Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Kumparannews

Latest Program: Sinergi Kemensos dan Pertuni Perkuat Pemberdayaan Disabilitas Netra

Daniel Lopez - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Program Terbaru Kemensos dan Pertuni Perkuat Pemberdayaan Tunanetra Latest Program - Program terbaru yang digagas oleh Kementerian Sosial (Kemensos) bersama

Latest Program: Sinergi Kemensos dan Pertuni Perkuat Pemberdayaan Disabilitas Netra

Program Terbaru Kemensos dan Pertuni Perkuat Pemberdayaan Tunanetra

Latest Program – Program terbaru yang digagas oleh Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) menekankan upaya pemberdayaan bagi penyandang disabilitas netra. Inisiatif ini dirancang untuk meningkatkan kemandirian ekonomi mereka melalui pelatihan keterampilan, akses usaha, serta dukungan fasilitas yang optimal. Dengan fokus pada kemajuan dan keberlanjutan, kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan dampak nyata dalam transformasi kehidupan tunanetra di Indonesia.

Strategi Pemberdayaan dan Fasilitas yang Dibutuhkan

Kementerian Sosial memperkuat peran Pertuni dalam mengembangkan ekonomi tunanetra melalui berbagai program. Salah satu pendekatan utama adalah penyediaan pelatihan praktis dan alat bantu fisik untuk membuka peluang kerja. Selain itu, fasilitas usaha yang memadai menjadi kunci, karena tunanetra membutuhkan ruang yang bisa diakses dan layanan yang mendukung.

“Latest Program ini memastikan Pertuni memiliki sumber daya yang lebih lengkap, termasuk fasilitas usaha yang diperlukan untuk memajukan bisnis anggota,” ujar Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul saat memberikan penjelasan dalam acara audiensi dengan Ketua Umum Pertuni Setiawan Gema Budi di Kafe Selalu Ada Kopi, Rabu (1/7/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul menekankan bahwa peningkatan infrastruktur Pertuni adalah bagian dari strategi jangka panjang. Fasilitas seperti gedung pusat, kantor, dan ruang pelatihan harus selaras dengan kebutuhan tunanetra untuk menjamin keberhasilan pemberdayaan. Ia juga menyebut bahwa program pelatihan dan pengembangan keterampilan menjadi fondasi penting dalam membangun kemampuan ekonomi mereka.

Program Pelatihan dan Lokakarya untuk Masa Depan

Sebagai bagian dari Latest Program, Kemensos dan Pertuni meluncurkan pelatihan teknik pijat dan refleksi khusus untuk tunanetra. Pelatihan ini berlangsung bertahap selama tiga bulan, mulai dari April hingga Juni 2026, dengan tujuan membekali peserta dengan kemampuan profesional di bidang layanan kesehatan terapi. “Kita dilatih untuk persiapan panti pijat tunanetra yang bisa menjadi tempat layanan massage dan refleksi. Ini sangat relevan untuk meningkatkan produktivitas anggota kami,” terang Setiawan Gema Budi.

Pelatihan tersebut diikuti oleh sejumlah peserta yang dianggap potensial untuk mengembangkan usaha mandiri. Dukungan Kemensos tidak hanya berupa pelatihan, tetapi juga perluasan akses ke modal usaha, pemasaran, dan perizinan. “Latest Program ini memberikan ruang bagi tunanetra untuk berkiprah di dunia ekonomi, tanpa hambatan,” tambahnya.

Persiapan Lokakarya Nasional untuk Kemandirian Lebih Luas

Kemensos juga menyiapkan fasilitas lengkap untuk Lokakarya Nasional Pertuni yang akan digelar pada 3-5 November 2026 di Margaguna, Jakarta Selatan. Lokakarya ini dirancang untuk menjadi wadah diskusi antar penyandang disabilitas netra, pelaku usaha, dan pihak terkait. “Selama Lokakarya, peserta akan diberikan pengetahuan terkini tentang pemberdayaan, serta bantuan pemasaran produk dan layanan mereka,” jelas Setiawan.

Program ini diharapkan menjadi ajang penguatan jaringan antar komunitas tunanetra dan pihak swasta. Dengan adanya fasilitas yang memadai, peserta bisa berpartisipasi aktif dalam mengembangkan usaha, baik melalui kemitraan maupun inovasi produk. Latest Program ini tidak hanya meningkatkan kapasitas anggota Pertuni, tetapi juga memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.

Peran Pertuni dalam Membangun Kemandirian Tunanetra

Sejak didirikan pada 26 Januari 1966 di Surakarta, Pertuni telah berperan aktif dalam membantu tunanetra meningkatkan kualitas hidup. Organisasi ini memiliki jaringan kepengurusan hingga 34 provinsi dan sekitar 300 kabupaten/kota di Indonesia. “Latest Program ini memberikan dorongan signifikan untuk memperluas cakupan layanan dan membuka peluang ekonomi bagi seluruh anggota,” katanya.

Dalam tiga tahun terakhir, Pertuni terus berupaya memperbaiki kualitas program melalui inovasi. Berbagai kegiatan seperti lokakarya, pelatihan, dan pemberdayaan komunitas menjadi sarana utama untuk mencapai tujuan ini. “Kemensos menjadi mitra strategis yang mendukung berbagai kegiatan, termasuk Latest Program ini, sehingga tunanetra bisa lebih berdaya,” tambah Setiawan.

Kemandirian Ekonomi yang Berkelanjutan

Pemberdayaan tunanetra tidak hanya berupa pelatihan teknis, tetapi juga pendampingan jangka panjang. Kemensos dan Pertuni berupaya memastikan peserta program memiliki akses ke pasar kerja, modal usaha, dan jaringan pemasaran. Dengan pendekatan holistik, tunanetra diharapkan bisa mengembangkan usaha sendiri, sehingga tidak bergantung sepenuhnya pada bantuan pemerintah.

“Latest Program ini menjadi pola baru dalam membentuk ekonomi tunanetra yang lebih mandiri. Selain pelatihan, kami juga memberikan bantuan seperti sertifikasi, pemberdayaan digital, dan akses ke media promosi,” jelas Gus Ipul. Kolaborasi ini menunjukkan komitmen untuk membangun ekosistem usaha yang inklusif dan berkelanjutan bagi penyandang disabilitas netra.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *