Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Kumparannews

Kebakaran di TPA Cipayung Depok Padam – Penyebab Masih Diselidiki

Joseph Garcia - kabarnusantaraku.com 3 mins read

di TPA Cipayung Depok: Peristiwa dan Proses Padamannya Kebakaran di TPA Cipayung Depok Padam - Kebakaran di TPA Cipayung Depok akhirnya berhasil dipadamkan

Kebakaran di TPA Cipayung Depok Padam – Penyebab Masih Diselidiki

Kebakaran di TPA Cipayung Depok: Peristiwa dan Proses Padamannya

Kebakaran di TPA Cipayung Depok Padam – Kebakaran di TPA Cipayung Depok akhirnya berhasil dipadamkan setelah berlangsung sejak Kamis (16/7) malam. Insiden ini memicu perhatian warga sekitar dan pihak berwenang, dengan api yang mulai mereda sekitar pukul 20.30 WIB. Meski situasi kini terlihat lebih stabil, pihak Damkar masih melakukan pendinginan secara intensif untuk mencegah kemungkinan percikan api yang bisa memicu kembali pembakaran. Kebakaran di TPA Cipayung Depok menjadi sorotan karena lokasinya yang strategis dan volume sampah yang cukup besar. Peristiwa ini juga menunjukkan pentingnya kehati-hatian dalam pengelolaan sampah di daerah tersebut.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 19.30 WIB di TPA Cipayung, Kota Depok, Jawa Barat. Api mulai menyala dari bagian tertentu yang diduga akibat kebocoran gas atau kabel listrik yang terkena panas. Untuk mengendalikan situasi, 8 unit mobil pemadam dan 15 petugas langsung diterjunkan ke lokasi. Sejumlah warga juga berupaya membantu memadamkan api dengan menyiram menggunakan air dari kendaraan mereka. TPA Cipayung merupakan salah satu tempat pembuangan akhir terbesar di Kota Depok, yang menampung sampah dari berbagai wilayah di sekitarnya.

Pemadaman dan Upaya Stabilisasi

Dalam pernyataannya, Kadis LHK Kota Depok, Reni Siti Nuraeni, menjelaskan bahwa kebakaran di TPA Cipayung Depok saat ini telah berhasil dikendalikan. “Api telah padam, tapi kita tetap perlu memantau kondisi TPA secara ketat,” ujarnya. Ia menambahkan, pihaknya sedang melakukan investigasi untuk mengetahui akar penyebab kebakaran tersebut. Proses pemadaman berlangsung hingga pagi hari, dengan para petugas masih berjaga untuk memastikan tidak ada penyebaran kembali. TPA Cipayung juga menjadi lokasi yang rawan karena kondisi sampah yang terus menumpuk dan lingkungan yang kering.

“Syukur alhamdulillah, api sudah berhasil dipadamkan. Namun kita tetap waspada karena kondisi TPA Cipayung saat ini sedang overload,” kata Reni Siti Nuraeni. Ia menekankan bahwa faktor cuaca kering dan penumpukan sampah menjadi risiko utama dalam menghadapi kebakaran susulan.

Kebakaran di TPA Cipayung Depok menimbulkan dampak signifikan terhadap lingkungan sekitar. Api membakar beberapa area yang berisi sampah plastik, kardus, dan limbah organik. Dalam upaya memadamkan api, petugas membutuhkan waktu lebih lama karena luas area yang terbakar dan tingginya jumlah sampah. Meski api sudah padam, kejadian ini mengingatkan pentingnya kesiapan dan respons cepat dalam menghadapi bencana serupa. TPA Cipayung menjadi salah satu titik kumpul sampah yang menunjukkan kerentanan jika tidak dikelola dengan baik.

Volume Sampah dan Langkah Pencegahan

Dari data DLHK, TPA Cipayung menyimpan sekitar 2,9 juta ton sampah. Angka ini mencerminkan volume sampah yang dibuang ke sana setiap hari, yakni 900 hingga 1.000 ton. Reni Siti Nuraeni menuturkan, “Kita sekarang ini memiliki 2,9 juta ton sampah yang ada di lingkungan TPA Cipayung. Ini berarti setiap hari sampah yang masuk ke sini mencapai 900 hingga 1.000 ton.” Volume sampah yang besar menjadi salah satu faktor risiko terjadinya kebakaran di TPA Cipayung Depok. Dalam upaya pencegahan, Reni meminta petugas Damkar dan UPT melakukan penyiraman air dua kali sehari untuk mengurangi risiko pembakaran.

Setelah kebakaran di TPA Cipayung Depok, pihak terkait berkomitmen untuk meningkatkan pengelolaan sampah. Reni menjelaskan bahwa selain penyiraman, pihaknya juga akan melakukan evaluasi terhadap sistem pengangkutan dan pengelompokan sampah. “Kita perlu memastikan tidak ada kumpulan sampah yang terlalu rapat di satu titik, karena bisa memicu api cepat menyebar,” tambahnya. Langkah-langkah ini diharapkan bisa mencegah kejadian serupa di masa depan, terutama di TPA Cipayung Depok yang merupakan pusat pengelolaan sampah se Kota Depok.

Dalam situasi darurat seperti ini, warga sekitar TPA Cipayung Depok turut berperan aktif. Beberapa di antara mereka membantu memadamkan api dengan menyiram sampah yang terbakar. Selain itu, warga juga memantau situasi dari jarak jauh untuk menghindari penyebaran api ke area perumahan. Pemerintah setempat berkomitmen untuk meningkatkan kesiapan pencegahan, termasuk di TPA Cipayung Depok, agar tidak terjadi kekacauan serupa di masa depan. Kebakaran di TPA Cipayung Depok menjadi peringatan bagi pentingnya kewaspadaan dan kebersihan lingkungan dalam skala besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *