Skip to content
Yellow Desk
Agustus 30, 2026
Kumparannews

Rajiv Apresiasi Kapolri Cepat Tanggap Keinginan Presiden Swasembada Bawang Putih

Joseph Garcia - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Langkah konkret dalam mempercepat kemandirian pangan nasional kembali terealisasi. Pada Rabu, 19 Agustus 2026, jajaran kewilayahan Kepolisian Negara Republik

Rajiv Apresiasi Kapolri Cepat Tanggap Keinginan Presiden Swasembada Bawang Putih

Kapolri Gerak Cepat Wujudkan Swasembada Bawang Putih, Rajiv Beri Apresiasi

Kabarnusantaraku.com – Langkah konkret dalam mempercepat kemandirian pangan nasional kembali terealisasi. Pada Rabu, 19 Agustus 2026, jajaran kewilayahan Kepolisian Negara Republik Indonesia melaksanakan panen raya sekaligus kegiatan penanaman bawang putih di kawasan Sembalun, Nusa Tenggara Barat. Program ini menjadi bagian dari respons cepat Polri terhadap arahan Presiden Prabowo mengenai penguatan ketahanan dan kemandirian pangan, khususnya pada komoditas bawang putih.

Rajiv: Respons Kapolri Cepat dan Responsif

Anggota Komisi IV DPR RI, Rajiv, menyampaikan apresiasinya melalui siaran pers pada Kamis (20/8). Menurutnya, Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo beserta seluruh jajaran Polda dan Polres menunjukkan ketanggapan tinggi dalam menangkap cita-cita Presiden untuk mewujudkan swasembada pangan.

“Saya mengapresiasi Kapolri Jenderal Listyo Sigit beserta seluruh jajaran Polda dan Polres yang bergerak cepat merespons cita-cita Presiden mewujudkan swasembada pangan, khususnya bawang putih. Yang menarik dari kegiatan ini bukan hanya luas lahan yang ditanami, tetapi kemampuan Polri menggerakkan kolaborasi dengan pemerintah daerah, kelompok tani, dan ribuan petani secara serentak di berbagai wilayah.”

Skala Operasional: Dari Sembalun hingga 14 Wilayah Polda

Berdasarkan data divisi humas Polri, panen di Sembalun mencakup lahan seluas 105 hektare dengan potensi hasil sekitar 1.050 ton. Bersamaan dengan itu, siklus produksi berikutnya telah disiapkan melalui penanaman baru seluas 120 hektare. Tidak berhenti di satu titik, kegiatan serupa digelar serentak di 14 wilayah Polda dengan total luas 279,53 hektare dan proyeksi produksi hampir 2.800 ton bawang putih saat memasuki masa panen.

“Dari Sembalun, we melihat contoh konkret. Hari ini ada panen dari 105 hektare dengan potensi sekitar 1.050 ton, tetapi pada saat bersamaan juga dipersiapkan siklus produksi berikutnya melalui penanaman baru seluas 120 hektare. Ini penting karena swasembada harus dibangun sebagai proses yang berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial pada satu momentum panen.”

2.174 Petani Jadi Pilar Strategis

Produksi kali ini melibatkan 2.174 petani yang tergabung dalam 110 kelompok tani. Rajiv menilai angka tersebut merupakan aspek paling strategis dari keseluruhan program, karena tujuan besar ketahanan pangan tidak semata-mata soal menghasilkan komoditas, melainkan memperkuat kapasitas petani sebagai pelaku utama produksi pangan nasional.

“Angka 2.174 petani yang terlibat dan potensi panen hampir 2.800 ton bawang putih harus kita lihat sebagai sesuatu yang sangat penting. Karena tujuan besar ketahanan pangan pada akhirnya bukan sekadar menghasilkan komoditas, tetapi juga memperkuat kapasitas petani sebagai pelaku utama produksi pangan nasional.”

Harapan ke Depan: Ekosistem Bawang Putih dari Hulu hingga Hilir

Legislator asal dapil Jabar II ini mengharapkan program tersebut terus dikembangkan melalui pendampingan budidaya, penggunaan benih berkualitas, peningkatan produktivitas, kepastian pasar pascapanen, pembangunan sarana penyimpanan, serta pengaturan kalender tanam yang disesuaikan dengan karakteristik tiap daerah. Dengan demikian, perluasan areal tanam benar-benar mampu meningkatkan produksi secara berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bawang putih.

“Saya berharap langkah yang telah dimulai Kapolri dan jajarannya tidak berhenti pada penanaman. Tantangan berikutnya adalah menjaga produktivitas, memastikan hasil panen terserap dengan baik, menjaga harga yang menguntungkan petani, dan membangun ekosistem bawang putih nasional dari hulu sampai hilir. Kalau konsistensi ini dapat dijaga, kontribusinya terhadap kemandirian pangan Indonesia akan semakin nyata.”

Rajiv menutup pernyataannya dengan mendorong pengawalan yang konsisten, pelibatan petani yang semakin luas, serta peningkatan produktivitas secara berkelanjutan. Ia berharap program ini menjadi salah satu motor penggerak terbangunnya basis produksi bawang putih nasional yang lebih kuat dan mandiri.

Frequently Asked Questions

What is Rajiv Apresiasi Kapolri Cepat Tanggap Keinginan?

Rajiv Apresiasi Kapolri Cepat Tanggap Keinginan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Rajiv Apresiasi Kapolri Cepat Tanggap Keinginan matter?

Rajiv Apresiasi Kapolri Cepat Tanggap Keinginan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *