Persib Bandung Kehilangan Kandang di Si Jalak Harupat untuk Laga 6 September
Kabarnusantaraku.com – Sebuah benturan jadwal yang tak terelakkan kini memaksa Persib Bandung menunda rencana bermain di kandang sendiri pada pekan BRI Super League berikutnya. Stadion Si Jalak Harupat (SJH) di Kabupaten Bandung, yang semula dijadwalkan menjadi venue laga kandang Maung Bandung melawan PSM pada 6 September 2026, terpaksa dikosongkan dari seluruh aktivitas pertandingan. Penyebabnya bukan keputusan sepihak pemerintah daerah, melainkan mandat langsung dari federasi sepak bola internasional dan nasional yang tengah mempersiapkan venue tersebut untuk turnamen berkelas dunia.
Siapa yang Menetapkan Larangan Penggunaan Stadion
Dicky Anugrah, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kabupaten Bandung, menegaskan bahwa pembatasan akses SJH bukan wewenang Pemkab Bandung. Seluruh instruksi datang dari FIFA dan PSSI, yang telah menyampaikan ketentuan tersebut secara resmi kepada manajemen Persib. Dengan kata lain, otoritas lokal tidak memiliki ruang untuk menegosiasikan ulang jadwal penggunaan stadion selama periode pemeliharaan berlangsung.
“Jadi bukan kita yang memutuskan, tapi langsung dari FIFA dan PSSI. Dan itu pun sudah disampaikan ke Persib.”
Dicky juga membantah narasi yang beredar di kalangan suporter bahwa Pemkab Bandung sengaja menghalangi Persib bermain di SJH. Ia menyebut spekulasi semacam itu lebih banyak dipicu oleh dinamika internal komunitas Viking dan Bobotoh, bukan oleh kebijakan administratif daerah.
“Jadi bukan Pemda. Isu-isu digoreng oleh Viking, oleh Bobotoh, jadi bukan menolaknya Persib ditekan oleh Pemkab. Tapi itu sudah ditetapkan melalui FIFA dan PSSI.”
Apa yang Sedang Dilakukan di Dalam Stadion
Setelah Persib menyelesaikan pertandingan playoff ACL 2 melawan Manila Digger FC pada 31 Agustus 2026, tim teknis FIFA dan PSSI langsung turun ke lapangan untuk melakukan intervensi terhadap kondisi rumput. Pekerjaan yang sedang berjalan mencakup pemadatan permukaan tanah, penguatan sistem perakaran rumput, serta peningkatan keseluruhan kualitas playability lapangan. Seluruh aktivitas ini bertujuan memastikan SJH memenuhi standar teknis yang dipersyaratkan untuk kompetisi tingkat internasional.
“Sementara saat ini rumput, pemadatan, penguatan akar, dan pokoknya untuk kualitas rumput. Kualitas sedang di-upgrade.”
Di luar area lapangan, pemeliharaan juga menyentuh infrastruktur pendukung lainnya: ruang ganti pemain, fasilitas sanitasi, tribun dan kursi penonton, hingga sistem pencahayaan stadion. Pendekatan ini bersifat menyeluruh karena SJH akan menampung rangkaian pertandingan resmi FIFA Asian Cup 2026, bukan sekadar satu laga liga domestik.
Linimasa Menuju Turnamen Internasional
Para peserta dari kawasan ASEAN dijadwalkan tiba di SJH pada 19 September 2026 untuk menjalani sesi persiapan dan uji coba lapangan. Artinya, seluruh pekerjaan pemeliharaan harus rampung sebelum tanggal tersebut. Sementara itu, upacara pembukaan FIFA Asian Cup 2026 sendiri akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 25 September 2026. Untuk jadwal pertandingan pertama yang secara spesifik akan berlangsung di SJH, pihak Dispora Kabupaten Bandung menyatakan masih menunggu konfirmasi final dari penyelenggara turnamen.
“Jadi tanggal 19 itu sudah ada persiapan uji coba lapangan peserta.”
Akar Masalah: Bentrok Jadwal Sejak Agustus
Konflik ini sebenarnya sudah terlihat sejak pertengahan Agustus. Pada Kamis, 20 Agustus 2026, Dispora Kabupaten Bandung menerima surat resmi dari operator Liga 1 yang meminta penggunaan SJH untuk dua laga kandang Persib: playoff ACL 2 melawan Manila Digger FC (31 Agustus) dan BRI Super League melawan PSM (6 September). Kedua pertandingan tersebut secara temporal berdekatan dengan agenda FIFA ASEAN Cup 2026 yang juga menempatkan SJH sebagai salah satu venue resmi.
“Dua pertandingan kandang Persib berdekatan dengan FIFA ASEAN Cup 2026. Sementara itu, PSSI lebih awal meminta Stadion SJH menjadi salah satu venue. Kami mesti lebih intens berkoordinasi perihal pelaksanaannya.”
Kondisi ini menciptakan dilema logistik yang kompleks. PSSI, sebagai federasi nasional, telah lebih dulu mengunci SJH dalam daftar venue turnamen internasional. Persib, sebagai klub peserta liga domestik dan kompetisi Asia, harus menyesuaikan rencana kandang dengan ketersediaan stadion. Laga melawan Manila Digger FC pada 31 Agustus tetap dapat terlaksana karena masih berada di ambang periode pemeliharaan, namun pertandingan berikutnya pada 6 September jatuh tepat di tengah jendela perawatan yang tidak dapat dipangkas.
Dampak bagi Persib dan Penggemar
Bagi Persib, kehilangan satu slot kandang beruntun berarti kehilangan momentum suporter langsung serta potensi pendapatan tiket. Bobotoh yang semula merencanakan hadir di SJH untuk laga melawan PSM kini harus mencari alternatif venue atau menunggu jadwal ulang yang belum dipastikan oleh operator liga. Bagi Kabupaten Bandung, situasi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa status SJH sebagai venue internasional membawa konsekuensi operasional yang membatasi fleksibilitas penggunaan stadion untuk kepentingan klub lokal. Koordinasi lintas level—antara federasi internasional, federasi nasional, otoritas daerah, dan klub—menjadi kunci agar bentrok serupa dapat diantisipasi lebih awal pada musim-musim mendatang.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Persib Tak Bisa Main di Si Jalak?
Persib Tak Bisa Main di Si Jalak is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Persib Tak Bisa Main di Si Jalak matter?
Persib Tak Bisa Main di Si Jalak matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

