Skip to content
Yellow Desk
Agustus 29, 2026
Kumparanbisnis

Prabowo Sebut Bank Emas RI Kelola 153 Ton Emas Senilai Rp 360 T

Mary Davis - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini menyampaikan informasi penting mengenai perkembangan Bank Emas Indonesia. Dalam pernyataannya, Prabowo Sebut Bank Emas

Prabowo Sebut Bank Emas RI Kelola 153 Ton Emas Senilai Rp 360 T

Bank Emas Indonesia Kumpulkan 153 Ton Emas dalam Satu Tahun Operasi

Kabarnusantaraku.com – Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini menyampaikan informasi penting mengenai perkembangan Bank Emas Indonesia. Dalam pernyataannya, Prabowo Sebut Bank Emas RI Kelola 153 ton emas yang berhasil dikumpulkan selama periode operasi kurang lebih satu tahun. Aset berharga ini memiliki estimasi nilai sekitar USD 20 miliar atau setara dengan Rp 360 triliun. Menurut keterangan Presiden, keberadaan Bank Emas yang dijalankan melalui PT Pegadaian bersama Bank Syariah Indonesia (BSI) merupakan langkah strategis pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah emas di pasar domestik.

Prabowo menekankan bahwa pengelolaan emas tidak boleh hanya berpusat pada aktivitas pertambangan semata. Pemerintah memiliki visi agar emas hasil produksi Indonesia tidak hanya diekspor, melainkan juga disimpan, diperdagangkan, dan diberi nilai tambah di dalam negeri. Hal ini sejalan dengan pernyataan Presiden saat membuka Sidang Tahunan MPR 2026 pada hari Jumat, 14 Agustus.

“Kita juga telah membangun bank emas Indonesia, kita ingin emas Indonesia tidak hanya ditambang di negeri ini, tapi disimpan, diperdagangkan, dan diberi nilai tambah di negeri sendiri,” ujar Prabowo.

Peran Emas dalam Penguatan Ekonomi Nasional

Menurut pandangan Presiden, kehadiran Bank Emas dapat menjadikan kekayaan berupa emas sebagai komponen penting dalam memperkuat perekonomian nasional. Aset emas ini diharapkan tidak sekadar menjadi hasil tambang biasa, tetapi juga mampu berkontribusi dalam pembiayaan dan memperkuat tabungan nasional.

“Hari ini dengan adanya bank emas yang baru beroperasi satu tahun, bank emas yang beroperasi di Pegadaian dan BSI sudah mengelola 153 ton emas dengan nilai sekitar Rp 360 triliun rupiah atau sekitar USD 20 miliar,” jelas Prabowo.

Prabowo menegaskan bahwa pengelolaan kekayaan nasional merupakan salah satu aspek krusial dalam memperkuat kapasitas ekonomi Indonesia. Ia menyebutkan bahwa emas yang dikelola melalui lembaga keuangan dapat memberikan manfaat lebih besar bagi perekonomian dibandingkan jika hanya diekspor sebagai komoditas mentah. Dengan adanya mekanisme penyimpanan dan perdagangan emas di dalam negeri, nilai ekonomi emas Indonesia akan semakin meningkat.

Bank Emas Indonesia yang dikelola oleh PT Pegadaian dan BSI ini menjadi instrumen penting dalam diversifikasi aset nasional. Melalui program ini, masyarakat juga dapat berpartisipasi dalam menyimpan emas sebagai bentuk investasi jangka panjang. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah untuk membangun ketahanan ekonomi yang lebih kuat melalui pengelolaan sumber daya alam yang optimal.

Frequently Asked Questions

Berapa ton emas yang dikelola Bank Emas Indonesia?

Bank Emas Indonesia yang dikelola oleh PT Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia (BSI) telah berhasil mengumpulkan 153 ton emas dalam periode operasi kurang lebih satu tahun.

Berapa nilai total emas yang dikelola Bank Emas RI?

Total emas yang dikelola Bank Emas RI bernilai sekitar Rp 360 triliun atau setara dengan USD 20 miliar.

Siapa saja yang mengelola Bank Emas Indonesia?

Bank Emas Indonesia dikelola oleh PT Pegadaian bersama Bank Syariah Indonesia (BSI) sebagai lembaga keuangan yang bertanggung jawab atas pengelolaan aset emas nasional.

Kapan Presiden Prabowo menyampaikan pernyataan tentang Bank Emas?

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pernyataan tersebut saat membuka Sidang Tahunan MPR 2026 pada hari Jumat, 14 Agustus.

Apa tujuan utama pembentukan Bank Emas Indonesia?

Tujuan utama Bank Emas Indonesia adalah agar emas hasil produksi dalam negeri tidak hanya diekspor, tetapi juga disimpan, diperdagangkan, dan diberi nilai tambah di Indonesia untuk memperkuat perekonomian nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *