Skip to content
Yellow Desk
Agustus 30, 2026
Kumparanbisnis

Setelah Lebih dari Satu Dekade, Visa dan Mastercard Kembali Beroperasi di Suriah

Daniel Lopez - kabarnusantaraku.com 4 mins read

Setelah lebih dari satu dekade terputus dari sistem keuangan internasional, Suriah akhirnya memproses transaksi kartu kredit asing pertamanya pada akhir

Setelah Lebih dari Satu Dekade, Visa dan Mastercard Kembali Beroperasi di Suriah

Setelah Lebih dari Satu Dekade, Suriah Buka Akses Pembayaran Global

Kabarnusantaraku.com – Setelah lebih dari satu dekade terputus dari sistem keuangan internasional, Suriah akhirnya memproses transaksi kartu kredit asing pertamanya pada akhir Agustus 2025. Visa dan Mastercard secara bersamaan mengonfirmasi bahwa pembayaran lintas negara kini dapat dilakukan di dalam negeri. Keputusan ini datang hanya beberapa hari setelah Amerika Serikat mencabut status “negara sponsor terorisme” dari Damaskus—sebuah langkah yang selama puluhan tahun menjadi landasan sanksi ekonomi paling ketat terhadap negara tersebut.

Dua Jaringan, Satu Titik Balik

Mastercard menyatakan bahwa, melalui kemitraan dengan Qatar National Bank Group (QNB), perusahaan telah memfasilitasi pembayaran kartu internasional pertama di Suriah. Dalam keterangan resminya, Mastercard menyebut peristiwa itu sebagai tonggak modernisasi ekosistem pembayaran nasional.

“Menandai tonggak penting dalam modernisasi ekosistem pembayaran Suriah,” demikian bunyi pernyataan Mastercard.

Visa, di sisi lain, mengumumkan pada Rabu (26/8) bahwa uji coba transaksi internasional langsung telah berhasil dijalankan. Mekanisme tersebut melibatkan Fransabank, lembaga keuangan Lebanon yang bertindak sebagai institusi penerima, serta PaymeraI, penyedia pembayaran elektronik berdomisili di Suriah. PaymeraI kemudian mengonfirmasi pada Kamis (27/8) bahwa pembayaran elektronik pertama melalui jaringan Visa telah terealisasi. Visa menegaskan bahwa uji coba ini merupakan langkah awal menuju perluasan layanan pembayaran digital bagi warga lokal maupun pengunjung mancanegara.

Perubahan Geopolitik yang Membuka Pintu

Konteks di balik peristiwa ini tidak dapat dilepaskan dari runtuhnya rezim Bashar al-Assad pada Desember 2024. Pasca-peralihan kekuasaan, sejumlah negara Barat secara bertahap melonggarkan sanksi yang telah mencekik ekonomi Suriah selama lebih dari satu dekade. Puncaknya terjadi pada Senin (24/8), ketika Washington secara resmi menghapus nama Suriah dari daftar negara sponsor terorisme. Pencabutan status itu menghapus lapisan pembatasan finansial yang selama beberapa dekade melumpuhkan perdagangan, investasi, dan akses perbankan internasional.

Bagi jutaan warga yang selama hampir 14 tahun bergantung pada transfer tunai informal dan mekanisme barter, kembalinya konektivitas ke jaringan pembayaran global membawa dampak langsung: kemampuan melakukan transaksi lintas batas secara resmi, aman, dan tanpa hambatan birokratis yang berlebihan.

Momen Simbolik di Kafe Damaskus

Gubernur Bank Sentral Suriah, Safwat Raslan, mengabadikan peristiwa tersebut lewat video media sosial. Dalam rekaman singkat itu, Raslan tampak bersama Presiden Ahmed al-Sharaa membayar secangkir kopi di sebuah kafe pusat kota Damaskus menggunakan kartu kredit.

“Ini merupakan pembayaran pertama menggunakan kartu Visa di jantung Damaskus, setelah Suriah dihapus dari daftar negara sponsor terorisme,” ujar Raslan.

“Rasanya sulit diungkapkan dengan kata-kata. Ini awal baru yang membawa harapan sekaligus tanggung jawab besar,” lanjutnya.

“Kami akan terus bekerja tanpa henti untuk membangun sistem finansial yang modern, tepercaya, dan terbuka yang selaras dengan aspirasi warga Suriah,” tambahnya.

Implikasi Jangka Panjang bagi Ekonomi Nasional

Pemerintah di Damaskus memosisikan integrasi ke infrastruktur pembayaran internasional sebagai prasyarat strategis untuk mengakhiri isolasi ekonomi. Bagi sektor perbankan lokal, kerja sama dengan QNB dan Fransabank membuka jalur koneksi ke jaringan perbankan global yang selama ini tertutup. Bagi pelaku usaha, akses ke metode pembayaran yang diakui secara universal mengurangi risiko transaksi dan mempercepat arus perdagangan resmi serta investasi asing.

Integrasi ini juga menjadi fondasi bagi stabilitas mata uang, transparansi arus modal, dan kepercayaan investor—tiga pilar yang selama bertahun-tahun tidak dapat dibangun di tengah sanksi dan ketidakpastian politik.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah warga Suriah kini dapat menggunakan kartu Visa atau Mastercard di luar negeri? Uji coba awal baru saja dimulai pada akhir Agustus 2025. Perluasan penuh layanan—termasuk penggunaan kartu di luar negeri—masih bergantung pada negosiasi lanjutan antara otoritas Suriah, jaringan kartu, dan bank-bank koresponden.

Bank mana yang berperan sebagai mitra lokal? Mastercard bekerja sama dengan Qatar National Bank Group (QNB). Visa menggunakan Fransabank (Lebanon) sebagai institusi penerima dan PaymeraI (Suriah) sebagai penyedia pembayaran elektronik domestik.

Kapan Suriah dihapus dari daftar negara sponsor terorisme? Amerika Serikat secara resmi mencabut status tersebut pada Senin, 24 Agustus 2025, beberapa hari sebelum transaksi kartu pertama diproses.

Apakah perubahan ini berarti sanksi ekonomi sepenuhnya dicabut? Pencabutan status sponsor terorisme menghapus lapisan pembatasan paling berat, namun beberapa sanksi sektoral dan bilateral masih dalam proses tinjauan. Integrasi penuh ke sistem keuangan global memerlukan waktu dan negosiasi bertahap.

Frequently Asked Questions

What is Setelah Lebih dari Satu Dekade Visa?

Setelah Lebih dari Satu Dekade Visa is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Setelah Lebih dari Satu Dekade Visa matter?

Setelah Lebih dari Satu Dekade Visa matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *