Skip to content
Yellow Desk
Agustus 28, 2026
Kumparanbisnis

Potensi Besar Migas di Pangkah, Pertamina Dorong Gas Bumi untuk Industri Jatim

Emily Davis - kabarnusantaraku.com 4 mins read

Jawa Timur merupakan salah satu pusat industri terbesar di Indonesia. Kedekatan sumber energi dengan konsumen menjadi faktor krusial bagi keberlanjutan sektor

Potensi Besar Migas di Pangkah, Pertamina Dorong Gas Bumi untuk Industri Jatim

Pertamina Dorong Potensi Besar Migas di Pangkah untuk Industri Jatim

Kabarnusantaraku.com – Jawa Timur merupakan salah satu pusat industri terbesar di Indonesia. Kedekatan sumber energi dengan konsumen menjadi faktor krusial bagi keberlanjutan sektor manufaktur. Pertamina mengidentifikasi bahwa Potensi Besar Migas di Pangkah memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi regional. Wilayah Kerja Pangkah di Gresik, Jawa Timur, bukan hanya aset yang sedang berproduksi, tetapi juga menyimpan peluang signifikan untuk menghasilkan tambahan minyak dan gas bumi. Pengoptimalan fasilitas yang sudah ada menjadi langkah penting untuk menjaga keandalan pasokan energi sekaligus meningkatkan efisiensi rantai pasok.

Peran PGN Saka dalam Pengembangan Aset Pangkah

Wilayah Kerja Pangkah dikelola oleh SIPL, yang merupakan anak usaha PT Saka Energi Indonesia atau PGN Saka. Perusahaan ini berada di bawah Subholding Gas Pertamina. Selain mempertahankan tingkat produksi yang telah berjalan, PGN Saka terus berfokus pada pencarian cadangan baru. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan nilai dari aset-aset yang telah dimiliki selama ini.

Oki Muraza, Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero), menekankan bahwa keberadaan sumber gas yang dekat dengan pusat industri merupakan keunggulan yang harus dioptimalkan. Hal ini diperlukan untuk menjaga kontinuitas pasokan energi bagi sektor industri. Dalam pernyataan saat melakukan kunjungan kerja, ia menjelaskan:

“Jawa Timur memiliki basis industri yang sangat kuat. Karena itu, kontinuitas pasokan energi, khususnya gas bumi, perlu terus dijaga. Kami berharap PGN Saka terus memperkuat kajian eksplorasi untuk menemukan cadangan gas baru.”

Pernyataan tersebut disampaikan Oki saat melakukan Management Walkthrough (MWT) ke Onshore Processing Facility (OPF) SIPL di Gresik pada Jumat, 7 Agustus 2026.

Optimalisasi Infrastruktur dan Potensi Hidrokarbon

Menurut Oki, upaya meningkatkan kontribusi Pangkah tidak hanya berfokus pada pencarian cadangan baru. Infrastruktur yang sudah tersedia juga perlu dimanfaatkan secara maksimal agar aset tersebut dapat memberikan nilai lebih besar bagi ketahanan energi nasional. Dalam kunjungan tersebut, Oki bersama jajaran manajemen PGN Saka meninjau sejumlah fasilitas di Wilayah Pangkah, termasuk Onshore Processing Facility dan LPG Plant.

Hasil kunjungan menunjukkan adanya diskusi mendalam mengenai pemanfaatan infrastruktur yang sudah ada. Oki menambahkan:

“Kami mendiskusikan bagaimana infrastruktur yang sudah tersedia dapat dimanfaatkan semakin optimal. Ada berbagai fasilitas yang sangat baik, termasuk LPG Plant, yang kami harapkan dapat memberikan kontribusi lebih besar bagi ketahanan energi Indonesia.”

Pendekatan pengembangan Pangkah dilakukan melalui dua jalur sekaligus. Pertama, memaksimalkan produksi dan fasilitas yang sudah ada. Kedua, mencari potensi cadangan baru untuk kebutuhan energi di masa mendatang. Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan.

Capaian Positif dari Pemboran Sumur UPA-17ST

Pada Maret 2026, SIPL menyelesaikan pemboran sumur pengembangan UPA-17ST di Lapangan Ujung Pangkah. Hasil uji sumur menunjukkan laju alir awal mencapai 2.443 barel minyak per hari atau BOPD. Selain itu, terdapat 3,72 juta standar kaki kubik gas per hari atau MMSCFD associated gas. Capaian tersebut melampaui target awal perusahaan.

Hasil ini menjadi salah satu indikasi bahwa masih terdapat peluang untuk meningkatkan nilai aset Pangkah melalui pengembangan lapangan dan kegiatan eksplorasi yang dilakukan secara terukur. Termasuk menggarap potensi hidrokarbon. Oki menjelaskan:

“Kami mendapat kabar positif mengenai potensi hidrokarbon yang cukup besar. Potensi tersebut perlu terus diperdalam melalui eksplorasi, ditingkatkan kematangan proyeknya, kemudian didorong menuju pengembangan hingga produksi sehingga dapat memberikan tambahan pasokan energi bagi Indonesia.”

Integrasi Fasilitas Onshore dan Offshore

Direktur Utama PGN Saka, Intan Fauzi, mengatakan bahwa optimalisasi dilakukan secara terintegrasi. Hal ini mencakup fasilitas onshore maupun offshore, sembari terus membuka peluang pengembangan potensi migas baru. Ia menambahkan:

“Kunjungan ini menjadi semangat bagi seluruh Perwira Saka untuk terus meningkatkan kinerja operasi serta memaksimalkan seluruh fasilitas yang kami miliki di Wilayah Pangkah, baik fasilitas onshore maupun offshore.”

Langkah-langkah tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai aset Pangkah, tetapi juga memperkuat ketersediaan gas bumi dari dalam negeri. Hal ini akan menopang kebutuhan industri dan perekonomian Jawa Timur serta ketahanan energi Indonesia secara keseluruhan.

FAQ: Potensi Besar Migas di Pangkah

Apa itu Wilayah Kerja Pangkah? Wilayah Kerja Pangkah adalah kawasan produksi minyak dan gas bumi yang berlokasi di Gresik, Jawa Timur, dikelola oleh SIPL (anak usaha PGN Saka).

Berapa laju alir sumur UPA-17ST? Sumur UPA-17ST menghasilkan laju alir awal sebesar 2.443 BOPD (barel minyak per hari) dengan 3,72 MMSCFD associated gas.

Bagaimana kontribusi Pangkah bagi industri Jawa Timur? Pangkah menyediakan pasokan gas bumi yang dekat dengan pusat industri, menjaga kontinuitas energi dan mendukung pertumbuhan sektor manufaktur di Jawa Timur.

Apa rencana pengembangan selanjutnya? Rencana pengembangan mencakup optimalisasi infrastruktur onshore dan offshore, serta eksplorasi cadangan baru untuk meningkatkan produksi di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *