Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Kumparannews

Special Plan: Prabowo Sebut Banyak Maling Menyusup di MBG: Camat-Kepala Daerah Boleh Periksa

Mary Davis - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Prabowo Sebut Banyak Maling Menyusup di MBG: Camat dan Kepala Daerah Boleh Periksa Special Plan - Presiden Prabowo Subianto secara tegas menyebut bahwa

Special Plan: Prabowo Sebut Banyak Maling Menyusup di MBG: Camat-Kepala Daerah Boleh Periksa

Prabowo Sebut Banyak Maling Menyusup di MBG: Camat dan Kepala Daerah Boleh Periksa

Special Plan – Presiden Prabowo Subianto secara tegas menyebut bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan meski ia mengakui adanya penyimpangan oleh pihak-pihak yang berusaha menyisipkan diri ke dalam sistem tersebut. Dalam sebuah wawancara terkini, Prabowo menekankan bahwa Special Plan sebagai bagian dari MBG harus terus dijalankan dengan pengawasan yang ketat. Ia mengungkapkan bahwa banyak individu atau kelompok yang berupaya memanfaatkan MBG untuk keuntungan pribadi, sehingga perlu kehadiran pemerintah daerah dan aparat keamanan dalam memastikan program ini berjalan secara transparan.

Pengantar tentang MBG dan Special Plan

MBG, yang dicanangkan sebagai inisiatif pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, telah menjadi fokus perhatian dalam berbagai diskusi politik dan sosial. Special Plan, sebagai salah satu elemen penting dari MBG, bertujuan untuk memastikan distribusi bantuan pangan berjalan efisien dan adil. Prabowo menyoroti bahwa meski program ini memiliki tujuan baik, keberadaan maling atau penyimpangan dalam pelaksanaannya harus menjadi perhatian serius.

Menurut Prabowo, penyimpangan terjadi ketika para pelaku tidak terdaftar secara resmi namun tetap menerima manfaat dari MBG. “Special Plan kita dirancang agar tidak ada yang bisa menyisipkan diri tanpa diawasi,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah, terutama camat dan kepala desa, harus menjadi garda depan dalam memantau setiap dapur distribusi MBG. Selain itu, Prabowo juga menyarankan bahwa aparat keamanan seperti TNI dan Polri dapat turut serta dalam pemeriksaan rutin untuk mengungkap indikasi kecurangan.

Peluncuran di Lombok Barat

Pernyataan ini diungkapkan saat Prabowo meresmikan Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Jumat (10/7). Di sana, ia menyampaikan bahwa Special Plan sebagai bagian dari MBG harus terus diperkuat. “MBG kita teruskan! Namun kita sadar bahwa banyak pihak yang berusaha menyusup ke dalam sistem MBG untuk menjadi pelaku penyimpangan,” kata Prabowo. Ia menegaskan bahwa pemeriksaan terhadap dapur-dapur MBG harus dilakukan secara terbuka dan akuntabel.

Prabowo juga meminta jajaran TNI dan Polri, mulai dari Dandim, Kapolres hingga Kapolsek, turut serta dalam pengawasan. Namun, ia mengingatkan agar pemeriksaan dilakukan secara transparan dan tidak disalahgunakan. “Dandim, Kapolres, dan Kapolsek silakan periksa, tapi dengan cara yang baik. Jangan manggil-manggil hanya untuk minta setoran,” tegasnya. Pernyataan ini menunjukkan komitmen Prabowo untuk memastikan program MBG tidak hanya berjalan, tetapi juga terhindar dari praktik korupsi.

Peran Masyarakat dalam Pengawasan MBG

Prabowo menambahkan bahwa masyarakat juga diminta untuk ikut mengawasi program MBG, karena menurutnya masyarakat kini semakin mudah melaporkan indikasi penyimpangan. “Rakyat awasi ya! Rakyat sekarang tidak bodoh, rakyat punya gadget,” pungkas Prabowo. Dengan adanya media sosial, Prabowo yakin pelaku kecurangan akan lebih mudah terdeteksi. Ia menyarankan agar masyarakat dapat mengirimkan laporan langsung melalui platform digital seperti TikTok, yang merupakan bagian dari Special Plan untuk mempermudah komunikasi.

Sebagai bagian dari Special Plan, Prabowo juga menekankan bahwa pengawasan harus berkelanjutan dan melibatkan berbagai pihak, baik dari dalam maupun luar pemerintah. Ia mengungkapkan bahwa MBG tidak hanya memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, tetapi juga menjadi simbol keberhasilan pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan yang adil. “Special Plan ini merupakan langkah nyata untuk memastikan tidak ada yang terlewat dari tindakan pengawasan,” jelasnya.

Dalam menjalankan Special Plan, Prabowo juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat. “Kolaborasi itu kunci suksesnya MBG,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa pemeriksaan rutin oleh camat dan kepala desa dapat menjadi bagian dari sistem pengawasan yang lebih kuat. Selain itu, Prabowo mengingatkan bahwa pihak-pihak yang terlibat dalam penyimpangan harus diberi sanksi tegas agar program MBG tetap terjaga kualitasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *