Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Kumparannews

New Policy: Napi Lapas Ciangir Jalani Program Kemandirian: Biar Bermanfaat di Masyarakat

Linda Brown - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Program Kemandirian Lapas Ciangir: New Policy untuk Membangun Warga Binaan yang Produktif New Policy - Sebagai bagian dari New Policy yang diterapkan oleh

New Policy: Napi Lapas Ciangir Jalani Program Kemandirian: Biar Bermanfaat di Masyarakat

Program Kemandirian Lapas Ciangir: New Policy untuk Membangun Warga Binaan yang Produktif

New Policy – Sebagai bagian dari New Policy yang diterapkan oleh Lapas Kelas IIB Ciangir di Kabupaten Tangerang, Banten, program kemandirian ini bertujuan mengubah pola pikir masyarakat tentang warga binaan. Inisiatif ini memberikan pelatihan berbagai keterampilan, seperti peternakan dan pertanian, agar mereka mampu kembali ke masyarakat sebagai individu yang bermanfaat dan mandiri.

Mengapa Program Ini Penting?

Program kemandirian Lapas Ciangir dirancang untuk memastikan warga binaan tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga memiliki kemampuan mencari nafkah setelah bebas. Dengan pendekatan ini, para peserta diharapkan bisa berkontribusi positif bagi masyarakat sekitar. New Policy ini menjadi langkah penting dalam memperkuat sistem pemasyarakatan yang lebih humanis dan berkelanjutan.

“Program ini memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk beradaptasi dengan kehidupan normal, agar nanti bisa bermanfaat di masyarakat,” terang Lili, Kakanwil Ditjenpas, saat diwawancarai di Lapas Ciangir pada Kamis (8/7).

Menurut Lili, program ini juga memperhatikan aspek psikologis dan sosial para warga binaan. “Mereka tidak hanya makan dan tidur, tetapi diberikan pekerjaan sesuai dengan minat dan keahlian masing-masing. Ini membantu mereka merasa memiliki tujuan setelah bebas,” tambahnya.

Struktur dan Pengembangan Program

Sebanyak 50 warga binaan telah terlibat dalam program ini, yang dipilih melalui seleksi ketat. Jumlah peserta akan bertambah 20 orang dalam waktu dekat untuk menguatkan kapasitas kerja di bidang pertanian dan perkebunan. New Policy ini mencakup berbagai aktivitas, seperti budidaya ayam petelur, ternak sapi berdaging, dan penanaman sayuran seperti pokcoy serta bayam.

“Kita ingin memastikan warga binaan memiliki kemampuan kerja yang bisa diaplikasikan setelah bebas. Ini tidak hanya untuk mereka sendiri, tapi juga untuk kebaikan masyarakat,” jelas Tanto, Kalapas IIB Ciangir.

Dalam proses pelatihan, warga binaan diberikan bimbingan langsung oleh tim penanggung jawab yang bertugas sebagai pengawas. “Mereka dianggap sebagai bagian dari keluarga, sehingga bisa diberi perlakuan yang lebih manusiawi,” tambah Tanto.

Premi untuk Mendorong Produktivitas

Sebagai bentuk penghargaan, warga binaan yang aktif dalam program ini menerima premi berdasarkan hasil kerjanya. Premi ini bervariasi, dengan jumlah antara Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta per bulan. New Policy ini mengedepankan transparansi dalam distribusi premi, di mana sebagian diperuntukkan untuk kebutuhan sehari-hari, sementara sisanya ditabung sebagai modal usaha setelah bebas.

“Premi mereka naik jika hasil produksi membaik. Tapi minimal tetap Rp 500 ribu, agar mereka selalu termotivasi,” papar Lili.

Program ini juga memberikan dorongan untuk meningkatkan kualitas hidup warga binaan. “Dengan premi, mereka bisa membeli kebutuhan pokok, seperti bahan makanan atau keperluan rumah tangga,” tambah Tanto.

Sebagai bagian dari New Policy, program kemandirian Lapas Ciangir juga berupaya mengembangkan jaringan pemasaran produk hasil usaha warga binaan di wilayah Jabodetabek. Dengan memperluas pasar, para peserta bisa menikmati hasil kerja mereka secara lebih maksimal. “Kami bekerja sama dengan mitra lokal untuk memastikan produk mereka terjual dengan baik,” jelas Tanto.

Program ini menjadi contoh nyata bahwa New Policy tidak hanya tentang perubahan kebijakan, tetapi juga implementasi yang konkret. Dengan keterampilan yang diperoleh, warga binaan diharapkan mampu berkontribusi dalam perekonomian masyarakat setelah selesai menjalani masa hukum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *