Skip to content
Yellow Desk
Agustus 29, 2026
Kumparanbisnis

Prabowo Mau Bangun 30 GW PLTS dan Pensiunkan 13 GW PLTD Tahun Ini

Linda Brown - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan arah kebijakan energi nasional yang berfokus pada transisi menuju sumber daya terbarukan. Salah satu program

Prabowo Mau Bangun 30 GW PLTS dan Pensiunkan 13 GW PLTD Tahun Ini

Prabowo Subianto Percepat Transisi Energi: Bangun 30 GW PLTS dan Pensiunkan PLTD 13 GW

Kabarnusantaraku.com – Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan arah kebijakan energi nasional yang berfokus pada transisi menuju sumber daya terbarukan. Salah satu program strategis yang akan digulirkan adalah pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas total 30 gigawatt (GW). Inisiatif ini merupakan bagian dari visi jangka panjang untuk mencapai target 100 GW PLTS di Indonesia. Selain itu, pemerintah juga berencana melakukan pensiun dini terhadap pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) dengan total kapasitas 13 GW. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil dan menurunkan emisi karbon secara signifikan.

Perubahan mendasar dalam sektor kelistrikan ini disampaikan oleh Prabowo dalam Pidato Nota Keuangan RAPBN 2027. Beliau menjelaskan bahwa tahun ini menjadi momentum penting untuk mempercepat implementasi proyek-proyek energi bersih. Menurut catatan resmi, pemerintah menargetkan pembangunan 30 GW PLTS sekaligus menghentikan operasional 13 GW PLTD. Kedua program ini akan berjalan secara paralel untuk memastikan stabilitas pasokan listrik nasional selama masa transisi.

Keunggulan Geografis Indonesia untuk Energi Surya

Indonesia memiliki potensi luar biasa sebagai negara tropis dengan intensitas sinar matahari yang tinggi sepanjang tahun. Kondisi geografis ini menjadikan energi surya sebagai solusi paling efisien untuk memenuhi kebutuhan listrik, terutama di wilayah-wilayah terpencil. Sebelumnya, banyak daerah di kepulauan Indonesia masih mengandalkan kapal pengangkut BBM Solar untuk operasional pembangkit listrik mereka. Proses logistik ini dinilai kurang efisien karena biaya operasional yang tinggi dan ketergantungan pada pasokan bahan bakar dari daratan.

Prabowo menekankan bahwa pengembangan PLTS bukan hanya soal pemenuhan kebutuhan listrik, tetapi juga tentang kemandirian energi nasional. Setiap desa diharapkan mampu memiliki PLTS dengan kapasitas minimal 1 megawatt (MW). Kapasitas ini dapat disesuaikan dengan ketersediaan lahan dan kebutuhan energi lokal. Dengan demikian, masyarakat di daerah terpencil tidak lagi bergantung pada pasokan BBM dari pusat.

Dampak Ekonomi dan Penghematan Devisa

Transisi energi ini diperkirakan memberikan dampak positif yang besar bagi perekonomian Indonesia. Pertama, pengurangan penggunaan BBM Solar untuk pembangkit listrik akan menghemat devisa negara yang sebelumnya digunakan untuk impor bahan bakar. Kedua, biaya pokok produksi (BPP) listrik akan mengalami penurunan yang signifikan. Menko Perekonomian telah melakukan perhitungan komprehensif yang menunjukkan bahwa dengan target 100 GW PLTS, negara dapat menghemat setidaknya Rp 73,9 triliun setiap tahunnya.

Investasi dalam infrastruktur energi surya juga membuka peluang baru bagi sektor swasta dan masyarakat. Pembangunan PLTS skala besar maupun kecil akan menciptakan lapangan kerja di berbagai bidang, mulai dari konstruksi, instalasi, hingga pemeliharaan. Selain itu, teknologi energi terbarukan ini juga mendukung program elektrifikasi nasional yang lebih merata.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Program PLTS Prabowo

Berapa target total PLTS yang ingin dicapai pemerintah? Pemerintah menargetkan pembangunan PLTS dengan kapasitas total 100 gigawatt (GW) dalam jangka panjang. Tahun ini menjadi tahun krusial dengan target pembangunan 30 GW.

Mengapa PLTD akan dipensiunkan? PLTD dipensiunkan karena menggunakan bahan bakar diesel yang lebih mahal dan menghasilkan emisi karbon lebih tinggi dibandingkan PLTS. Total kapasitas yang akan dipensiunkan adalah 13 GW.

Berapa potensi penghematan dari program PLTS? Menurut perhitungan Menko Perekonomian, program PLTS 100 GW dapat menghemat setidaknya Rp 73,9 triliun per tahun melalui penurunan biaya pokok produksi listrik.

Apakah desa-desa akan memiliki PLTS sendiri? Ya, Prabowo menargetkan setiap desa memiliki PLTS dengan kapasitas minimal 1 megawatt (MW), tergantung pada ketersediaan lahan dan kebutuhan energi lokal.

Dengan program ambisius ini, Indonesia diharapkan dapat menjadi salah satu pemimpin regional dalam pemanfaatan energi terbarukan. Transisi dari PLTD ke PLTS tidak hanya menguntungkan lingkungan, tetapi juga memberikan stabilitas harga listrik dan efisiensi anggaran negara dalam jangka panjang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *