Wamensos Tinjau Sekolah Rakyat Permanen di Kulon Progo, Progres 90%
Historic Moment – Rabu (1/7/2026), Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono melakukan inspeksi langsung ke lokasi pembangunan Sekolah Rakyat Permanen di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Ini menjadi momen penting karena progres pekerjaan telah mencapai 91 persen, dengan target selesai pada pertengahan Juli 2026. Kehadiran Wamensos menegaskan komitmen pemerintah dalam meningkatkan akses pendidikan di daerah terpencil, yang sebelumnya dianggap sebagai Historic Moment dalam upaya pemerataan kualitas pembelajaran.
Progres Pembangunan dan Persiapan untuk MPLS
“Kita hari ini memastikan siapnya gedung Sekolah Rakyat di Kulon Progo. Pembangunan diperkirakan rampung pada tengah bulan Juli, dengan progres saat ini mencapai 91 persen,” ujar Agus Jabo Priyono.
Kunjungan Wamensos turut diiringi oleh tim dari berbagai instansi, termasuk Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Inspeksi ini menjadi bagian dari upaya memastikan keberhasilan program Sekolah Rakyat Permanen yang diharapkan menjadi Historic Moment dalam transformasi sistem pendidikan nasional. Ruang kelas telah rampung, dan fasilitas seperti meja, kursi, serta peralatan belajar disiapkan secara rapi untuk menerima siswa SD mulai bulan depan.
Dalam pernyataannya, Wamensos menekankan bahwa Sekolah Rakyat Permanen ini tidak hanya sebagai Historic Moment dalam keberlanjutan pendidikan, tetapi juga sebagai simbol keseriusan pemerintah dalam memenuhi kebutuhan pendidikan inklusif. “Dengan fasilitas modern, sekolah ini akan menjadi pusat pembelajaran yang kompeten, baik untuk anak-anak maupun remaja,” tambahnya, menyoroti peran sekolah dalam memperkuat kualitas pendidikan di daerah pedesaan.
Latar Belakang dan Tujuan Proyek
Proyek pembangunan Sekolah Rakyat Permanen di Kulon Progo dimulai pada Februari 2025 dengan dana yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Lahan seluas 7,1 hektare di Kelurahan Gulurejo, Kecamatan Lendah, dipilih karena lokasinya strategis dan aksesibilitas yang baik bagi masyarakat sekitar. Sebagai bagian dari Historic Moment, sekolah ini dirancang untuk melayani 314 siswa dari jenjang SD hingga SMA, termasuk fasilitas seperti perpustakaan, asrama, rumah ibadah, dan lapangan basket.
Menurut Kepala Dinsos PPPA Kulon Progo, Ernawati, proyek ini menjadi Historic Moment karena menggabungkan konsep pendidikan informal dengan infrastruktur yang permanen. “Dengan sekolah ini, kita bisa mengakomodir kebutuhan pendidikan anak-anak sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga miskin melalui program pelatihan dan pemberdayaan,” jelasnya. Selain itu, fasilitas rusun untuk guru dan staf pendidikan juga menjadi fokus utama dalam memastikan keberlanjutan operasional.
Kehadiran Tim dan Kordinasi Kepemimpinan
Inspeksi yang dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi, seperti Komandan Korem 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono, Kabid Jamsos Prov DIY Suparmin, dan Kepala BBPPKS Yogyakarta Haruman Hendarsah, menegaskan koordinasi lintas sektor untuk mempercepat pengerjaan. Kehadiran para kepala sekolah, seperti Kepala SRMA 19 Bantul Agus Ristanto dan SRMA 20 Sleman Reti Sudarsih, menunjukkan dukungan luas dari seluruh jajaran pendidikan setempat.
Menurut Kabid Jamsos Prov DIY Suparmin, progres yang mencapai 91 persen adalah bukti efisiensi tim konstruksi yang terdiri dari 1.134 tenaga kerja. “Kita memantau setiap tahap agar tidak ada hambatan dalam waktu dekat,” ujarnya, menjelaskan bahwa semua alat berat telah ditarik dari lokasi, sehingga proses MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) yang dimulai 14 Juli 2026 tidak terganggu.
Dalam kunjungannya, Wamensos juga menyoroti bagaimana sekolah ini akan menjadi Historic Moment dalam membuka akses pendidikan bagi anak-anak di luar kota. “Ini bukan hanya sekolah, tapi juga pusat pengembangan sumber daya manusia yang inklusif,” katanya, menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah untuk mencapai tujuan nasional.
Di sisi lain, keberhasilan pembangunan ini diharapkan mendorong kemajuan pendidikan di wilayah lain yang masih mengalami kesulitan. Dengan fasilitas lengkap dan desain yang ramah, Sekolah Rakyat Permanen Kulon Progo dianggap sebagai model yang dapat diterapkan di daerah-daerah serupa, mengubah Historic Moment menjadi titik awal perubahan jangka panjang.
