Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Kumparannews

Pesan Kapolda Untuk Pengamanan Demo Mahasiswa: Humanis-Satu Komando

Susan Davis - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Pesan Kapolda untuk Pengamanan Demonstrasi Mahasiswa: Humanis dan Satu Komando Pesan Kapolda Untuk Pengamanan Demo Mahasiswa - Dalam rangka menjamin keamanan

Pesan Kapolda Untuk Pengamanan Demo Mahasiswa: Humanis-Satu Komando

Pesan Kapolda untuk Pengamanan Demonstrasi Mahasiswa: Humanis dan Satu Komando

Pesan Kapolda Untuk Pengamanan Demo Mahasiswa – Dalam rangka menjamin keamanan dan keselamatan peserta aksi unjuk rasa, Kapolda Metro Jaya Komjen Asep Edi Suheri memberikan pesan khusus kepada petugas pengamanan yang bertugas di kawasan Monas, Jakarta Pusat. Pesan Kapolda Untuk Pengamanan Demo Mahasiswa ini menjadi panduan utama bagi seluruh anggota polisi dalam menjalankan tugasnya. Instruksi tersebut disampaikan saat apel persiapan di Silang Selatan Monas, Jumat (17/7), dan melibatkan 18 poin penting yang harus dipatuhi petugas. Dalam pesannya, Kapolda mengingatkan bahwa pengamanan demonstrasi tidak hanya tentang mengendalikan situasi, tetapi juga tentang menghormati hak-hak peserta aksi dengan cara yang manusiawi.

Kapolda menekankan bahwa petugas harus selalu memprioritaskan komando satu komando, sehingga setiap tindakan di lapangan tetap terkoordinasi dan terukur. “Pesan Kapolda Untuk Pengamanan Demo Mahasiswa adalah agar semua personel mengikuti arahan yang diberikan oleh komando tertinggi, tidak terburu-buru, dan memastikan bahwa tidak ada penindasan terhadap peserta aksi,” ujar Brigjen Pol Dekananto Eko Purwono, Wakapolda Metro Jaya. Pesan ini diharapkan mampu mencegah konflik yang tidak perlu, terutama dalam suasana yang penuh emosi dan tuntutan peserta aksi yang beragam.

Langkah-Langkah Strategis dalam Pengamanan Aksi

Pengamanan demonstrasi yang diinisiasi oleh Aliansi Majelis Perjuangan Rakyat, yang terdiri dari gabungan organisasi mahasiswa seperti BEM UNJ, BEM Universitas Trilogi, BEM Institut STIAMI, dan BEM Universitas Paramadina, memerlukan persiapan matang. Dekananto menegaskan bahwa seluruh petugas harus menjalani briefing lengkap sebelum menghadapi aksi, termasuk memahami alur tuntutan peserta serta cara menghadapi situasi kritis. “Pesan Kapolda Untuk Pengamanan Demo Mahasiswa melibatkan kesiapan fisik dan mental petugas, sehingga mereka mampu merespons segala kemungkinan yang bisa terjadi,” tambahnya. Persiapan ini juga mencakup penempatan posko di beberapa titik strategis dan pengecekan kesiapan alat komunikasi guna memastikan komando satu komando dapat terlaksana dengan baik.

Kapolda juga memberikan instruksi khusus tentang penggunaan alat pengamanan. Gas air mata hanya boleh dikeluarkan jika situasi memang membutuhkan, dan senjata api dilarang digunakan kecuali dalam kondisi darurat. “Pesan Kapolda Untuk Pengamanan Demo Mahasiswa mencakup pembatasan penggunaan senjata, agar tidak menimbulkan kesan terlalu agresif terhadap peserta aksi,” jelas Dekananto. Hal ini sejalan dengan prinsip humanis yang diusung dalam operasi pengamanan, di mana kekuatan polisi diharapkan menjadi pengayom, bukan penindas.

Upaya Membangun Kepercayaan dan Menjaga Keteraturan

Pesan Kapolda Untuk Pengamanan Demo Mahasiswa tidak hanya fokus pada tindakan operasional, tetapi juga pada interaksi antara petugas dan peserta aksi. Dekananto mendorong petugas untuk memberikan ruang bicara kepada perwakilan massa, sehingga tuntutan mereka bisa disampaikan secara terstruktur. “Seluruh petugas harus bersikap ramah dan terbuka, agar peserta aksi merasa dihormati,” tegasnya. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya komunikasi dua arah antara petugas dan peserta aksi, serta kesiapan tim medis untuk siap menangani kondisi darurat seperti cedera atau kelelahan peserta.

Kapolda menegaskan bahwa pengamanan aksi ini adalah bentuk respons kepolisian terhadap kebutuhan sosial dan politik masyarakat. Dengan pesan Kapolda Untuk Pengamanan Demo Mahasiswa, polisi berharap bisa membangun kepercayaan dengan peserta aksi serta memastikan bahwa seluruh kegiatan berjalan aman, tanpa menimbulkan konflik yang berkepanjangan. “Kita harus siap menangani segala situasi, baik yang tenang maupun yang memanas,” imbuhnya. Dengan pendekatan ini, pihak kepolisian berusaha menciptakan suasana yang kondusif, sekaligus menjaga keteraturan di seluruh rute aksi.

Dalam konteks ini, petugas yang bertugas di Monas dan sekitarnya diberikan peran penting dalam mengawasi alur aksi serta memastikan bahwa semua tuntutan peserta bisa terpenuhi. Kapolda juga menekankan bahwa setiap tindakan, seperti pembakaran ban atau penggunaan alat pengeras suara, harus diambil sesuai dengan instruksi langsung dari komando. “Pesan Kapolda Untuk Pengamanan Demo Mahasiswa mencakup pengawasan ketat terhadap pergerakan massa, agar tidak ada tindakan spontan yang bisa memicu ketegangan,” tambah Dekananto. Langkah-langkah ini diharapkan mampu menciptakan harmoni antara keamanan dan hak-hak peserta demo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *