Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Kumparannews

Bripda Nopandri yang Hilang saat Gerebek Narkoba di Katingan Ditemukan Gugur

Robert Hernandez - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Bripda Nopandri yang Hilang Saat Gerebek Narkoba di Katingan Ditemukan Gugur Bripda Nopandri yang Hilang saat Gerebek - Operasi penyergapan terhadap jaringan

Bripda Nopandri yang Hilang saat Gerebek Narkoba di Katingan Ditemukan Gugur

Bripda Nopandri yang Hilang Saat Gerebek Narkoba di Katingan Ditemukan Gugur

Bripda Nopandri yang Hilang saat Gerebek – Operasi penyergapan terhadap jaringan narkoba di Desa Tumbang Kelemei, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, akhirnya menghasilkan temuan penting. Bripda Nopandri Ramadhana, yang sempat menghilang saat melakukan penyergapan, ditemukan dalam kondisi gugur. Penemuan ini dilaporkan oleh Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono, Sabtu (4/7), seperti dilansir Antara. “Tim gabungan berhasil menemukan mayat diduga Bripda Nopandri di Sungai Katingan, sekitar empat kilometer dari titik operasi,” jelas AKBP Dodik, menegaskan bahwa proses investigasi masih berlangsung untuk memastikan identitas korban.

Detail Operasi Penyergapan

Menurut laporan, operasi tersebut dimulai pada Rabu (2/7) saat polisi mengejar bandar narkoba di hutan kompleks Desa Tumbang Kelemei. Bripda Nopandri, sebagai anggota tim, turut serta dalam penyergapan. Namun, setelah pengejaran memasuki tahap intensif, anggota tersebut terlempar ke sungai dan menghilang. “Bripda Nopandri yang Hilang saat Gerebek Narkoba di Katingan meninggal akibat cedera serius setelah jatuh ke air,” ungkap Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso. Ia menambahkan bahwa korban diduga terkena peluru dari pihak lawan saat bertahan hidup dalam situasi berbahaya.

Jenazah Bripda Nopandri langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Palangka Raya untuk pemeriksaan medis dan autopsi. “Kami akan memberikan informasi lebih lanjut setelah memperoleh hasil pemeriksaan,” kata AKBP Dodik, yang menekankan bahwa keberhasilan menemukan korban menjadi penegasan penting dalam operasi ini. Selain Bripda Nopandri, dua anggota lainnya juga hilang dalam kejadian serupa, sehingga menyebabkan kekacauan di tengah tim penyidik.

“Almarhum gugur saat menjalankan tugas sebagai bentuk pengorbanan dalam perang melawan narkoba. Semoga Bripda Nopandri yang Hilang saat Gerebek Narkoba di Katingan diberikan tempat terbaik di sisi Tuhan, serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan,” ujar Brigjen Eko Hadi Santoso, yang juga mengimbau masyarakat untuk berpartisipasi dalam penegakan hukum melalui informasi yang mereka miliki.

Dalam penyelidikan lanjutan, polisi telah menangkap tiga pelaku yang terlibat dalam aksi tersebut. Salah satu dari mereka, S, menjadi saksi utama dalam pemeriksaan. “Kami sedang memburu sisa-sisa bukti dan mengungkap alur kejadian secara rinci,” jelas Dirtipidnarkoba. Penyergapan ini dianggap sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk memerangi peredaran narkoba di wilayah Katingan, yang kini menjadi fokus penegakan hukum. Bripda Nopandri yang Hilang saat Gerebek Narkoba di Katingan adalah salah satu dari beberapa anggota yang terlibat dalam operasi besar ini.

Insiden tersebut juga memicu perhatian publik terhadap kinerja kepolisian dalam operasi lapangan. Bripda Nopandri yang Hilang saat Gerebek Narkoba di Katingan menjadi simbol keberanian anggota dalam menghadapi bahaya. Selain itu, penemuan jenazah korban memperkuat kepercayaan masyarakat bahwa polisi tetap aktif menindak pelaku kejahatan, meskipun menghadapi risiko nyata. “Kami tidak akan berhenti meski ada korban, karena tugas ini sangat penting untuk keselamatan masyarakat,” tegas AKBP Dodik, menyoroti upaya polisi dalam menekan peredaran narkoba di daerah rawan.

Dalam waktu dekat, polisi berencana menyelidiki kejadian serupa di area lain untuk mencegah terulangnya insiden serupa. “Bripda Nopandri yang Hilang saat Gerebek Narkoba di Katingan akan menjadi pembelajaran bagi seluruh tim penyidik,” tutur Brigjen Eko Hadi Santoso. Kejadian ini juga mengingatkan tentang pentingnya persiapan dan kesadaran akan bahaya saat melakukan operasi di lingkungan alam terbuka. Meski demikian, keberhasilan menemukan korban menunjukkan koordinasi yang baik antar tim dalam operasi penyergapan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *