Skip to content
Yellow Desk
Agustus 29, 2026
Kumparanbisnis

Prabowo Turunkan Target Lifting Gas pada 2027, Minyak Mentah Stagnan

Susan Davis - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Presiden Prabowo Subianto resmi menurunkan target lifting gas bumi dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2027

Prabowo Turunkan Target Lifting Gas pada 2027, Minyak Mentah Stagnan

Prabowo Revisi Target Produksi Energi untuk RAPBN 2027

Kabarnusantaraku.com – Presiden Prabowo Subianto resmi menurunkan target lifting gas bumi dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2027. Keputusan ini menjadi salah satu penyesuaian strategis dalam proyeksi energi nasional. Berdasarkan data yang diumumkan, angka lifting gas bumi ditetapkan sebesar 954.000 barel setara minyak per hari atau BOEPD. Penurunan ini terjadi dibandingkan asumsi dasar APBN 2026 yang tercatat lebih tinggi di angka 984.000 BOEPD.

Sementara itu, target produksi minyak mentah tetap dipertahankan pada level 610.000 barel minyak per hari (BOPD). Angka ini menunjukkan stabilitas dari target sebelumnya tanpa perubahan signifikan. Terkait harga komoditas energi, Indonesia Crude Price (ICP) diproyeksikan mengalami kenaikan marginal dari USD 70 per barel pada tahun 2026 menjadi USD 75 per barel di tahun berikutnya.

“Harga minyak mentah Indonesia diperkirakan 75 Dolar Amerika Serikat per barel. Lifting minyak ditargetkan 610.000 barel per hari, dan lifting gas 954.000 barel setara minyak per hari,” jelas Prabowo dalam Pidato Nota Keuangan RAPBN 2027, yang dikutip pada Sabtu (15/8).

Proyeksi dan Outlook Ekonomi

Untuk tahun 2026, proyeksi lifting gas diperkirakan berada di kisaran 929.000 hingga 985.000 BOEPD. Produksi minyak mentah sendiri diprediksi berkisar antara 605.000 hingga 605.000 BOPD. Di tengah ketidakpastian konflik geopolitik global, ICP diproyeksikan berada di level USD 75-85 per barel.

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2026 diprediksi mencapai 2,8 persen. Angka tersebut diperkirakan akan meningkat menjadi 3,1 persen pada tahun berikutnya. Ia menekankan bahwa kondisi ini memberikan sinyal positif bagi perekonomian domestik di tengah berbagai tantangan eksternal.

“Artinya ada prospek positif untuk pertumbuhan perekonomian di dalam negeri, di tengah gejolak utama seperti geopolitik, harga energi, harga pangan, serta suku bunga tinggi yang masih terus berlanjut,” ujarnya saat konferensi pers Nota Keuangan RAPBN 2027.

Alokasi Subsidi dan Anggaran Negara

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menetapkan besaran alokasi belanja negara untuk subsidi energi sebesar Rp 272,95 triliun dalam RAPBN 2027. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan alokasi APBN 2026 yang hanya sebesar Rp 210 triliun. Peningkatan ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas harga energi bagi masyarakat.

“Terus subsidi energi tahun depan itu mencapai Rp 272,95 triliun,” tegas Purbaya dalam pernyataannya. Dalam dokumen anggaran, pendapatan negara direncanakan sebesar Rp 3.246 triliun dengan belanja negara mencapai Rp 4.097,2 triliun. Defisit anggaran diproyeksikan sebesar 2,4 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) atau setara Rp 671,2 triliun.

Komponen belanja Perlindungan Sosial (Perlinsos) dialokasikan sebesar Rp 549,9 triliun, yang mencakup subsidi Jenis BBM Tertentu (JBT) untuk solar dan minyak tanah. Alokasi kuota subsidi energi untuk JBT ditetapkan sebesar 20,09 juta kiloliter (KL). Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan kuota JBT sepanjang tahun 2026 yang tercatat 18,63 juta KL.

Purbaya menjelaskan bahwa subsidi energi tahun depan berpotensi menurun dari realisasi tahun berjalan. Hal ini disebabkan oleh faktor harga dan volume konsumsi yang saling berinteraksi. Penurunan ini dipicu oleh fluktuasi harga migas yang masih volatil akibat perang AS-Iran dan blokade Selat Hormuz.

“Subsidi BBM-nya turun. Tahun depan (ICP) sekitar USD 75 per barel, kan sekarang USD 83. Jadi itu otomatis, kalau volumenya naik sedikit, tapi harganya turun segitu, subsidinya cenderung turun,” papar Purbaya usai acara.

Meskipun volume konsumsi sedikit meningkat, penurunan harga minyak mentah secara signifikan akan menekan besaran subsidi yang harus dikeluarkan pemerintah. Strategi ini diharapkan dapat membantu menjaga keseimbangan fiskal nasional tanpa mengurangi dukungan bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan energi.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Target Energi 2027

Berapa target lifting gas baru untuk 2027? Target lifting gas bumi untuk 2027 ditetapkan sebesar 954.000 BOEPD, turun dari 984.000 BOEPD pada 2026.

Mengapa target lifting gas diturunkan? Penurunan ini merupakan penyesuaian strategis berdasarkan proyeksi produksi dan efisiensi operasional di sektor energi nasional.

Berapa alokasi subsidi energi untuk 2027? Alokasi subsidi energi ditetapkan sebesar Rp 272,95 triliun, meningkat dari Rp 210 triliun pada tahun sebelumnya.

Apakah target produksi minyak mentah berubah? Tidak, target produksi minyak mentah tetap dipertahankan pada level 610.000 BOPD tanpa perubahan signifikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *