Skip to content
Yellow Desk
Agustus 29, 2026
Kumparanbisnis

RI Akan Ekspor 200 Ribu Ton Beras ke Malaysia Senilai Rp 3,39 T

Lisa Johnson - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Indonesia telah resmi menandatangani nota kesepahaman untuk mengekspor beras ke Malaysia. Kesepakatan ini mencakup potensi pengiriman sebesar 200.000 ton

RI Akan Ekspor 200 Ribu Ton Beras ke Malaysia Senilai Rp 3,39 T

Indonesia Siap Kirim 200 Ribu Ton Beras Premium ke Malaysia

Kabarnusantaraku.com – Indonesia telah resmi menandatangani nota kesepahaman untuk mengekspor beras ke Malaysia. Kesepakatan ini mencakup potensi pengiriman sebesar 200.000 ton dengan total nilai mencapai Rp 3,39 triliun. Harga beras premium tersebut ditetapkan sebesar Rp 17.000 per kilogram dengan tingkat pecahan lima persen.

Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) berlangsung di Kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, pada hari Jumat (14/8). Acara tersebut dihadiri oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman serta para pihak yang terlibat. Dari sisi Indonesia, penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani. Sementara itu, perwakilan Malaysia ditandatangani oleh General Manager Padi dan Beras Borneo Sdn Bhd, Jumaat bin Ibrahim.

Target Ekspor Bertahap

Mentan Amran menjelaskan bahwa pengiriman akan dilakukan secara bertahap. Pengiriman perdana akan membawa sebanyak 1.000 ton beras. Ia berharap kapal dapat berlayar dalam minggu ini karena stok sudah tersedia di lokasi.

Mudah-mudahan kita bisa kirim secepatnya tetapi 1.000 (ton) ini kita minta mudah-mudahan bisa dikapalkan dalam minggu ini karena berasnya ada. Nilainya Rp 3,39 triliun kalau 200.000 ton.

Menurut Amran, kebutuhan beras di wilayah Sarawak mencapai sekitar 200 ribu ton setiap tahunnya. Sementara itu, kebutuhan nasional Malaysia secara keseluruhan berada di kisaran 1,5 juta hingga 1,7 juta ton per tahun. Ia berharap Indonesia dapat memenuhi permintaan tersebut secara penuh.

Stok Beras Aman di Tengah Ancaman El Nino

Mentan Amran juga menyoroti faktor cuaca yang perlu diperhatikan. Ia menyebutkan adanya potensi El Nino tahun ini yang dapat mempengaruhi produksi. Namun, berdasarkan perhitungan, stok beras Indonesia diperkirakan aman hingga bulan Mei tahun depan.

Tetapi harapan kita kalau bisa kita rebut yang 1 juta. Ini ada pertimbangan El Nino juga tapi sesuai hitungan di atas kertas insyaallah stok kita aman sampai bulan Mei tahun depan. Dan bulan Februari sudah panen puncak lagi.

Stok beras nasional saat ini mencapai 5,2 juta ton. Pemerintah memperkirakan total produksi beras hingga Oktober akan mencapai sekitar 30 juta ton. Dengan kondisi tersebut, Amran memastikan ekspor tidak akan mengganggu ketersediaan beras di dalam negeri. Stok yang ada diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional hingga Mei 2027.

Mengapa Malaysia Memilih Beras Indonesia?

Jumaat bin Ibrahim menjelaskan bahwa Malaysia sebelumnya telah menerima pasokan beras dari Vietnam, Kamboja, dan Thailand. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia dinilai memiliki potensi yang lebih besar sebagai pemasok.

Tradisionally, berasnya dari Vietnam, Cambodia, Thailand dan sebagainya. Itu dulu. Sekarang ini, Indonesia sudah berkembang di bawah pemerintahan Pak Prabowo, di mana pertaniannya amat-amat advance, khasnya bagian penanam padi.

Menurut Jumaat, perkembangan sektor pertanian Indonesia menjadi faktor penting. Produksi padi yang berkembang pesat serta surplus stok yang besar membuat Malaysia mempertimbangkan Indonesia sebagai sumber utama. Selain itu, kualitas beras Indonesia telah diakui oleh pasar internasional.

Faktor lain yang mendukung adalah kesamaan selera dan cara memasak antara masyarakat Indonesia dan Malaysia. Sebagai negara tetangga, kedua negara memiliki karakteristik kuliner yang serupa.

Apalagi Malaysia negara jiran. Lidahnya sama, cara masakannya sama. Jadi berasnya pun dapat diterima oleh orang Malaysia. Kualitas Indonesia sekarang sudah amat tinggi. Justru itu, kenapa tidak diimpor dari Indonesia ke Malaysia?

Rincian Pengiriman Awal

Ahmad Rizal Ramdhani dari Bulog menjelaskan detail teknis pengiriman pertama. Sebanyak 1.000 ton akan dikirim dalam waktu dekat. Dari jumlah tersebut, lima kontainer akan melalui perbatasan Entikong. Sementara itu, sekitar 950 ton lainnya akan dikirim melalui jalur laut dari Pelabuhan Tanjung Priok menuju Pelabuhan Kuching.

Dengan harga Rp 17.000 per kilogram sesuai MoU, nilai pengiriman awal mencapai sekitar Rp 17 miliar. Rizal optimis ini menjadi awal dari kerja sama jangka panjang antara Indonesia dan Malaysia dalam perdagangan beras.

Frequently Asked Questions

What is RI Akan Ekspor 200 Ribu Ton Beras?

RI Akan Ekspor 200 Ribu Ton Beras is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does RI Akan Ekspor 200 Ribu Ton Beras matter?

RI Akan Ekspor 200 Ribu Ton Beras matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *