Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Kumparannews

Visit Agenda: Cerita Warga soal Lansia Korban Tewas Kebakaran Palmerah: Pikun, Tinggal Sendiri

Linda Brown - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Visit Agenda: Kebakaran Palmerah Tewaskan Lansia Setengah Pikun yang Tinggal Sendiri Visit Agenda - Sebuah kejadian mengerikan terjadi di Jalan Palmerah Utara

Visit Agenda: Cerita Warga soal Lansia Korban Tewas Kebakaran Palmerah: Pikun, Tinggal Sendiri

Visit Agenda: Kebakaran Palmerah Tewaskan Lansia Setengah Pikun yang Tinggal Sendiri

Visit Agenda – Sebuah kejadian mengerikan terjadi di Jalan Palmerah Utara III, Jakarta Barat, pada hari Minggu (5/7) malam, saat seorang lansia bernama Suratman (81) meninggal dalam kebakaran yang menghancurkan rumahnya. Insiden ini memicu perhatian warga sekitar dan pihak berwajib, dengan kondisi korban yang ditemukan dalam keadaan setengah pikun, serta tinggal sendiri di hunian yang sempit dan kurang aman.

Latar Belakang Kebakaran

Kebakaran yang memakan korban jiwa tersebut dimulai dari lilin yang terjatuh di dalam rumah Suratman. Menurut Ali Hamzah, Ketua RT 15 (68 tahun), lilin itu ditempatkan di atas meja tanpa alas yang memadai, sehingga berpotensi menyebabkan kebakaran jika terkena bahan mudah terbakar.

“Dia pasang lilin di atas meja tanpa dialas lagi. Mungkin lilin jatuh kena taplak meja, keluar asap,” ujar Ali saat berbicara dengan kumparan di lokasi, Senin (6/7).

Saat ini, kejadian ini menjadi peringatan penting bagi lansia yang tinggal sendiri, terutama dalam hal kesadaran akan risiko kebakaran di lingkungan mereka.

Kondisi Korban dan Lingkungan Tinggal

Korban, Suratman, dikenal tinggal sendiri di rumah kecil yang berada di tengah lingkungan warga. Ali mengungkapkan bahwa lansia tersebut sudah mengalami kondisi setengah pikun, yang membuatnya kurang memantau lingkungan secara teliti.

“Iya sendiri, udah setengah pikun lah,” kata Ali.

Meski demikian, tidak ada indikasi bahwa korban meninggal karena penyebab lain selain kebakaran.

Menurut saksi mata, kebakaran tidak terdeteksi oleh tetangga sebelum terjadi. Karena rumah tersebut terletak di area yang sempit dan tidak memiliki sistem peringatan kebakaran, korban tidak sempat melarikan diri sebelum api membesar. Warga sekitar berusaha mengendalikan api dengan cara sederhana, tetapi tetap membutuhkan bantuan dari tim pemadam kebakaran yang tiba setelah beberapa waktu berlalu.

Proses Penanganan dan Pencarian

Setelah api dipadamkan, keluarga Suratman yang merupakan anaknya segera datang ke lokasi untuk menemukan jasad korban. Proses pencarian dilakukan secara gotong royong oleh Tim Inafis Polri, TNI, PPSU, dan Sudin Gulkarmat Jakbar, dengan bantuan warga sekitar yang masih berada di lokasi.

“Kita kerja sama dengan warga mencari korban. Jasadnya ditemukan di dekat pintu masuk,” kata salah satu anggota tim pemadam.

Kondisi rumah yang hancur dan asap yang memenuhi ruangan membuat proses pencarian terasa berat, tetapi berkat kerja sama semua pihak, korban berhasil ditemukan dalam waktu singkat.

Analisis Risiko dan Pengakuan Warga

Kejadian ini memicu refleksi warga terhadap keamanan lingkungan mereka, terutama bagi lansia yang tinggal sendiri. Beberapa tetangga menyatakan bahwa mereka telah berusaha mengingatkan Suratman untuk memperhatikan keselamatan, seperti menggunakan lampu LED atau meletakkan lilin di tempat yang lebih aman.

“Kami pernah mengingatkannya agar tidak menyalakan lilin sembarangan. Tapi mungkin dia lupa,” ujar salah satu warga.

Kejadian ini juga mengingatkan bahwa lansia perlu mendapatkan perhatian lebih dalam hal keamanan rumah, terutama yang terkait dengan bahan bakar dan penggunaan peralatan yang rentan menyebabkan kebakaran.

Perspektif Visit Agenda dan Mitigasi

Dalam konteks Visit Agenda, kebakaran Palmerah menjadi contoh nyata tentang pentingnya persiapan darurat dan kesadaran akan potensi bahaya di lingkungan sekitar. Sebagai bagian dari program pengawasan dan edukasi, Visit Agenda dapat mengintegrasikan kisah ini sebagai bahan bacaan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.

“Visit Agenda bisa menjadi sarana untuk menyampaikan informasi penting tentang keamanan rumah lansia. Ini sangat relevan untuk meminimalkan risiko serupa,” jelas seorang pelaku program Visit Agenda.

Dengan memperkenalkan tips seperti pemasangan alat pemadam kecil, alat deteksi asap, atau perawatan rumah yang lebih terstruktur, kejadian seperti ini dapat dihindari di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *