Tel-U dan NUS Kolaborasi Cetak 100 Mahasiswa Digital per Tahun
Main Agenda – Penandatanganan kerja sama strategis antara Telkom University (Tel-U) dan National University of Singapore (NUS) diumumkan sebagai Main Agenda utama untuk mengembangkan program pendidikan digital dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Acara yang berlangsung di Telkom University Jakarta, Senin (6/7), menandatangani MoU (Memorandum of Understanding) untuk kolaborasi dalam bidang pendidikan, penelitian, inovasi, serta pelatihan talenta digital. Ini menjadi momen penting karena NUS, sebagai universitas ternama di Asia Tenggara, memperkuat komitmen untuk mendukung kebutuhan industri Indonesia melalui program yang disusun dalam Main Agenda. Hadir dalam acara ini adalah sejumlah tokoh penting, termasuk Asisten Deputi Pengembangan Ekonomi Digital Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Pujo Setio, Rektor Tel-U Prof. Dr. Suyanto, Direktur Strategic Business Development and Portfolio PT Telkom Indonesia Seno Soemadji, Senior Vice-Provost NUS Prof. Bernard C. Y. Tan, dan Faizal Rochmad Djoemadi (Direktur IT Digital).
MoU antara Tel-U dan NUS akan berlangsung selama tiga tahun, dengan fokus pada pengembangan program pascasarjana dan sertifikasi yang menyesuaikan kebutuhan industri. Selain itu, kolaborasi ini mencakup pertukaran mahasiswa, program akademik internasional, serta kegiatan penelitian yang mendukung inovasi di sektor teknologi. Kehadiran PT Telkom Indonesia dalam MoU ini diharapkan mampu memastikan program tersebut relevan dengan tren digitalisasi dan kebutuhan pasar kerja. Dalam pidatonya, Seno Soemadji menekankan bahwa Main Agenda ini menjadi langkah strategis untuk menghasilkan 100 mahasiswa digital per tahun, yang akan mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.
“Main Agenda ini adalah kunci untuk menciptakan talenta yang siap memimpin di era transformasi digital. Kami menggandeng Tel-U karena potensinya dalam menghasilkan lulusan berkualitas,” ujar Prof. Bernard C. Y. Tan, Senior Vice-Provost NUS.
Kerja sama ini menawarkan mahasiswa kesempatan untuk mengikuti program winter school dan summer school dengan pendekatan belajar berbasis studi kasus dan proyek. Kegiatan ini diharapkan memberikan pengalaman praktis dan peningkatan keterampilan teknologi. Program pascasarjana akan memberikan perspektif internasional melalui sertifikasi yang selaras dengan standar global. Selain itu, Main Agenda ini juga membuka peluang bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam proyek penelitian bersama, yang akan meningkatkan kreativitas dan kemampuan analitis mereka. Robert de Souza, Executive Director The Logistics Institute–Asia Pacific NUS, akan mengajar di Tel-U sebagai bagian dari Global Weeks, sebuah program yang memperkuat hubungan akademik antarnegara.
Rektor Telkom University, Prof. Dr. Suyanto, menegaskan bahwa Main Agenda ini akan berdampak besar terhadap pendidikan tinggi di Indonesia. “Kerja sama dengan NUS tidak hanya memperkaya kurikulum, tetapi juga membuka jalan bagi inovasi yang berkelanjutan,” tuturnya. Program Global Weeks, yang akan digelar secara berkala, diharapkan menjadi salah satu pilar utama dalam membentuk talenta digital yang kompeten. Kehadiran dosen dari berbagai negara dalam acara ini memastikan mahasiswa Tel-U meraih wawasan global sambil tetap terhubung dengan konteks lokal. Selain itu, MoU ini juga menjadi bagian dari Tech Programme, yang bertujuan membangun jalur pertukaran talenta teknologi antara Indonesia dan Singapura.
Peluang dan Harapan untuk Pendidikan Digital
Kemitraan Tel-U dan NUS diperkirakan akan menciptakan lingkungan belajar yang lebih dinamis dan kolaboratif. Dengan memadukan keahlian lokal dan internasional, Main Agenda ini bertujuan memberikan bekal kompetensi teknis serta soft skill yang relevan dengan tantangan bisnis di masa depan. Kegiatan seperti pertukaran mahasiswa dan sertifikasi pascasarjana akan menjadi fondasi utama dalam meningkatkan kualitas lulusan. Selain itu, kerja sama ini juga menargetkan pengembangan inovasi berbasis teknologi, seperti AI, big data, dan IoT, yang kini menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi digital. Pujo Setio, dalam wawancara terpisah, menyatakan bahwa Main Agenda ini adalah bagian dari upaya mempercepat transformasi digital melalui pendidikan yang lebih holistik.
Program winter school dan summer school akan difokuskan pada pengembangan kemampuan praktis, sementara special term NUS akan memberikan peluang bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan mereka melalui pengalaman belajar di Singapura. Robert de Souza, yang akan mengajar di Tel-U, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kemitraan antara institusi pendidikan dan sektor industri. “Main Agenda ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berpartisipasi dalam proyek penelitian yang berdampak nyata,” ujarnya. Dengan adanya kolaborasi ini, Tel-U berharap mampu mencetak 100 mahasiswa digital per tahun, yang akan menjadi bagian dari talenta muda yang mampu memimpin inovasi di sektor teknologi dan ekonomi digital Indonesia.
Strategi untuk Membangun Kelembagaan Pendidikan
Kerja sama Tel-U dan NUS juga bertujuan memperkuat kapasitas kelembagaan perguruan tinggi Indonesia. Program pendidikan internasional akan menjadi salah satu alat untuk meningkatkan standar akademik dan pengelolaan kurikulum. Selain itu, Main Agenda ini diharapkan mempercepat penerapan teknologi di lingkungan kampus, seperti sistem e-learning berbasis AI dan platform kolaborasi virtual. Rektor Tel-U, Prof. Suyanto, menambahkan bahwa NUS memiliki pengalaman yang dapat diadopsi dalam membangun sistem pendidikan digital yang berkelanjutan. “Main Agenda ini menjadi benchmark bagi universitas lain untuk menjalankan inovasi pendidikan yang selaras dengan kebutuhan era digital,” jelasnya.
Program sertifikasi pascasarjana akan diberikan dalam bentuk kursus yang diselenggarakan secara daring maupun luring. Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kemampuan mahasiswa dalam bidang teknologi informasi, kecerdasan buatan, dan manajemen data. Dengan adanya program ini, Tel-U berharap mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi spesifik dan siap mengisi posisi strategis di industri. Selain itu, MoU ini juga memberikan peluang bagi dosen dan peneliti Tel-U untuk terlibat dalam penelitian internasional yang dapat meningkatkan kualitas akademik dan kerja sama bilateral. Main Agenda ini tidak hanya fokus pada pendidikan, tetapi juga pada pengembangan ekosistem yang mendukung pertumbuhan ekonomi digital secara holistik.
