Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Kumparannews

Meeting Results: 70% Pasien Diabetes di RI Tak Terdeteksi, Kemenkes Imbau Warga Manfaatkan CKG

Mary Davis - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Meeting Results: 70% Pasien Diabetes di RI Belum Terdeteksi, Kemenkes Dorong Manfaatkan Program CKG Meeting Results - Hasil rapat yang dihadiri oleh

Meeting Results: 70% Pasien Diabetes di RI Tak Terdeteksi, Kemenkes Imbau Warga Manfaatkan CKG

Meeting Results: 70% Pasien Diabetes di RI Belum Terdeteksi, Kemenkes Dorong Manfaatkan Program CKG

Meeting Results – Hasil rapat yang dihadiri oleh Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa sekitar 70% penderita diabetes di Indonesia belum teridentifikasi, sehingga memperkuat pesan untuk masyarakat memanfaatkan program cek kesehatan gratis (CKG) secara lebih masif. Dalam diskusi khusus yang diadakan di Jakarta, para ahli kesehatan menyatakan bahwa deteksi dini sangat kritis untuk mencegah komplikasi serius yang bisa merugikan kualitas hidup pasien.

“Pengobatan yang tepat dilakukan sejak awal bisa mencegah gangguan yang tidak terduga, seperti retinopati diabetik,” jelas dr. Siti Nadia Tarmizi, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, dalam Meeting Results.

70% Pasien Diabetes Tidak Terdeteksi, Kemenkes Sampaikan Peringatan

Dalam Meeting Results yang dihadiri oleh berbagai stakeholder kesehatan, data menunjukkan bahwa sebanyak 70% pasien diabetes di Indonesia tidak terdeteksi sejak tahap awal. Hal ini mengakibatkan banyak individu tidak menyadari kondisi mereka hingga gejala mulai muncul. “Masalah ini sangat serius karena diabetes bisa menyebabkan komplikasi berbahaya jika tidak ditemukan tepat waktu,” kata Siti dalam sesi diskusi.

“Kami menekankan agar warga masyarakat tidak ragu untuk mengikuti CKG, karena ini adalah langkah efektif untuk memantau kesehatan secara menyeluruh,” tambahnya.

Deteksi Dini Diabetes Penting untuk Cegah Kebutaan

Prof. Em Yunir, Ketua Umum Perkumpulan Endokrinologi Indonesia, menegaskan bahwa 70% dari pasien diabetes di Indonesia tidak terdeteksi sejak fase awal penyakit. Menurutnya, hal ini menyebabkan masyarakat lebih rentan mengalami komplikasi seperti kebutaan. “Retinopati diabetik sering terlewat dari perhatian, padahal pemeriksaan retina bisa menyelamatkan mata pasien,” ujarnya.

“Program CKG adalah sarana penting untuk mendeteksi kondisi ini secara dini. Jika tidak diatasi, kebutaan bisa terjadi tanpa tanda-tanda yang terlihat,” katanya.

Menurut Dr. Siti Nadia Tarmizi, program CKG dirancang untuk mencakup berbagai tes kesehatan, termasuk pemeriksaan glukosa darah, tekanan darah, dan kolesterol. “Ini bukan hanya untuk pasien diabetes, tetapi juga untuk orang-orang yang berisiko tinggi, seperti penderita obesitas atau keluarga dengan riwayat penyakit gula,” tambahnya.

“Meeting Results menunjukkan bahwa keterlibatan masyarakat dalam pemeriksaan rutin sangat berperan dalam mengurangi risiko komplikasi yang serius. Kita perlu memperluas akses CKG ke wilayah yang lebih luas,” jelas Siti.

Program CKG Berdampak Positif untuk Kesehatan Umum

Program CKG yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan telah menunjukkan hasil signifikan dalam upaya deteksi dini penyakit. Selama beberapa bulan terakhir, jumlah peserta CKG meningkat, terutama di daerah-daerah terpencil yang sebelumnya kurang akses ke layanan medis. “Hasil Meeting Results menunjukkan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari edukasi yang dilakukan secara masif,” kata Siti.

“Kami ingin menjadikan CKG sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari warga, karena ini adalah investasi kesehatan jangka panjang yang menguntungkan semua pihak,” katanya.

Berdasarkan data Kemenkes, lebih dari 600 juta orang Indonesia berisiko tinggi mengidap diabetes, tetapi hanya sebagian kecil yang menjalani pemeriksaan secara rutin. “Angka ini mengingatkan kita bahwa kesadaran masyarakat masih rendah terhadap penyakit yang bisa dikendalikan jika dideteksi dini,” ujarnya.

“Dengan lebih banyak orang mengikuti CKG, kita bisa mengurangi beban rumah sakit dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan,” jelas Siti dalam Meeting Results.

Dalam diskusi tambahan, Dr. Siti menyoroti peran Puskesmas dalam mendistribusikan layanan CKG secara merata. “Puskesmas menjadi jembatan antara warga dan layanan kesehatan, terutama di daerah yang tidak memiliki fasilitas lengkap,” terangnya.

“Kami juga sedang berupaya memperluas jangkauan CKG melalui kerja sama dengan organisasi kesehatan masyarakat, termasuk dalam Meeting Results yang baru saja dihelat,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *