Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Kumparanbisnis

Latest Program: InJourney Wujudkan Candi Prambanan Warisan Dunia dari Kolaborasi Indonesia–India

Lisa Johnson - kabarnusantaraku.com 3 mins read

InJourney Kolaborasi Indonesia-India Bangun Candi Prambanan Warisan Dunia Latest Program - Program terbaru yang diusung oleh InJourney, perusahaan BUMN sektor

Latest Program: InJourney Wujudkan Candi Prambanan Warisan Dunia dari Kolaborasi Indonesia–India

InJourney Kolaborasi Indonesia-India Bangun Candi Prambanan Warisan Dunia

Latest Program – Program terbaru yang diusung oleh InJourney, perusahaan BUMN sektor pariwisata, menjadi langkah strategis dalam mendukung konservasi Candi Prambanan sebagai salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO. Kolaborasi ini menunjukkan komitmen Indonesia dan India dalam memperkuat hubungan diplomatik budaya serta menjaga kelestarian mahakarya arsitektur kuno yang berusia lebih dari 1.200 tahun. Candi Prambanan, kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia, dibangun pada abad ke-9 di masa Kerajaan Mataram Kuno dan diakui sebagai warisan dunia pada 1991. Dengan “Latest Program” ini, pihak Indonesia dan India berharap mempercepat restorasi candi, sambil memperluas pengaruh budaya kedua negara di pasar internasional.

Pertemuan Pemimpin Negara Memperkuat Sinergi Budaya

Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi melakukan kunjungan ke Candi Prambanan pada Rabu, 8 Juli. Momen ini menandai titik balik dalam upaya pengembangan warisan budaya bersama. Modi menegaskan bahwa candi ini menjadi simbol kerja sama erat antara dua bangsa sejak berabad-abad. “Warisan budaya kita di India dan Indonesia adalah bukti keharmonisan yang luar biasa. Kita perlu menjaga keaslian dan keutuhan candi ini melalui kolaborasi yang berkelanjutan,” kata Modi dalam

penjelasannya.

Pertemuan ini juga diharapkan mendorong penguatan kerja sama dalam bidang pariwisata dan pendidikan.

Konservasi Berbasis Teknologi Modern dan Ilmu Pengetahuan

Program konservasi Candi Prambanan melibatkan 224 perwara atau candi pendamping yang akan diperbaiki menggunakan metode terkini. Pendekatan ini mencakup penelitian arkeologi, dokumentasi digital, dan rekonstruksi berbasis kecerdasan buatan (AI). Teknologi digital akan membantu memantau kondisi candi secara real-time, sementara AI digunakan untuk memprediksi kerusakan atau menentukan teknik restorasi terbaik. Selain itu, program ini juga memperkuat pertukaran pengetahuan antara ahli konservasi Indonesia dan India, yang menjadi fondasi utama untuk menjaga nilai sejarah candi.

Kemitraan Membuka Peluang Wisata Global

Sebagai holding BUMN yang bergerak di bidang aviasi dan pariwisata, InJourney menganggap kolaborasi ini sebagai bagian dari misi membangun destinasi budaya global. Direktur Utama InJourney, Maya Watono, menjelaskan bahwa sinergi antarbangsa akan menarik lebih banyak wisatawan asing, khususnya dari India yang memiliki populasi 1,4 miliar orang. “Kemitraan ini menjadi jembatan untuk meningkatkan daya tarik Indonesia di pasar global, serta menegaskan posisi sebagai negara yang mampu mengelola warisan budaya secara berkelanjutan,” tambah Maya dalam

pernyataannya.

Dengan peningkatan infrastruktur dan promosi, destinasi Prambanan diharapkan menjadi salah satu tempat wisata utama di Asia Tenggara.

Penguatan Kapasitas Lokal Melalui Program Kemitraan

Direktur Museum dan Cagar Budaya (MCB), Esti Nurjadin, menjelaskan bahwa konservasi bersama akan mengutamakan keaslian dan keutuhan candi. “Seluruh pekerjaan dilakukan dengan pendekatan ilmiah yang terukur, sehingga tidak hanya memperbaiki fisik candi, tetapi juga meningkatkan kapasitas tenaga konservasi lokal,” kata Esti dalam

penjelasannya.

Keterlibatan masyarakat sekitar juga menjadi fokus utama, dengan usaha untuk meningkatkan kesejahteraan melalui pelatihan dan kesempatan kerja. Program ini dianggap sebagai contoh keberhasilan “Latest Program” yang menggabungkan teknologi modern dengan tradisi lokal.

Warisan Budaya Sebagai Pilar Diplomasi

Kolaborasi antara Indonesia dan India dalam mengembangkan Candi Prambanan dinilai sebagai sarana diplomasi budaya yang unik. Selain memperkuat hubungan bilateral, keberhasilan konservasi akan membangun citra nasional sebagai negara yang menghargai nilai sejarah. Candi Prambanan juga diharapkan menjadi ruang pertemuan antarbangsa, di mana warisan budaya menjadi media untuk menggali pemahaman yang lebih dalam tentang identitas dan kebudayaan masing-masing negara. Dengan “Latest Program” ini, kemitraan dianggap sebagai langkah awal dari kerja sama jangka panjang dalam bidang kebudayaan dan pariwisata.

Tantangan dan Harapan untuk Masa Depan

Pelaksanaan “Latest Program” tidak tanpa tantangan. Konservasi candi membutuhkan dana besar, pengelolaan yang terpadu, serta kebijakan yang mendukung. Esti Nurjadin menegaskan bahwa program ini akan dijalankan secara bertahap, dengan prioritas pada perwara yang paling rentan terhadap kerusakan. Namun, harapan besar terletak pada hasil akhir yang diharapkan bisa menjadi contoh terbaik bagi konservasi warisan dunia di masa depan. “Kita perlu memastikan bahwa Prambanan tetap berdiri sebagai bukti kebesaran peradaban kita, bahkan dalam abad ke-21,” tutur Esti. Dengan dukungan bersama, Candi Prambanan akan menjadi ikon kebudayaan yang menginspirasi generasi penerus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *