Skip to content
Yellow Desk
Agustus 1, 2026
Kumparanbisnis

Key Discussion: Menteri PPPA & Kepala BPS Apresiasi Pemberdayaan PNM pada Usaha Ekonomi Sirkular

Robert Hernandez - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Key Discussion: Menteri PPPA dan Kepala BPS Apresiasi Pemberdayaan PNM dalam Usaha Ekonomi Sirkular Key Discussion – Selama kunjungan kerja ke Bandung

Key Discussion: Menteri PPPA & Kepala BPS Apresiasi Pemberdayaan PNM pada Usaha Ekonomi Sirkular

Key Discussion: Menteri PPPA dan Kepala BPS Apresiasi Pemberdayaan PNM dalam Usaha Ekonomi Sirkular

Key Discussion – Selama kunjungan kerja ke Bandung, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, serta Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti, memberikan apresiasi terhadap upaya PNM Mekaar dalam mendorong pengembangan usaha ekonomi sirkular oleh perempuan. Kedua pejabat ini menilai inisiatif tersebut sebagai langkah strategis yang menggabungkan aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan, serta menjadi contoh nyata keberhasilan program pemberdayaan perempuan di Indonesia.

Ekonomi Sirkular Sebagai Alternatif Berkelanjutan

Usaha ekonomi sirkular yang digagas PNM Mekaar menunjukkan potensi besar dalam mengubah limbah menjadi sumber daya ekonomi. Arifah Fauzi menyebutkan bahwa model ini tidak hanya memberdayakan perempuan secara finansial, tetapi juga membuka peluang untuk berpartisipasi aktif dalam penguatan ekosistem daerah. Ia menekankan bahwa usaha sirkular seperti yang diterapkan Ema, salah satu nasabah PNM, dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat lain untuk mengelola sumber daya lokal secara lebih bijak.

Contoh usaha Ema mencakup pengolahan sampah organik dan anorganik menjadi sistem usaha terpadu. Proses ini dimulai dengan budidaya maggot yang memproses limbah, kemudian digunakan sebagai bahan pakan alternatif untuk ikan lele dan ayam. Selain itu, sampah daur ulang juga diubah menjadi produk bernilai tambah, seperti bahan baku untuk kerajinan atau bahan bakar. Arifah mengapresiasi inovasi ini karena menggambarkan keberlanjutan usaha yang mengurangi dampak lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga.

Collaboration between PPPA and BPS for Women Empowerment

Amalia Adininggar Widyasanti menyoroti bahwa usaha ekonomi sirkular seperti yang dijalankan Ema merupakan bukti keberhasilan kolaborasi antara PNM dan instansi terkait. Ia mengatakan bahwa model ini menciptakan lingkaran nilai yang memulihkan sumber daya alam dan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat. “Usaha ini luar biasa karena menggambarkan jalur nilai dari hulu hingga hilir, mulai dari maggot hingga lele dan ayam. Ini menunjukkan sistem yang terintegrasi dan berkelanjutan,” tambah Amalia.

PNM Mekaar telah memberikan akses pembiayaan serta pelatihan kepada ribuan perempuan prasejahtera. Program ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga membangun rasa percaya diri dan kemandirian ekonomi. Kindaris, Direktur Utama PNM, mengungkapkan bahwa pendampingan berkelanjutan menjadi kunci dalam memastikan usaha para nasabah tetap berkembang. “Semoga ibu-ibu lebih aktif menghadiri pertemuan kelompok dan semua program pendampingan dari PNM, sehingga usaha mereka semakin berkembang,” ujarnya.

Kebijakan pemberdayaan perempuan yang dijalankan PNM terus diperkuat dengan dukungan dari lembaga seperti BPS. Menurut Amalia, data yang dihimpun BPS menunjukkan bahwa usaha sirkular seperti ini telah memberikan kontribusi signifikan dalam menurunkan tingkat kemiskinan di beberapa daerah. “Kita melihat peningkatan penghasilan dan pengurangan sampah secara signifikan, yang membuktikan bahwa ekonomi sirkular bisa menjadi jalan keluar dari masalah lingkungan dan ekonomi secara bersamaan,” jelasnya.

Key Discussion juga menggarisbawahi pentingnya edukasi dan pelatihan dalam membangun keberlanjutan usaha. PNM Mekaar menyediakan berbagai program seperti Pertemuan Kelompok Mingguan (PKM) dan pelatihan usaha yang berfokus pada inovasi dan penerapan teknologi. Dengan adanya pendekatan ini, para pelaku usaha diberikan alat untuk mengembangkan bisnis yang tidak hanya menguntungkan mereka, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar.

Usaha ekonomi sirkular yang diawali oleh perempuan seperti Ema juga menjadi inspirasi untuk inovasi lain di sektor pertanian dan perikanan. Selain itu, model ini memperkuat peran perempuan sebagai penggerak perubahan dalam ekonomi kecil dan menengah. Menteri PPPA dan Kepala BPS sepakat bahwa program PNM harus terus diperluas, karena pemberdayaan perempuan bukan hanya tentang meningkatkan penghasilan, tetapi juga tentang menumbuhkan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Key Discussion ini menegaskan bahwa ekonomi sirkular bisa menjadi penggerak utama dalam transformasi ekonomi Indonesia. Dengan mendorong perempuan untuk memanfaatkan sampah sebagai sumber daya, PNM Mekaar menciptakan peluang baru yang sebelumnya tidak terduga. Arifah Fauzi berharap bahwa kebijakan ini dapat diadopsi lebih luas, karena perempuan memiliki peran penting dalam mengembangkan kesejahteraan ekonomi dan lingkungan yang berimbang. “PNM harus terus menjadi mitra strategis dalam membangun usaha yang berkelanjutan dan berdampak sosial,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *