Dasco Terima Aspirasi Guru Honorer, Pengangkatan ASN Dibahas
What Happened During sebuah pertemuan penting antara Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, dengan para guru honorer dan perwakilan organisasi profesi pendidik di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta. Acara ini berlangsung pada Senin (29/6) dan dihadiri oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi. Momen ini menjadi refleksi keseriusan DPR dalam menggali aspirasi para pendidik yang masih mengalami kesulitan dalam proses karier. Dasco membagikan cerita sepanjang acara melalui akun Instagram pribadinya, menunjukkan bagaimana isu-isu terkini terus menjadi perhatian utama.
Topik Utama yang Dibahas: Kebijakan Pengangkatan ASN
“What Happened During ini, kami mendiskusikan sejumlah isu kritis, termasuk penyetaraan status guru honorer menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN),” jelas Dasco. “Para peserta juga menyampaikan aspirasi terkait peningkatan kesejahteraan guru PPPK Paruh Waktu, kebijakan konversi PPPK ke PNS, serta tantangan yang dihadapi dalam proses inpassing.”
Isu penyetaraan guru honorer menjadi ASN menjadi fokus utama karena dianggap sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sistem pendidikan. Peserta dari DPP Forum Aliansi Guru dan Karyawan (FAGAR) serta perwakilan guru honorer dari berbagai daerah menyampaikan harapan bahwa kebijakan ini akan segera diimplementasikan secara luas. Dasco menjelaskan bahwa hasil diskusi akan menjadi bahan untuk menentukan arah kebijakan yang lebih spesifik. “What Happened During ini membuktikan bahwa DPR aktif menangani masalah yang relevan dengan kehidupan nyata para guru,” tambahnya.
Perspektif Kebijakan: Tantangan dan Solusi
Dalam sesi diskusi, para peserta mengungkapkan berbagai masalah yang mereka hadapi sehari-hari. Beberapa di antaranya berkaitan dengan kesenjangan gaji antara guru honorer dan ASN, serta kepastian masa kerja yang tidak stabil. Dasco menegaskan bahwa DPR akan bekerja sama dengan pemerintah untuk menemukan solusi. “What Happened During kebijakan ini perlu diiringi dengan komitmen jangka panjang dari seluruh pemangku kepentingan,” kata mantan anggota Fraksi PDI Perjuangan tersebut.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menambahkan bahwa pemerintah sedang mempersiapkan regulasi untuk mempercepat proses konversi guru PPPK ke PNS. Ia juga menyebutkan bahwa pembahasan ini akan diikuti oleh rapat konsultasi lebih lanjut dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. “What Happened During diskusi hari ini akan menjadi dasar untuk memperbaiki kebijakan yang sudah ada dan mengadopsi ide-ide baru dari para guru,” ujarnya.
Langkah Selanjutnya: Upaya Meningkatkan Kesejahteraan
Dasco berharap kebijakan yang dihasilkan dari What Happened During ini mampu memberikan dampak signifikan bagi para pendidik. “Kami akan memastikan bahwa keputusan ini tidak hanya berhenti di tingkat kebijakan, tetapi juga diimplementasikan secara efektif di lapangan,” tegasnya. DPR juga berencana melakukan survei terhadap kondisi kerja guru di berbagai wilayah untuk memperoleh data yang lebih akurat.
Sebagai tindak lanjut, komite khusus akan dibentuk untuk mengawasi proses pengangkatan guru honorer menjadi ASN. Hal ini bertujuan untuk mempercepat perubahan dan memastikan transparansi dalam pengambilan keputusan. “What Happened During ini adalah awal dari proses panjang, tetapi kita yakin langkah ini akan membawa perbaikan,” imbuh Dasco. Dengan adanya dialog terbuka seperti ini, harapan untuk meningkatkan kesejahteraan pendidik semakin terlihat jelas.
Signifikansi Aspirasi Guru Honorer dalam Politik Pendidikan
Isu-isu yang dibawa oleh guru honorer menunjukkan betapa pentingnya peran mereka dalam sistem pendidikan Indonesia. Meski status mereka tidak setara dengan ASN, mereka tetap menjadi tulang punggung pengajaran di banyak sekolah, terutama di daerah terpencil. DPR dan pemerintah berkomitmen untuk tidak mengabaikan suara mereka. “What Happened During kali ini mengingatkan kita bahwa kebijakan pendidikan harus melibatkan semua pihak,” pungkas Dasco.
