Liberty Media Laporkan Penurunan Signifikan Pendapatan Formula 1 di Kuartal Kedua 2026
Kabarnusantaraku.com – Pendapatan Formula 1 Anjlok 38 Persen menjadi sorotan utama dalam laporan keuangan terbaru Liberty Media. Perusahaan induk olahraga balap dunia ini mencatat penurunan drastis pada kuartal kedua tahun 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kontraksi sebesar 38 persen ini membawa total pendapatan menjadi USD 764 juta atau setara Rp 13,67 triliun, dengan menggunakan asumsi nilai tukar satu dolar Amerika Serikat terhadap rupiah sebesar Rp 17.897.
Penurunan ini bukan tanpa sebab. Faktor utama yang mendorong penurunan pendapatan adalah jumlah seri balapan yang lebih sedikit dalam kalender F1. Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis oleh Liberty Media pada hari Minggu, tanggal 9 Agustus, terdapat selisih empat seri balapan yang digelar dalam periode tiga bulan yang berakhir pada 30 Juni 2026 dibandingkan tahun 2025. Kondisi ini secara langsung mempengaruhi pendapatan dari sisi hak siar dan sponsor.
Kinerja Operasional dan Laba yang Terpengaruh
Penurunan pendapatan tersebut juga berdampak pada kinerja operasional tim. Laba operasional tercatat sebesar USD 73 juta atau sekitar Rp 1,3 triliun. Sementara itu, Adjusted Operating Income Before Depreciation and Amortization (OIBDA) mengalami penurunan lebih tajam, yakni sebesar 61 persen menjadi USD 139 juta atau setara Rp 2,48 triliun. Penurunan ini menunjukkan bahwa biaya operasional juga perlu dioptimalkan.
Secara kumulatif, sepanjang semester pertama tahun 2026, total pendapatan F1 mencapai USD 1,38 miliar. Angka ini menunjukkan penurunan 15 persen secara year-on-year. Laba operasional untuk paruh pertama tahun ini tercatat sebesar USD 180 juta, sedangkan Adjusted OIBDA terkoreksi sebesar 30 persen menjadi USD 311 juta. Meskipun ada penurunan, angka-angka ini masih menunjukkan fundamental yang sehat bagi bisnis F1.
Proyeksi dan Penyesuaian Kalender Balap
Derek Chang, Presiden dan Chief Executive Officer (CEO) Liberty Media, menjelaskan bahwa kinerja semester I 2026 pada dasarnya masih mencerminkan proyeksi pendapatan dan biaya berdasarkan asumsi kalender awal sebanyak 22 seri balapan. Kendati demikian, jadwal resmi F1 kemudian mengalami penyesuaian, termasuk pergeseran Grand Prix Bahrain yang sebelumnya ditunda serta rencana penyelenggaraan seri di Malaysia pada Oktober mendatang.
Dengan dinamika tersebut, total kalender F1 2026 ditetapkan sebanyak 23 balapan. Meski pendapatan kuartal II mengalami tekanan sesaat akibat pergeseran kalender, Liberty Media menegaskan prospek bisnis F1 secara keseluruhan tetap sangat positif. Penambahan satu seri balapan diharapkan dapat mengimbangi penurunan pendapatan akibat penundaan beberapa balapan sebelumnya.
Ekspansi dan Kemitraan Strategis Jangka Panjang
Perusahaan menilai perluasan jangkauan global dan pertumbuhan basis penggemar terus memperkuat fondasi komersial olahraga balap jet darat ini. “Kami terus melihat permintaan yang kuat dan tangguh terhadap merek kami,” ujar Derek Chang dalam laporan perusahaan, dikutip Minggu (9/8). Pernyataan ini menunjukkan kepercayaan diri manajemen terhadap pertumbuhan pasar F1 di berbagai negara.
Ia menambahkan, manajemen terus mencari solusi adaptif untuk mengantisipasi dinamika ekonomi global, sekaligus menjaga komitmen investasi jangka panjang demi pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Strategi ini mencakup ekspansi ke pasar-pasar baru serta penguatan kemitraan dengan sponsor-sponsor utama.
Sebagai bagian dari strategi komersial, F1 juga baru saja memperpanjang sejumlah kemitraan strategis. Kontrak penyelenggaraan Grand Prix Las Vegas resmi diperpanjang selama 10 tahun hingga 2037, kemitraan ban eksklusif dengan Pirelli diperpanjang hingga 2028, serta pembaruan kontrak hak siar bersama ServusTV di Austria. Perpanjangan kontrak-kontrak ini memberikan stabilitas pendapatan jangka panjang bagi F1.
“Alokasi modal yang disiplin tetap menjadi prioritas utama seiring kami mengevaluasi peluang investasi strategis untuk meningkatkan nilai pemegang saham dalam jangka panjang,” jelas Derek.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Pendapatan Formula 1
Apa penyebab utama penurunan pendapatan Formula 1 di kuartal II 2026? Penurunan pendapatan Formula 1 Anjlok 38 Persen terutama disebabkan oleh jumlah seri balapan yang lebih sedikit, dengan selisih empat seri balapan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Berapa total pendapatan Formula 1 untuk semester pertama 2026? Total pendapatan Formula 1 untuk semester pertama 2026 mencapai USD 1,38 miliar, menunjukkan penurunan 15 persen secara year-on-year.
Apakah Liberty Media optimis dengan prospek bisnis Formula 1? Ya, Liberty Media menegaskan prospek bisnis Formula 1 secara keseluruhan tetap sangat positif meskipun ada penurunan sementara akibat pergeseran kalender balap.
Kontrak apa saja yang diperpanjang oleh Formula 1 baru-baru ini? Formula 1 memperpanjang kontrak Grand Prix Las Vegas hingga 2037, kemitraan ban dengan Pirelli hingga 2028, serta kontrak hak siar dengan ServusTV di Austria.
