Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Kumparannews

Historic Moment: Modus 2 Tersangka Wanita yang Picu ASN Lompat dari Lantai 12 Apartemen di Medan

Christopher Wilson - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Historic Moment: 2 Tersangka Wanita Picu ASN Lompat dari Lantai 12 Medan Historic Moment - Sebuah momen sejarah terjadi di Kota Medan, Sumatera Utara, saat

Historic Moment: Modus 2 Tersangka Wanita yang Picu ASN Lompat dari Lantai 12 Apartemen di Medan

Historic Moment: 2 Tersangka Wanita Picu ASN Lompat dari Lantai 12 Medan

Historic Moment – Sebuah momen sejarah terjadi di Kota Medan, Sumatera Utara, saat seorang aparatur sipil negara (ASN) dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Nias ditemukan tewas setelah melompat dari lantai 12 Apartemen Skyview, Jalan Abdul Hakim, pada Jumat (10/7) dini hari. Kasus ini menjadi sorotan karena memperlihatkan skema kriminal yang terstruktur, melibatkan dua tersangka wanita, FR dan JS, yang melakukan manipulasi psikologis terhadap korban. Polrestabes Medan telah mengungkap detail pembunuhan berencana ini sebagai bagian dari investigasi yang lebih luas.

Skema Kriminal yang Menggunakan Modus Bujuk-Bujuk

Menurut Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Adrian Risky Lubis, modus kriminal ini didasari oleh penggunaan foto palsu dan tekanan finansial. FR dan JS berperan sebagai pelaku utama dalam mengatur pertemuan korban, lalu menipu dengan janji layanan seksual. Korban, yang awalnya memilih FR, beralih ke JS setelah mengira foto tersebut tidak sesuai dengan aslinya. “Kedua tersangka menghasut korban agar merasa tertekan dan akhirnya mengambil langkah ekstrem,” terang Adrian saat memberikan konferensi pers.

“Mereka mengatakan bahwa korban harus membayar Rp 4.500.000 sebagai dana tambahan setelah memenuhi keinginan mereka,” ujar Adrian, menjelaskan alur penipuan yang terencana.

Detensi Barang Bukti dan Rekaman CCTV

Dalam penyelidikan, polisi berhasil mengamankan beberapa barang bukti yang menunjukkan skala kejahatan ini. Diantaranya adalah dua unit ponsel merek I-Phone 15 Pro Max, satu unit ponsel Vivo, serta satu kondom yang mengandung sperma. Selain itu, rekaman CCTV dari Apartemen Skyview menjadi bukti kritis dalam mengungkap adegan korban melompat. Uang tunai Rp 1.250.000 dan dompet milik korban juga diamankan sebagai bukti transaksi.

“Rekaman tersebut membantu memperjelas kejadian sebelum korban membuat keputusan akhir,” kata Kanit PPA Polrestabes Medan, Iptu Dearma Agustina, menegaskan pentingnya bukti video dalam kasus ini.

Penipuan Melalui Aplikasi Kencan

Kasus ini tidak terlepas dari penggunaan aplikasi kencan Michat, yang menjadi media untuk menjangkau korban. FR dan JS berusaha menipu dengan menawarkan layanan seksual dengan foto yang mereka edit. “Mereka mengganti foto agar terlihat lebih menarik, sehingga korban tertarik bertransaksi,” kata Dearma, menjelaskan modus penipuan yang terbukti sangat efektif. Korban, yang awalnya memilih FR, akhirnya beralih ke JS setelah merasa tidak puas dengan penampilan wanita pertama.

“Korban membayar Rp 400.000 untuk FR, lalu JS menawarkan biaya tambahan sebesar Rp 850.000. Uang tersebut dikirim ke rekening yang diberikan FR sebagai bentuk pembayaran,” tambah Dearma, menyoroti bagaimana penipuan dilakukan secara berlapis.

Sebab Pelompatan dan Dampak Psikologis

Korban memutuskan melompat setelah merasa tekanan psikologis yang sangat berat dari kedua tersangka. Setelah hubungan seksual kedua selesai, FR dan JS memintanya membayar uang tambahan sebesar Rp 4.500.000, yang dianggap sebagai hasil dari adegan yang tidak sesuai ekspektasinya. “Korban merasa tertipu dan tidak bisa mengembalikan uang yang telah dikeluarkan,” kata Adrian, menjelaskan motif korban melakukan tindakan ekstrem.

“Kondisi ekonomi korban sudah memburuk, sementara tekanan dari pelaku membuatnya tidak mampu bertahan,” tambah Adrian, menegaskan bahwa kejadian ini bukan hanya kasus kriminal, tetapi juga menyentuh aspek psikologis.

Kasus Sebelumnya dan Momen Sejarah Ini

Dalam beberapa bulan terakhir, dua tersangka ini telah melakukan tiga aksinya di berbagai hotel, menyebabkan kerugian hingga Rp 3.750.000 untuk korban lain. Kasus ini menjadi momen sejarah karena menunjukkan bagaimana kejahatan finansial bisa berujung pada tindakan bunuh diri. “Kejadian ini memperlihatkan betapa berbahayanya skema penipuan yang menggabungkan manipulasi dan tekanan,” kata Adrian, menyoroti urgensi kasus ini dalam dunia kriminalitas.

“Kami harap kasus ini menjadi contoh untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang risiko penggunaan aplikasi kencan secara tidak hati-hati,” ujar Adrian, menutup keterangan resmi dalam konferensi pers.

Kesimpulan dan Pelajaran untuk Masa Depan

Kasus yang menjadi momen sejarah ini menunjukkan bagaimana teknologi bisa dimanfaatkan untuk kejahatan yang lebih kompleks. Dengan menggabungkan modus bujuk-bujuk dan tekanan finansial, FR dan JS berhasil membuat korban melompat dari lantai 12. Penyelidikan masih berlangsung untuk mengetahui apakah ada pelaku lain yang terlibat. “Kasus ini menjadi pengingat bahwa kita harus lebih waspada dalam transaksi digital,” kata Adrian, mengakhiri penjelasan tentang kejadian yang terjadi di Kota Medan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *