Mentan Amran Inspeksi di Cetak Sawah Merauke, Pastikan Hasil New Policy untuk Rakyat
New Policy – Sebagai bagian dari New Policy yang dijalankan pemerintah, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan inspeksi langsung ke Desa Waninggap Kai, Kecamatan Semangga, Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan bahwa proyek pengembangan lahan pertanian berjalan sesuai kebutuhan masyarakat, khususnya para petani yang menjadi penggerak utama ekonomi daerah.
Dalam perjalanan ke lapangan, Amran menegaskan bahwa New Policy ini dirancang untuk menyelesaikan tantangan pertanian di Indonesia. Proyek cetak sawah dan optimalisasi lahan yang saat ini berlangsung di Papua Selatan, lanjutnya, menjadi bagian dari upaya menciptakan kesejahteraan jangka panjang bagi rakyat. “Program ini memastikan bahwa hasil pertanian tetap berada di tangan masyarakat, bukan hanya untuk pihak tertentu,” jelas Amran, yang menekankan pentingnya partisipasi aktif petani dalam penerapan New Policy.
“New Policy ini milik rakyat, terutama masyarakat Papua. Jangan ada pihak yang mengatasnamakan warga mengatakan menolak, karena hasilnya jelas: pendapatan petani meningkat hingga 300 persen. Bahkan sekarang warga terus meminta tambahan lahan pertanian,” ujar Amran. Ia menyoroti bahwa kebijakan ini tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga mendorong penguasaan teknologi modern di bidang pertanian.
Amran juga menjelaskan bahwa Papua kini menjadi salah satu kawasan strategis dalam pengembangan pangan nasional. Sampai 2026, pemerintah telah menyelesaikan pembukaan 83.030 hektare lahan sawah dan 54.399 hektare lahan optimalisasi di seluruh wilayah Papua. Dari total tersebut, Kabupaten Merauke menjadi pusat utama dengan 48.934 hektare cetak sawah dan 53.499 hektare olah, sehingga kontribusi pangan dari daerah ini mencapai hampir 100.000 hektare.
Keberhasilan New Policy di Merauke
Pelaksanaan New Policy di Merauke mulai menunjukkan hasil yang signifikan. Indeks pertanaman meningkat dari 1,05 menjadi 1,82 hingga 2,00, sementara produksi beras dan pendapatan petani pun mengalami peningkatan yang konsisten. Data ini menunjukkan bahwa kebijakan yang diusung oleh Kementerian Pertanian berhasil memberikan dampak positif pada masyarakat setempat.
Dalam upaya memperkuat hasil tersebut, Amran menekankan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada pengembangan sawah, tetapi juga membangun ekosistem pertanian modern. Ini meliputi penyediaan alat pertanian, benih unggul, sistem irigasi, serta pendampingan intensif kepada petani. “Petani Merauke kini mampu mengoperasikan alat modern yang sebelumnya hanya digunakan di negara-negara maju,” katanya.
Peran Merauke dalam Kawasan Pangan Nasional
Kepala Daerah Papua Selatan, Apolo Safanpo, menyambut positif peran Merauke dalam mendorong New Policy pangan nasional. Ia mengatakan bahwa lebih dari 48 ribu hektare dari total 84 ribu hektare program cetak sawah nasional berada di wilayahnya, yang menjadi tulang punggung pengembangan pangan di Tanah Papua.
“Kami berterima kasih kepada Bapak Menteri Pertanian. New Policy ini memberi dampak besar bagi ekonomi warga. Kami siap memastikan Papua Selatan menjadi lumbung pangan, bahkan bisa menjadi penghasil beras ke depan,” tambah Apolo. Ia menegaskan bahwa Pemprov Papua Selatan akan terus mendukung kebijakan tersebut untuk mencapai target ketahanan pangan nasional.
Salah satu contoh nyata dukungan pemerintah dalam New Policy adalah saat menangani kekurangan bahan bakar solar untuk operasional pertanian. Amran langsung mengkoordinasikan dengan Pertamina untuk menambah kuota. “Yang terpenting adalah kebutuhan petani terpenuhi agar kegiatan lapangan tidak terganggu,” jelas Amran. Ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menjaga kelancaran proyek pertanian secara berkelanjutan.
