Pria Panjat Menara Eiffel dan Kibarkan Bendera AS, Berujung Ditangkap Polisi
Pria Panjat Menara Eiffel dan Kibarkan – Seorang pria berinisial JF melakukan aksi unik saat menanjak Menara Eiffel di Paris pada hari Sabtu, 4 Juli. Aksi ini dianggap sebagai bentuk pernyataan politik, karena ia mengibarkan bendera Amerika Serikat di bagian atas bangunan ikonik tersebut. Peristiwa ini terjadi tepat di hari perayaan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat, yang menjadi momentum khusus bagi pelaku.
Detik-detik Aksi Pemanjatan Menara Eiffel
Aksi pemanjatan dimulai dari lantai kedua dan ketiga Menara Eiffel, yang merupakan bagian dari bangunan setinggi 324 meter. Pria tersebut menggunakan alat seperti tali dan kaitan untuk menaiki struktur logam tersebut. Setelah mencapai ketinggian tertentu, ia melepas bendera bintang dan garis merah putih di atas puncak, yang secara visual mencolok di antara atap bangunan. Aksi ini berlangsung selama sekitar 30 menit sebelum petugas kepolisian tiba di lokasi dan mengamankan pelaku.
Dilansir AFP, pria itu menjelaskan bahwa aksi tersebut bertujuan menyampaikan dukungan terhadap kebebasan, yang menurutnya memiliki makna penting dalam sejarah negara-negara demokratis.
Sejarah dan Makna Menara Eiffel
Menara Eiffel dibangun pada tahun 1889 sebagai bagian dari Pameran Dunia di Paris dan diresmikan oleh Gustave Eiffel. Bangunan ini sejak awal menjadi simbol kecemerlangan teknologi dan arsitektur Prancis. Dalam sejarahnya, Menara Eiffel pernah menjadi kontroversi karena dianggap sebagai “bangunan paling tidak estetis di dunia” oleh sejumlah kalangan, namun kini menjadi destinasi utama wisatawan dari berbagai belahan dunia.
Sejumlah angka menunjukkan popularitas Menara Eiffel sebagai landmark internasional. Setiap tahun, sekitar 7 juta pengunjung memanjat atau mengunjungi bagian atas bangunan tersebut. Jumlah ini mencerminkan daya tariknya tidak hanya karena keindahan arsitektur, tetapi juga sebagai tempat yang memiliki makna historis dan politik.
Respons Kepolisian dan Dampak Aksi
Petugas kepolisian langsung mengamankan pria itu setelah mendengar aduan dari warga sekitar. Area dasar Menara Eiffel ditutup sementara sebagai tindakan pencegahan, sementara lantai kedua dan ketiga dilarang dikunjungi hingga keadaan stabil. Meski bendera AS telah diambil, polisi belum mengungkap alasan pasti di balik aksi tersebut, yang terkesan menggambarkan semangat kebebasan dalam konteks global.
Aksi ini menimbulkan reaksi beragam dari masyarakat. Sebagian mengapresiasi sebagai bentuk ekspresi kreatif, sementara yang lain menganggapnya sebagai tindakan provokatif. Namun, kejadian ini juga menjadi momen edukasi bagi wisatawan yang mengunjungi Paris, karena memperlihatkan sisi tidak biasa dari salah satu ikon dunia.
Perspektif Internasional dan Dukungan
Banyak pengunjuk rasa dari negara-negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan Amerika Serikat memberikan dukungan atas aksi JF. Dalam media sosial, beberapa akun membagikan video aksi tersebut sebagai bentuk apresiasi terhadap semangat kebebasan. Aksi ini juga menarik perhatian para peneliti sejarah yang mempertanyakan apakah tindakan pemanjatan ini memang menjadi bagian dari tradisi politik tertentu.
Menara Eiffel, yang memiliki struktur baja dan membutuhkan waktu sekitar 17 menit untuk menaiki dari bawah hingga puncak, menjadi tempat yang menarik perhatian dunia. Dengan menempatkan bendera AS di sana, pelaku mencoba menyampaikan pesan yang mengejutkan bagi pengunjung lokal dan internasional. Meski tidak ada kesepakatan tentang motivasi pasti, aksi ini tetap menjadi peristiwa yang tak terlupakan dalam sejarah kota Paris.
