Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Kumparannews

Main Agenda: Komisi X DPR soal Prabowo Tambah Anggaran Riset Rp 4 T: Idealnya Rp 7-8 T

Christopher Wilson - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Komisi X DPR: Main Agenda Riset Nasional Harus Capai Rp 7-8 T Main Agenda - Dalam Main Agenda terbaru, Komisi X DPR mengkritik alokasi anggaran riset nasional

Main Agenda: Komisi X DPR soal Prabowo Tambah Anggaran Riset Rp 4 T: Idealnya Rp 7-8 T

Komisi X DPR: Main Agenda Riset Nasional Harus Capai Rp 7-8 T

Main Agenda – Dalam Main Agenda terbaru, Komisi X DPR mengkritik alokasi anggaran riset nasional yang hanya dialokasikan Rp 4 triliun. Angka ini dinilai belum memenuhi ekspektasi karena pemerintah perlu memperbesar investasi di bidang penelitian, terutama dalam upaya mendorong kemajuan bangsa. Lalu Hadrian Irfani, ketua Komisi X, mengatakan bahwa dana riset idealnya mencapai Rp 7-8 triliun, agar bisa memenuhi kebutuhan sektor-sektor strategis. “Main Agenda ini menggarisbawahi pentingnya alokasi dana yang lebih besar, agar hasil riset benar-benar berdampak pada pembangunan nasional,” jelasnya.

Harapan DPR untuk Pertumbuhan Sumber Daya

Lalu menekankan bahwa anggaran riset sebesar Rp 4 triliun masih jauh dari target karena belum mampu memenuhi potensi SDM Indonesia. Ia menyoroti peran riset dalam mengembangkan teknologi, pendidikan, dan inovasi, yang selama ini terabaikan. “Main Agenda ini ingin mengingatkan pemerintah bahwa dana riset harus sebanding dengan tingkat kompetisi bangsa kita,” ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa alokasi anggaran harus disesuaikan dengan kebutuhan sektor-sektor seperti kesehatan, pertanian, dan energi.

Dalam diskusi dengan Presiden Prabowo Subianto, Komisi X menegaskan bahwa peningkatan anggaran riset menjadi prioritas. “Pembangunan keIndonesiaan tidak bisa terwujud tanpa dana riset yang memadai,” tambah Lalu. Ia menyoroti bahwa program-program seperti inovasi teknologi dan pendidikan tinggi membutuhkan dana lebih besar agar bisa berjalan optimal. “Main Agenda ini mengingatkan bahwa anggaran riset harus menjadi fondasi untuk pertumbuhan SDM yang berkelanjutan,” lanjutnya.

Peran Perguruan Tinggi dan Kemitraan dengan Sektor Swasta

Lalu menambahkan bahwa perguruan tinggi nasional memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam riset, tetapi perlu dukungan anggaran yang lebih signifikan. “Main Agenda ini juga menekankan pentingnya kemitraan antara lembaga pendidikan dengan sektor swasta, agar hasil riset bisa diaplikasikan secara langsung ke industri,” jelasnya. Ia mengingatkan bahwa dana riset hanya akan efektif jika dipadukan dengan kebijakan yang mendukung inovasi dan pemanfaatan hasil penelitian.

Presiden Prabowo mengakui bahwa anggaran Rp 4 triliun untuk riset di tahun 2026 merupakan langkah awal, tetapi ia berharap angka ini bisa ditingkatkan di tahun-tahun berikutnya. “Main Agenda ini adalah bagian dari visi pemerintah untuk membangun bangsa melalui ilmu pengetahuan dan teknologi,” ujarnya. Lalu menyetujui pandangan ini, tetapi menambahkan bahwa peningkatan anggaran harus lebih konsisten, bukan hanya tahunan.

Pertemuan DPR dan Presiden untuk Memperkuat Riset

Menurut Lalu, pertemuan antara Komisi X DPR dan Presiden Prabowo adalah langkah positif untuk memperkuat komitmen terhadap riset. “Main Agenda ini menjadi titik awal untuk menentukan prioritas dan strategi peningkatan dana riset di masa depan,” katanya. Ia mengharapkan pemerintah memberikan jawaban konkrit terkait rencana peningkatan anggaran, terutama dalam mempercepat program-program seperti inovasi digital dan pembangunan SDM.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden juga menyampaikan rencana pengembangan riset melalui kolaborasi dengan sektor swasta dan lembaga internasional. Lalu mengapresiasi langkah ini, tetapi menegaskan bahwa pemerintah harus memastikan bahwa dana riset digunakan secara efisien. “Main Agenda ini tidak hanya tentang jumlah angka, tetapi juga tentang strategi yang mampu menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya. Ia berharap anggaran riset bisa menjadi investasi jangka panjang yang berdampak pada peningkatan kualitas hidup rakyat.

Langkah Strategis untuk Masa Depan

Lalu mengingatkan bahwa pemerintah perlu menyusun skema anggaran riset yang lebih terstruktur. “Main Agenda ini mengingatkan bahwa dana riset harus direncanakan dengan detail, agar tidak terbuang begitu saja,” katanya. Ia menyarankan bahwa pemerintah bisa melibatkan para ahli dan akademisi dalam proses penentuan anggaran, untuk memastikan bahwa dana dialokasikan sesuai dengan kebutuhan yang paling mendesak.

Dalam kesimpulan, Lalu menyatakan bahwa anggaran riset Rp 4 triliun adalah titik awal, tetapi perlu dilanjutkan dengan langkah-langkah yang lebih ambisius. “Main Agenda ini membuka peluang untuk mengubah cara pemerintah memandang pentingnya riset, dan saya yakin jika anggaran ini ditingkatkan, Indonesia akan lebih unggul dalam persaingan global,” pungkasnya. Ia menegaskan bahwa DPR akan terus memantau dan memberikan masukan agar program riset benar-benar mampu mewujudkan kemajuan yang berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *