Starbright China Bangun Proyek Rp 1,25 T di IKN, 100 Apartemen Dipesan
Kabarnusantaraku.com – Investasi asing terus mengalir ke Ibu Kota Nusantara (IKN), dan PT Star Bright International Investment dari Tiongkok menjadi salah satu yang paling menonjol. Perusahaan ini resmi membangun proyek senilai Rp 1,25 triliun di wilayah Sub WP 1B Kawasan Inti Pusat Pemerintahan. Hingga kini, lebih dari 100 unit apartemen telah dipesan oleh calon penghuni, melampaui ekspektasi awal pengembang.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyambut baik pencapaian tersebut. Ia menyebut bahwa minat pasar terhadap proyek ini cukup menggembirakan dan menunjukkan kepercayaan investor terhadap masa depan IKN.
“Investasi swasta ini yang menggembirakan. Salah satunya Starbright yang Rp 1,25 triliun dari Cina, sekarang sudah dipesan orang apartemennya. Sudah lebih dari 100 apartemen yang dipesan. Ini surprise,” ujar Basuki saat ditemui di City Hall IKN pada Jumat (14/8).
Proyek Pertama PMA di IKN
Konstruksi proyek ini resmi dimulai pada 15 Juli 2026 dan menjadi inisiatif pertama yang diwujudkan oleh perusahaan penanaman modal asing (PMA) di IKN. Target penyelesaian seluruh tahap pembangunan ditetapkan pada akhir tahun 2026. Lahan yang digunakan mencakup luas sekitar 1,55 hektare dengan konsep kawasan terintegrasi yang mengakomodasi hunian, ruang komersial, dan perkantoran.
Pengembang menyediakan berbagai pilihan unit hunian dalam konfigurasi satu hingga tiga kamar tidur, masing-masing dilengkapi dengan ruang keluarga. Fasilitas pendukung yang tersedia meliputi kolam renang, pusat kebugaran, area komersial, serta ruang terbuka hijau untuk kenyamanan penghuni.
Visi Lu Keming untuk IKN
Lu Keming, Direktur Utama PT Star Bright International Investment, menyatakan keyakinannya terhadap potensi IKN sebagai kota modern. Pengalaman sebelumnya dalam mengembangkan kota dari nol menjadi modal penting bagi perusahaannya. Ia menilai pembangunan IKN dari tahap awal menawarkan peluang unik bagi investor untuk berkontribusi dalam pembentukan kawasan perkotaan baru.
“Saya memiliki pengalaman melihat pembangunan kota dari kondisi awal yang masih kosong. Saya yakin IKN akan menjadi kota yang indah karena dibangun dari awal,” kata Lu dalam keterangan resminya, Jumat (14/8).
Di luar sektor properti, Lu juga mencatat ketertarikan investor Tiongkok terhadap pengembangan bisnis perhotelan dan pariwisata di IKN. Dalam pelaksanaan proyek, pihak pengembang melibatkan kontraktor lokal dari Kalimantan Timur sebagai bagian dari strategi pemberdayaan pelaku usaha daerah.
Investasi Lain dan Bandara VVIP
Basuki menambahkan bahwa selain Starbright, investasi asing lain juga mulai mengalir ke IKN. PT Dian Jaya Indonesia dari Korea Selatan misalnya, menyiapkan dana lebih dari Rp 2,5 triliun untuk kawasan terpadu di KIPP. Sementara itu, Lion Air Group berencana membangun fasilitas Maintenance, Repair and Overhaul (MRO) serta pusat pelatihan di lahan seluas 30 hektare sekitar Bandara Very Very Important Person (VVIP) IKN.
Rencana ini berkembang setelah Lion Group mengevaluasi prospek Bandara IKN. Awalnya, perusahaan hanya merencanakan pembangunan training center. Namun, setelah pertimbangan lebih lanjut, mereka memutuskan untuk menambahkan fasilitas MRO untuk pemeliharaan peralatan, mirip dengan konsep yang diterapkan di Batam.
“Lion Group mau bikin training center 30 hektar di sini. Tapi setelah mereka berpikir untuk training center, ternyata mereka ingin bangun untuk peralatan training-nya, jadi MRO untuk pemeliharaan seperti yang di Batam,” jelas Basuki menjelang acara Pengukuhan Pengibar Bendera HUT RI di City Hall IKN, Jumat (14/8).
Untuk mendukung rencana tersebut, Otorita IKN telah menjembatani Lion Group dengan Bank Tanah, mengingat lahan di sekitar bandara berada dalam penguasaan lembaga tersebut. Ketiga pihak telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait pembangunan MRO di IKN.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Proyek Starbright
Berapa nilai total proyek Starbright di IKN? Proyek ini bernilai Rp 1,25 triliun dan berlokasi di Sub WP 1B Kawasan Inti Pusat Pemerintahan.
Berapa banyak apartemen yang sudah dipesan? Hingga saat ini, lebih dari 100 unit apartemen telah dipesan oleh calon penghuni.
Kapan proyek ini dimulai dan selesai? Konstruksi dimulai pada 15 Juli 2026 dengan target penyelesaian seluruh tahap pada akhir tahun 2026.
Apa saja fasilitas yang tersedia di kawasan proyek? Fasilitas meliputi kolam renang, pusat kebugaran, area komersial, ruang terbuka hijau, serta unit hunian dengan konfigurasi 1-3 kamar tidur.
Apakah proyek ini melibatkan kontraktor lokal? Ya, pengembang melibatkan kontraktor lokal dari Kalimantan Timur sebagai bagian dari strategi pemberdayaan pelaku usaha daerah.
