Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Kumparannews

Important Visit: KDM Usul Siswa SMK PKL 1 Tahun agar Langsung Siap Bekerja di Industri

Susan Davis - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Important Visit: KDM Usulkan Siswa SMK Melakukan PKL 1 Tahun untuk Siap Bekerja di Industri Important Visit - Dalam important visit terbarunya, Gubernur Jawa

Important Visit: KDM Usul Siswa SMK PKL 1 Tahun agar Langsung Siap Bekerja di Industri

Important Visit: KDM Usulkan Siswa SMK Melakukan PKL 1 Tahun untuk Siap Bekerja di Industri

Important Visit – Dalam important visit terbarunya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengusulkan perpanjangan durasi Program Kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dari yang sebelumnya hanya berlangsung selama satu bulan menjadi satu tahun. Tindakan ini bertujuan untuk memastikan lulusan SMK memiliki pengalaman langsung di industri sebelum memasuki dunia kerja, sehingga lebih siap menghadapi tantangan lapangan. Dedi menekankan bahwa pendidikan vokasi harus diisi dengan praktik langsung, bukan hanya teori, agar proses adaptasi siswa lebih efektif.

Important Visit ini dilakukan Dedi setelah menghadiri acara Pengukuhan Pengurus DPP APINDO Jawa Barat Periode 2026–2031 di eL Hotel Bandung, Kota Bandung, Jumat (26/6). Dalam kesempatan tersebut, ia menyoroti pentingnya kemitraan antara pemerintah, sekolah, dan dunia usaha. “PKL yang diperpanjang hingga satu tahun akan membantu siswa memahami proses kerja, budaya perusahaan, dan keterampilan yang dibutuhkan di lapangan,” jelasnya. Ia juga menyatakan bahwa pemerintah daerah menawarkan dukungan kebijakan untuk mempercepat integrasi siswa SMK ke dunia industri.

“Saat siswa kelas tiga SMK sudah menghabiskan setahun di industri, mereka bisa langsung dianggap sebagai calon karyawan yang potensial,” tegas Dedi selama important visit tersebut.

Menurut Dedi, program ini akan memberi manfaat jangka panjang. Dengan PKL yang lebih intensif, lulusan SMK tidak hanya menguasai keterampilan teknis, tetapi juga mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja yang dinamis. “Perusahaan tidak perlu memakan waktu lama untuk mengasah kompetensi mereka setelah lulus,” tambahnya. Ia menambahkan bahwa kebijakan ini bisa mengurangi tingkat pengangguran di kalangan pemuda dan meningkatkan kualitas tenaga kerja lokal.

Manfaat Kolaborasi Pendidikan dan Industri

Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa perpanjangan PKL 1 tahun akan memperkuat kolaborasi antara pihak sekolah dan industri. Dengan waktu yang lebih lama, siswa dapat mengikuti berbagai tahap produksi, mengenal alur kerja perusahaan, dan membangun relasi dengan mentor di lapangan. “Ini adalah langkah strategis untuk memastikan lulusan SMK memiliki nilai tambah sebelum memasuki pasar kerja,” katanya. Ia juga menekankan bahwa industri perlu terlibat aktif dalam menentukan kurikulum pendidikan vokasi agar lebih relevan dengan kebutuhan pasar.

Menurut data Kementerian Pendidikan, sekitar 70% lulusan SMK di Jawa Barat masih mengalami kesulitan menemukan pekerjaan karena kurangnya pengalaman praktis. Dedi berargumen bahwa PKL yang diperpanjang akan membantu siswa menguasai kompetensi yang lebih mendalam, sehingga memudahkan proses rekrutmen oleh perusahaan. “Perusahaan akan lebih memilih lulusan SMK yang sudah terbiasa dengan cara kerja mereka,” ujarnya. Ia juga menyinggung pentingnya kebijakan ini dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Pemerintah Jawa Barat berencana melibatkan berbagai sektor industri dalam program ini, seperti manufaktur, pertanian, dan teknologi. Dedi menegaskan bahwa SMK harus menjadi garda depan dalam menghasilkan tenaga kerja yang siap langsung bekerja. “Siswa SMK tidak lagi hanya belajar teori, tetapi juga langsung mengaplikasikan ilmu di tempat kerja,” tutur Dedi. Ia berharap kebijakan ini bisa diimplementasikan secara bertahap, dengan mengadakan kemitraan yang saling menguntungkan antara sekolah dan perusahaan.

Proses Adaptasi yang Lebih Efektif

Dedi Mulyadi menuturkan bahwa PKL yang diperpanjang akan memberikan kesempatan bagi siswa SMK untuk mengasah kemampuan mereka secara lebih mendalam. Dengan penyesuaian durasi, siswa bisa mengikuti berbagai bagian proses kerja, dari tahap awal hingga pengembangan. “Ini akan mengurangi risiko kesalahan dalam adaptasi, karena mereka sudah terbiasa dengan lingkungan kerja sejak dini,” katanya. Ia juga menyinggung bahwa perusahaan akan lebih mudah menilai kompetensi siswa dalam jangka waktu yang lebih panjang.

Sebagai contoh, perusahaan-perusahaan besar di Jawa Barat sudah mulai mengadopsi model PKL jangka panjang untuk merekrut calon karyawan. Dedi menyebutkan bahwa beberapa perusahaan besar di kawasan industri Bandung dan Bekasi sedang bersiap menerima siswa SMK untuk melatih keterampilan mereka selama setahun. “Siswa yang sudah melalui PKL 1 tahun akan memiliki kemampuan yang lebih memadai, sehingga bisa langsung bekerja tanpa perlu pelatihan tambahan,” jelasnya. Kebijakan ini juga diharapkan bisa menjadi solusi untuk mengatasi ketimpangan antara pendidikan dan kebutuhan industri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *