwa klaim mengenai deindustrialisasi Indonesia tidak datang dari spektrum luas pengamat, melainkan dari kelompok kecil yang berulang kali mengulang pesan serupa.
“Saya justru mempertanyakan dari berbagai pihak, bukan berbagai pihak ya, sebenarnya kalau saya bisa sampaikan hanya sedikit pihak saja dan orangnya itu-itu saja, yang selalu mengeluarkan sebuah narasi yang mengatakan Indonesia sedang atau sudah masuk ke dalam tahap deindustrialisasi maupun deindustrialisasi dini.”
Kontribusi Industri Pengolahan terhadap PDB Tetap Stabil
Salah satu argumen utama Kemenperin adalah konsistensi porsi industri pengolahan dalam struktur produk domestik bruto. Selama empat tahun terakhir, sektor ini bertahan di kisaran 18–19 persen dari total PDB, dengan tren pertumbuhan yang membaik.
“Kalau kita lihat dalam empat tahun terakhir, dalam indikator pertama, kontribusi industri pengolahan terhadap PDB itu kan tercatat relatif stabil di sekitar 18 sampai 19 persen, dan pertumbuhan industrinya juga cenderung membaik.”
Data Badan Pusat Statistik (BPS) mengonfirmasi bahwa industri pengolahan masih menempati posisi sektor dengan bobot terbesar dalam komposisi PDB. Pada kuartal II 2026, kontribusinya tercatat 18,50 persen. Pertumbuhan sektor tersebut pada periode yang sama mencapai 4,52 persen secara tahunan (yoy), turut menopang pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29 persen yoy.
Beberapa subsektor yang mendorong angka pertumbuhan kuartal II 2026 antara lain industri makanan dan minuman (6,51 persen), industri barang logam (8,04 persen), industri tekstil dan pakaian jadi (6,36 persen), industri alat angkutan (5,45 persen), serta industri kimia dan farmasi (4,99 persen). Di antara seluruh subsektor manufaktur, industri makanan dan minuman menyumbang andil pertumbuhan terbesar, yakni 2,26 persen.
Pertumbuhan Manufaktur 2025 Lampaui Ekonomi Nasional
Kemenperin juga menyoroti capaian sektor manufaktur sepanjang 2025, yang tumbuh lebih cepat dibandingkan ekonomi secara keseluruhan. Kondisi semacam itu, menurut Kemenperin, terakhir kali terjadi pada 2011—artinya sudah 14 tahun lamanya.
“Kalau kita lihat pada tahun 2025 bahkan, pertumbuhan manufaktur berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional dengan capaian tertinggi, dan ini terakhir terjadi yaitu pada tahun 2011, jadi 14 tahun yang lalu.”
Sebagai konteks, ekonomi Indonesia secara keseluruhan tumbuh 5,11 persen sepanjang 2025, naik dari 5,03 persen pada 2024.
Aliran Investasi ke Manufaktur Tetap Konsisten
Indikator ketiga yang dipaparkan Kemenperin menyangkut stabilitas investasi. Selama periode 2020–2025, sekitar 40 persen dari total investasi yang masuk ke Indonesia diarahkan ke sektor industri manufaktur, tanpa menunjukkan penurunan berarti.
“Kalau kita lihat dari indikator yang ketiga, investasi, kita juga bisa mencatat bahwa investasi yang masuk ke sektor manufaktur di Indonesia itu selama periode 2020 sampai 2025 stabil saja. Jadi 40 persen total investasi yang masuk ke Indonesia itu arahnya ke industri manufaktur.”
Penutup: Peran Manufaktur Masih Sentral
Dengan mempertimbangkan ketiga indikator—kontribusi terhadap PDB, laju pertumbuhan sektor, dan arah investasi—Kemenperin menyimpulkan bahwa industri manufaktur masih memegang peranan besar dalam perekonomian nasional. Narasi deindustrialisasi, menurut Menperin, tidak didukung oleh data riil.
“Nah, ada pandangan bahwa kita masuk ke dalam atau sudah masuk ke dalam fase deindustrialisasi, itu terlalu mudah untuk kita patahkan.”
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Menperin?
Menperin is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Menperin matter?
Menperin matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
