Skip to content
Yellow Desk
Agustus 29, 2026
Kumparanbisnis

PLN Dukung Pengembangan Geothermal, Dorong Ketahanan Energi Nasional

Daniel Lopez - kabarnusantaraku.com 4 mins read

PT PLN (Persero) menyatakan kesiapannya untuk mempercepat pemanfaatan sumber daya panas bumi dalam negeri. Target yang ditetapkan adalah lonjakan kapasitas

PLN Dukung Pengembangan Geothermal, Dorong Ketahanan Energi Nasional

PLN Akselerasi Ekspansi Geothermal: Dari 2,8 GW Menuju 7,9 GW pada 2033

Kabarnusantaraku.com – PT PLN (Persero) menyatakan kesiapannya untuk mempercepat pemanfaatan sumber daya panas bumi dalam negeri. Target yang ditetapkan adalah lonjakan kapasitas terpasang dari angka 2,8 gigawatt (GW) menjadi 7,9 GW pada tahun 2033, sebuah langkah yang berpotensi menempatkan Indonesia di posisi teratas dunia dalam sektor tersebut. Kebijakan ini sejalan dengan kerangka Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 serta sasaran bauran energi baru terbarukan (EBT) yang telah ditetapkan negara.

Arahan Pemerintah: Kedaulatan Energi di Tengah Geopolitik Global

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyampaikan komitmen pemerintah saat membuka Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026 di Jakarta pada Rabu (19/8). Ia menekankan bahwa terobosan di bidang energi bersih merupakan prasyarat mutlak untuk menjaga kemandirian dan kedaulatan energi nasional, terlebih di tengah ketidakpastian geopolitik yang terus bergeser. Dalam pandangannya, pengembangan panas bumi menjadi instrumen kunci untuk menekan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil impor.

“Atas dasar pemikiran itu, Bapak Presiden Prabowo memerintahkan untuk segera mencari terobosan-terobosan alternatif dalam rangka mendorong kedaulatan energi kita. Tidak ada cara lain selain melakukan percepatan implementasi geothermal supaya bisa menjadi listrik ataupun menjadi yang lain. Harus ada kolaborasi antara pengusaha dan regulator.”

Momentum Satu Abad Eksplorasi: Titik Balik Menuju Raksasa Geothermal

Julfi Hadi, Ketua Umum Asosiasi Panasbumi Indonesia (API), memanfaatkan momentum peringatan seratus tahun eksplorasi panas bumi di Indonesia sebagai katalis untuk lompatan besar berikutnya. Ia menegaskan dukungan penuh terhadap ambisi pemerintah menjadikan negeri ini pemain utama geothermal global.

“Indonesia mempunyai local resources, mempunyai indigenous resources, yaitu panas bumi yang terbesar di dunia. Energi panas bumi mempunyai karakteristik spesial bisa menjadi base load yang andal. Satu-satunya base load renewable yang ada pada saat ini juga terbarukan, bersih dan terbentang luas dari Sabang sampai Merauke. Kunci mutlak menuju (Visi Panas Bumi) 30.1 adalah kolaborasi.”

Visi Panas Bumi 30.1 sendiri memuat target strategis agar Indonesia menjadi produsen energi panas bumi nomor satu dunia pada tahun 2030. Realisasi visi tersebut menuntut sinergi lintas sektor antara pemerintah, PLN, pelaku industri, dan seluruh pemangku kepentingan.

Peta Jalan Operasional PLN: 110 Proyek dan Skema Kolaborasi

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan dukungan penuh perusahaan terhadap kebijakan strategis Presiden Prabowo Subianto di bidang energi terbarukan, khususnya panas bumi yang menyimpan potensi hingga 23,2 GW.

“Indonesia memiliki peluang emas untuk membawa kekayaan panas bumi menjadi pemimpin energi dunia. Sesuai arahan Pemerintah melalui RUPTL 2025-2034, dari kapasitas 2,8 GW saat ini, ke depan kami akan mendorong penambahan kapasitas sebesar 5,1 GW atau melompat menjadi total 7,9 GW pada 2033 sekaligus berpotensi menjadi yang terbesar di dunia.”

Berdasarkan peta jalan RUPTL 2025–2034, peningkatan kapasitas kumulatif akan dilakukan secara bertahap melalui 110 proyek. Dari jumlah tersebut, 25 unit berkapasitas gabungan 0,6 GW akan dioperasikan langsung oleh PLN, sementara 85 unit sisanya (4,5 GW) ditangani Independent Power Producer (IPP).

Untuk mempercepat realisasi, PLN membuka dua skema kerja sama: Geothermal Exploration & Energy Conversion Agreement (GEECA) untuk Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) milik PLN, serta Steam Sales & Energy Conversion Agreement (SECA) untuk WKP non-PLN. Dari total 79 proyek yang tercakup kedua skema itu—45 proyek GEECA dan 34 proyek SECA—penambahan kapasitas panas bumi diproyeksikan mencapai 3,1 GW.

“PLN membuka kolaborasi seluas-luasnya bagi para mitra melalui skema GEECA dan SECA. Lewat kolaborasi yang fairness ini, diharapkan dapat mengakselerasi pengembangan panas bumi, sebagai salah satu energi baru terbarukan domestik.”

Aksi Nyata di IIGCE 2026

Sejumlah langkah konkret turut ditandatangani selama penyelenggaraan IIGCE 2026. Kementerian ESDM secara simbolis menyerahkan Surat Keputusan Izin Panas Bumi (SK IPB) untuk WKP Gunung Ungaran kepada PLN. Di sisi lain, PLN menandatangani Deklarasi Kemitraan Strategis Pengembangan Panas Bumi bersama sejumlah mitra untuk Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) dengan total kapasitas hingga 453 megawatt (MW). Selain itu, PLN Group melalui PLN Indonesia Power bersama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk juga melakukan penandatanganan kerja sama lanjutan.

Frequently Asked Questions

What is PLN Dukung Pengembangan Geothermal Dorong Ketahanan?

PLN Dukung Pengembangan Geothermal Dorong Ketahanan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does PLN Dukung Pengembangan Geothermal Dorong Ketahanan matter?

PLN Dukung Pengembangan Geothermal Dorong Ketahanan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *