Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Kumparannews

Historic Moment: Pramono Respons Aksi ‘Rayap Besi’ di Jaktim, CCTV Dikerahkan Buru Pelaku

Joseph Garcia - kabarnusantaraku.com 3 mins read

tim, CCTV Buru Pelaku Historic Moment - Kejadian yang dikenal sebagai moments sejarah terjadi di Jakarta Timur saat aksi pencurian pagar besi di area bawah

Historic Moment: Pramono Respons Aksi ‘Rayap Besi’ di Jaktim, CCTV Dikerahkan Buru Pelaku

Pramono Tanggapi Aksi Rayap Besi di Jaktim, CCTV Buru Pelaku

Historic Moment – Kejadian yang dikenal sebagai moments sejarah terjadi di Jakarta Timur saat aksi pencurian pagar besi di area bawah Flyover Kampung Melayu memicu perhatian luas. Aksi ini dianggap istimewa karena menunjukkan penggunaan teknologi CCTV sebagai alat penindak pelaku tindak kriminal. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, segera memberikan respons terhadap insiden yang viral di media sosial. Ia menyatakan bahwa Pemprov DKI telah berkomitmen untuk menegakkan hukum dan memperkuat keamanan di sejumlah titik jembatan pedestrian (JPO) yang sering menjadi sasaran pencuri.

Langkah Tindakan Pemprov DKI

“Saya sudah mengecek dan menerima laporan tentang pencurian besi di beberapa JPO,” ujarnya kepada wartawan pada Selasa (7/7).

Pramono menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya mengambil langkah penindakan terhadap pelaku, tetapi juga berupaya mencegah terulangnya peristiwa serupa. Ia menjelaskan bahwa insiden ini memicu perubahan strategi pengawasan di kawasan yang rawan. Pemprov DKI telah menginstruksikan Satpol PP untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh dan memperbaiki kerusakan yang disebabkan oleh aksi tersebut. Moments sejarah ini menjadi titik balik dalam upaya memperkuat sistem keamanan kota.

“Kalau pelaku adalah pelajar, KJP-nya akan dicabut. Jika menerima bansos, bantuan tersebut juga akan diganggu,” katanya dengan tegas.

Menurut Teguh Nurdin Amali, Kepala Satpol PP Kecamatan Jatinegara, kejadian pencurian pagar besi telah berlangsung sejak akhir April hingga awal Mei. Ia menyebutkan bahwa aksi ini terjadi sekitar sebulan setelah Lebaran, dengan pelaku memanfaatkan malam hari dan waktu kosong untuk mengambil sasaran. “Sebulan setelah Lebaran ya sudah ada, akhir April, awal Mei lah,” katanya.

Detail Aksi dan Penindakan

“Mereka enggak langsung semuanya diambil. Per hari beda jam beraksinya. Ada yang malam banget, ada yang pas sore, ada yang sebelum tengah malam,” ujarnya.

Pelaku menggunakan alat pemotong besi, linggis, dan peralatan lainnya untuk membongkar pagar. Menurut saksi mata dan pengunggah video, Ijoel, aksi ini dilakukan secara terencana dan berlangsung selama tiga hari. Warga mengaku kaget karena pelaku bisa mengakses lokasi tanpa terdeteksi. Namun, setelah kejadian viral, petugas kepolisian dan Satpel Pertamanan segera bergerak untuk menemukan pelaku.

Ijoel menambahkan bahwa peningkatan penggunaan CCTV menjadi salah satu langkah penting untuk mengungkap identitas para pelaku. Dengan teknologi ini, proses penyelidikan diharapkan lebih efektif. “Saya juga berharap, moments sejarah ini menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dan melibatkan warga dalam pengawasan lingkungan,” katanya.

“Kami sedang fokus mencari identitas pelaku melalui CCTV. Dengan ini, kami bisa menangkap siapa saja yang terlibat,” kata Teguh.

Upaya penindakan ini menunjukkan komitmen Pemprov DKI untuk mengatasi masalah kejahatan di area kota terbuka. Selain menempatkan personel pengawas, pihak terkait juga memperbaiki pagar yang rusak dan melakukan penambahan pengamanan di titik-titik rentan serupa. Moments sejarah ini tidak hanya memicu respons instan dari pemerintah, tetapi juga menjadi peringatan bagi warga untuk meningkatkan kewaspadaan.

Dalam beberapa hari terakhir, kejadian rayap besi ini terus menjadi topik hangat di media sosial. Banyak warganet mengkritik tindakan para pelaku dan meminta penegakan hukum yang lebih ketat. Meski begitu, Pramono mengakui bahwa kejadian ini justru memperkuat kerja sama antara pemerintah dengan masyarakat. “Kejadian ini memberikan momentum untuk kolaborasi lebih baik,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *