Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Kumparannews

Meeting Results: Cekcok Berujung Maut, WN China di Sulsel Tewas Terlindas Ekskavator

Sandra Davis - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Cekcok Berujung Maut: WN China Tewas Terlindas Ekskavator di Sulsel Meeting Results – Seorang operator ekskavator bernama MIE (26) ditahan oleh polisi setelah

Meeting Results: Cekcok Berujung Maut, WN China di Sulsel Tewas Terlindas Ekskavator

Cekcok Berujung Maut: WN China Tewas Terlindas Ekskavator di Sulsel

Meeting Results – Seorang operator ekskavator bernama MIE (26) ditahan oleh polisi setelah diduga menjadi penyebab kematian warga negara Tiongkok, Liu Hongbin (27), dalam insiden kecelakaan yang terjadi di lokasi proyek pelebaran jalan Dusun Kanan Dede, Desa Kanan Dede, Kecamatan Rongkong, Sulawesi Selatan, pada Jumat (17/7). Insiden tersebut memicu kecaman publik dan menimbulkan pertanyaan mengenai keselamatan kerja serta komunikasi antara pekerja asing dan lokal.

Peristiwa Kecelakaan dan Tindakan Pelaku

Dalam penyelidikan awal, Kasat Reskrim Polres Luwu Utara, AKP Kadek Andi Pradnyadana, mengungkapkan bahwa insiden dimulai ketika Liu Hongbin datang ke lokasi proyek dalam kondisi emosional. Keduanya terlibat cekcok akibat kesalahpahaman, terutama karena pelaku tidak memahami bahasa korban. Menurut keterangan polisi, MIE membesarkan volume musik di dalam kabin ekskavator dan menghentikan alat berat saat perdebatan berlangsung.

“Korban lalu naik ke atas ekskavator dan menampar kepala pelaku satu kali. Pelaku membalas dengan menendang korban,” jelas Kadek. Usai peristiwa itu, Liu Hongbin masih memegang handel ekskavator sebelum terjatuh. Pada saat bersamaan, alat berat diduga berputar, menyebabkan wajah korban tertabrak. Setelah itu, pelaku mencoba memarkir ekskavator, namun korban terlindas ban belakang alat berat tersebut.

Kondisi Korban dan Faktor Penyebab

Korban, Liu Hongbin, tidak didampingi penerjemah saat kejadian, sehingga komunikasi antara ia dan operator ekskavator terbatas. Faktor lingkungan di lokasi proyek yang cukup sempit diduga memperparah situasi. Selain itu, kurangnya pengawasan di lokasi dan keterbatasan kejelasan tentang protokol kerja menjadi perhatian penyidik.

Menurut polisi, Liu Hongbin sempat terlihat marah dan tidak tenang sebelum insiden terjadi. Dalam Meeting Results dari penyelidikan, terungkap bahwa konflik bermula dari kesalahpahaman terkait penggunaan alat berat. Dengan suasana yang tegang, korban langsung menaiki ekskavator untuk memperjelas pendirian. Namun, tindakan tersebut justru memicu kecelakaan yang mengakibatkan kematian.

Langkah Polisi dan Penyelidikan Lanjutan

Setelah kejadian, pelaku langsung meninggalkan lokasi ke rumahnya di Kecamatan Sabbang menggunakan sepeda motor. Sesampainya di rumah, ia menceritakan peristiwa tersebut kepada ayahnya. Tak lama kemudian, Bhabinkamtibmas Polsek Rongkong datang untuk menjemput pelaku ke polres. Dalam Meeting Results yang dilakukan oleh penyidik, seluruh keterangan didasarkan pada pengakuan pelaku, karena tidak ada saksi yang melihat langsung.

Kadek menambahkan bahwa penyidik masih menelusuri fakta-fakta di lapangan, termasuk mengumpulkan bukti, memeriksa saksi, dan menunggu hasil autopsi. “Seluruh keterangan saat ini berasal dari terduga pelaku. Penyidik sedang mendalami penyebab pasti kematian korban,” katanya. Perluasan investigasi juga mencakup analisis kecelakaan dan peran operasi ekskavator dalam insiden tersebut.

Latar Belakang Korban dan Proyek

Liu Hongbin, seorang pekerja asing yang bekerja di proyek pelebaran jalan tersebut, merupakan salah satu dari sejumlah pekerja Tiongkok yang dipekerjakan di Sulawesi Selatan. Proyek ini dilaksanakan dalam beberapa bulan terakhir dan melibatkan sejumlah operator alat berat. Meski belum ada detail lengkap mengenai latar belakang korban, terungkap bahwa ia mengalami tekanan emosional sebelum insiden terjadi.

Penyidik juga mengecek kondisi lokasi proyek yang terletak di daerah terpencil. Dusun Kanan Dede, Desa Kanan Dede, jauh dari permukiman warga, sehingga terbatasnya akses informasi dan pengawasan bisa menjadi faktor risiko. Dalam Meeting Results yang diadakan oleh pihak kepolisian, disebutkan bahwa pelaku dan korban tidak memiliki konflik sebelumnya, namun kesalahpahaman dalam komunikasi menjadi pemicu kecelakaan.

Respons Masyarakat dan Kebutuhan Perbaikan

Insiden ini memicu reaksi cepat dari masyarakat sekitar. Banyak warga menilai bahwa operator ekskavator perlu lebih waspada dalam menghadapi pekerja asing, terutama yang mengalami tekanan emosional. Kadek menyatakan bahwa penyidik akan mengambil langkah lebih lanjut untuk memastikan semua fakta terungkap, termasuk apakah pelaku melakukan kesalahan teknis atau kesalahan penggunaan alat berat.

“Kami menilai bahwa selain faktor komunikasi, kondisi lingkungan juga berkontribusi terhadap terjadinya kecelakaan. Dengan ini, Meeting Results dari penyelidikan akan menjadi dasar untuk menentukan tanggung jawab pelaku,” tambah Kadek. Selain itu, pihak kepolisian berharap kejadian ini bisa menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan keselamatan di lokasi proyek.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *