Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Kumparannews

Latest Program: Gibran Tinjau Revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi, Puji Arsitekturnya Bagus

Joseph Garcia - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Latest Program: Gibran Puji Revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi, Arsitektur Lokal Dinilai Unggul Latest Program - Sebagai bagian dari kegiatan pengembangan

Latest Program: Gibran Tinjau Revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi, Puji Arsitekturnya Bagus

Latest Program: Gibran Puji Revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi, Arsitektur Lokal Dinilai Unggul

Latest Program – Sebagai bagian dari kegiatan pengembangan infrastruktur, Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka melakukan inspeksi langsung ke Pasar Induk Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, pada Jumat (10/7). Proyek revitalisasi ini menjadi fokus utama kunjungan singkatnya, di mana Gibran mengapresiasi desain arsitektur yang dianggap sangat menarik dan sesuai dengan budaya lokal. Dalam waktu sekitar 10 menit, ia bersama Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan pejabat kementerian terkait mengecek progres konstruksi serta memberikan masukan untuk peningkatan kualitas.

Visi Revitalisasi Pasar sebagai Pusat Perekonomian Lokal

Latest Program – Selama kunjungan, Gibran tidak hanya menilai kualitas bangunan tetapi juga menyampaikan dukungan terhadap upaya pemerintah daerah dalam mewujudkan pasar yang menjadi sentral perekonomian. Ia berharap revitalisasi ini dapat meningkatkan daya tarik wisatawan serta masyarakat sekitar, sekaligus memberikan ruang lebih nyaman bagi para pedagang. “Pasar ini memang sangat bagus, terutama dari segi arsitektur yang menggabungkan elemen lokal,” puji Gibran sambil memberikan apresiasi khusus pada konsep penataan ruang yang dilakukan.

Konsep Arsitektur Osing dan Penerapan Green Building

“Pasar Induk Banyuwangi ini memiliki desain yang sangat menarik. Arsitekturnya menggabungkan keunikan budaya Osing dan konsep green building yang ramah lingkungan,” kata Gibran. Pujian tersebut mengacu pada penggunaan material daur ulang, ventilasi alami, serta pencahayaan yang efisien. Pembangunan pasar melibatkan teknologi modern seperti sistem air bersih dan drainase yang optimal, sekaligus mempertahankan ciri khas seni lokal melalui ornamen dinding dan struktur bangunan.

Latest Program – Revitalisasi pasar ini bukan hanya sekadar perbaikan fisik tetapi juga upaya mewujudkan ruang publik yang fungsional dan estetik. Desain semi-terbuka pada bangunan membuat sirkulasi udara lebih lancar, sementara zona-tik untuk pedagang dan pengunjung dirancang agar pengalaman berbelanja menjadi lebih nyaman. Arsitek yang terlibat dalam proyek ini menjelaskan bahwa penyesuaian bentuk bangunan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pasar modern dengan tetap mempertahankan ciri khas kebudayaan setempat.

Progress Fisik dan Langkah Peningkatan Fasilitas

Latest Program – Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Jawa Timur, I Gusti Agung Aris Wibawa, menyatakan bahwa progres fisik Pasar Induk Banyuwangi telah mencapai titik puncak. Pembangunan dua bangunan utama—di sisi utara dan selatan—telah selesai, dan saat ini fokusnya berpindah ke tahap penyempurnaan. Gibran memberikan masukan terkait kebersihan lantai pasar dan instalasi kabel yang masih perlu diatur rapi agar meminimalkan risiko kecelakaan. “Setelah ini, pasar bisa segera dioperasikan,” tambah Aris.

Struktur Zona dan Dukungan Pemangku Kepentingan

Latest Program – Pasar Induk Banyuwangi yang dibangun di atas lahan seluas 10.600 meter persegi dibagi ke dalam tiga zona utama: pasar basah, pasar kering, dan area kuliner. Kepala Dinas Perdagangan Banyuwangi, Dwi Arifianto, menjelaskan bahwa penataan zonasi ini bertujuan memudahkan akses pengunjung serta meningkatkan kenyamanan berbelanja. Ia juga menyebutkan bahwa pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan para pedagang untuk memastikan kesiapan operasional setelah serah terima dari pemerintah pusat.

Dukungan dari pemerintah daerah dan pusat terus mengalir selama proses revitalisasi. Anggaran sebesar Rp152 miliar dialokasikan untuk membangun fasilitas pendukung seperti tempat parkir, kios yang tahan lama, dan jalur evakuasi darurat. Proyek ini diharapkan bisa menjadi contoh sukses pembangunan pasar yang menggabungkan modernisasi dengan penghormatan terhadap kearifan lokal. Dengan keterlibatan masyarakat sejak awal, Gibran yakin program ini akan memberikan dampak positif jangka panjang.

Langkah Selanjutnya dan Harapan Masyarakat

Latest Program – Setelah selesai proses serah terima aset, Pasar Induk Banyuwangi akan diresmikan sebagai pusat perdagangan dan wisata. Bupati Ipuk Fiestiandani menegaskan bahwa pasar ini tidak hanya menjadi tempat berbelanja tetapi juga sebagai wadah promosi produk lokal. “Kami berharap pasar ini bisa menjadi ikon Banyuwangi, baik secara ekonomi maupun budaya,” ujarnya. Masyarakat sekitar dan para pedagang menantikan pembukaan pasar baru ini dengan optimis, karena dianggap akan memberikan peluang bisnis lebih besar serta mengurangi beban pengunjung yang sebelumnya mengalami keterbatasan.

Revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi menjadi bagian dari strategi pembangunan daerah yang mengintegrasikan kebutuhan ekonomi dengan nilai budaya. Dengan desain yang unik dan fasilitas yang lengkap, pasar ini diharapkan menjadi referensi untuk proyek serupa di wilayah lain. Gibran menegaskan bahwa Latest Program ini bukan hanya sekadar pembangunan fisik tetapi juga pembangunan mental dan ekosistem perdagangan yang lebih inklusif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *